Pada Utusan Khusus Amerika Serikat, Luhut Pandjaitan Tegaskan Indonesia Bukan Lagi Negara 'Ecek-Ecek'

Merujuk pada pertemuannya dengan Utusan Khusus Amerika Serikat untuk Perubahan Iklim John Kerry, Luhut menyatakan bahwa Indonesia bisa menjadi model.

Tasmalinda
Sabtu, 12 November 2022 | 08:26 WIB
Pada Utusan Khusus Amerika Serikat, Luhut Pandjaitan Tegaskan Indonesia Bukan Lagi Negara 'Ecek-Ecek'
Menkopolhukam Luhut Panjaitan. Luhut Binsar Pandjaitan [suara.com/Oke Atmaja]

SuaraSumsel.id - Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi (Menkomarves) Luhut Binsar Pandjaitan menegaskan bahwa Indonesia bukan negara yang ecek-ecek atau tidak bersungguh-sungguh dalam menyusun kebijakan dan memainkan perannya di panggung global.

Merujuk pada pertemuannya dengan Utusan Khusus Amerika Serikat untuk Perubahan Iklim John Kerry, Luhut menyatakan bahwa Indonesia bisa menjadi model untuk penanganan dampak perubahan iklim melalui sejumlah inisiatif lingkungan yang telah diterapkan di dalam negeri, antara lain restorasi hutan bakau, pengembangan kendaraan listrik, dan konservasi lahan gambut.

“Indonesia sekarang adalah negara yang berbeda, bukan lagi negara ecek-ecek. Kita memiliki sesuatu, kita memahami tanggung jawab kita terhadap lingkungan dan generasi masa depan Indonesia,” kata Luhut dalam Bloomberg CEO Forum yang digelar di sela-sela KTT G20 di Nusa Dua, Bali, Jumat.

Luhut menegaskan bahwa Indonesia tidak ingin didikte atau dikontrol negara lain, karena sudah mengupayakan yang terbaik dalam mengelola negara dengan melibatkan generasi muda dalam penyusunan kebijakan.

Baca Juga:Pabrik Miras Mansion House Oplosan di Sumsel Digerebek, Beromzet Ratusan Juta

Dia yakin Indonesia kedepannya akan menjadi negara yang lebih baik dan menjadi ekonomi terbesar keempat dunia pada 2050.

“Saya yakin kita dapat mencapainya selama kita solid,” ujar dia.

Melansir ANTARA, sementara itu dalam menjalankan perannya sebagai Presiden G20 tahun ini, Luhut menjelaskan bahwa Indonesia berupaya memfasilitasi kepentingan seluruh anggota kelompok tersebut.

“Itu adalah peran Presiden Joko Widodo untuk menjembatani antara Presiden Ukraina dan Presiden (Rusia) Vladimir Putin, serta memfasilitasi komunikasi antara Presiden AS Joe Biden dan Presiden (China) Xi Jinping,” katanya.

Baca Juga:Sumsel Lamban Registrasi Cagar Budaya, Padahal Kaya Peninggalan Sejarah

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak