facebook

Highlight Terpopuler News Lifestyle Indeks

Harga Telur Ayam di Sumsel Mulai Naik, Emak-Emak Makin Bingung

Tasmalinda Jum'at, 19 Agustus 2022 | 06:05 WIB

Harga Telur Ayam di Sumsel Mulai Naik, Emak-Emak Makin Bingung
pedagang telur ayam. harga telur ayam di Sumsel mulai naik. [Ferry/Suarajabar]

Harga telur ayam di pasar inpres Talang Ubi, kabupaten PALI mengalami kenaikan Rp5.000 per kilogram.

SuaraSumsel.id - Harga telur ayam di Sumatera Selatan atau Sumsel terasa naik sejak dua hari terakhir. Hal ini pula membuat emak-emak di PALI makin kebingungan dan galau. Betapa tidak disaat kondisi ekonomi yang belum stabil seperti sekarang ini, justru harga komoditas yang selalu dicari warga itu meningkat.

Harga telur ayam di pasar inpres Talang Ubi, kabupaten PALI mengalami kenaikan Rp5.000 per kilogram, yang sebelumnya dari Rp25.000 per kilogram, naik menjadi Rp30 ribu per kilogram.

Nurlela (56) IRT asal Kecamatan Talang Ubi merupakan penjual kue jajanan pasar mengeluhkan harga telur naik tersebut. Sebagai yang memiliki usaha kulinet, kenaikan harga telur membuatnya makin sulit.

“Bahkan untung penjualan terpaksa berkurang, karena kalau mau naikkan harga jual kue, takutnya pelanggan malah kabur tidak mau beli kue lagi,” ujarnya melansir Sumselupdate.com-jaringan Suara.com, Jumat (19/9/2022).

Baca Juga: Museum Batu Bara di Sumsel Resmi Dibuka, Ini Koleksi yang Dipamerkan

Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten PALI, Teguh Eko Sutrisno mengatakan kenaikan harga telur ini sudah diantisipasi dengan menggelar pasar murah. Namun karena kebutuhan masyarakat terus naik, mengakibatkan harga pun ikut naik.

“Terkait kenaikan harga sembako kami sudah menyiapkan program pasar murah sesegera mungkin,” katanya saat dihubungi media ini, Kamis (18/8/2022).

Untuk kenaikan harga telur Ia menduga karena permintaan pasar yang meningkat akibat ramainya kegiatan satu pekan terakhir.

“Telur merupakan salah satu bahan baku banyak makanan olahan, mulai dari kue kering, kue basah atau makanan berat. Sedangkan momen banyaknya perayaan pekan ini membuat tingginya permintaan akan telur sebagai bahan baku makanan olahan. Sedangkan stok kita di beberapa suplier tidak bertambah. Namun kenaikkan ini tidak akan menyebabkan inflasi, karena penyebabnya tidak permanen hanya di faktor hilir saja,” tambahnya.

Pihaknya juga selalu memantau perkembangan harga di pasar setempat.

Baca Juga: Warga Sumsel Terduga Teroris Dikenal Tertutup oleh Tetangga, Ditangkap Siang Hari Dengan Cepat

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait