BI: Inflasi Akhir Tahun Sumsel Naik Karena Kenaikan Harga BBM, Namun Terkendali

Kenaikan harga BBM disebut salah satu faktor yang menyebabkan inflansi Sumsel naik di akhir tahun.

Tasmalinda
Rabu, 04 Januari 2023 | 19:49 WIB
BI: Inflasi Akhir Tahun Sumsel Naik Karena Kenaikan Harga BBM, Namun Terkendali
Ilustrasi BBM subsidi naik. Inflansi Sumsel naik karena kenaikan harga BBM [Suara.com/Ema Rohimah]

Secara tahunan Inflasi IHK Provinsi Sumatera Selatan 2022 didorong oleh inflasi dari ketiga Kelompok komponen inflasi. Inflasi inti tercatat mengalami inflasi sebesar 3,90% (yoy), terutama disumbang oleh komoditas sewa rumah dengan inflasi sebesar 3% (yoy) dengan andil inflasi sebesar 0,148% (yoy).

Kelompok volatile food mengalami inflasi sebesar 6,77% (yoy), terutama disumbang kenaikan komoditas beras yang mengalami inflasi sebesar 18,53% (yoy) dan menyumbang andil inflasi sebesar 0,654% (yoy).

Kelompok administered prices mencatat inflasi sebesar 12,86% (yoy), terutama didorong kenaikan harga bensin yang mengalami inflasi sebesar 29,23% (yoy) dengan andil inflasi sebesar 1,058% (yoy), serta tarif angkutan udara yang mengalami inflasi sebesar 58,9% (yoy) dan menyumbang andil inflasi sebesar 0,336% (yoy).

Sejalan dengan pemulihan ekonomi, Survei Konsumen Bank Indonesia pada bulan Desember 2022 mengindikasikan optimisme konsumen terhadap kondisi ekonomi tetap kuat. Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE), Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK), dan Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) secara berurutan menjadi sebesar 129,44; 130,78; dan 130,11.

Baca Juga:Pelaku Pemerkosaan Hanya Divonis 10 Bulan, Ortu Korban di Sumsel Minta Jokowi Tegakkan Keadilan

"Masyarakat masih optimis bahwa kondisi perekonomian pada 6 bulan kedepan akan lebih baik, baik dari aspek kegiatan usaha, peningkatan penghasilan, maupun ketersediaan lapangan kerja di tengah peningkatan mobilitas dan pelonggaran kebijakan pembatasan," jelas Erwin.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini