Highlight Terpopuler News Lifestyle Indeks

Pejuang Sumsel yang Terlupakan (1): Meilan, Wartawan Pertama Kali Siarkan Berita Kemerdekaan di Sumbagsel

Tasmalinda Rabu, 17 Agustus 2022 | 06:10 WIB

Pejuang Sumsel  yang Terlupakan (1): Meilan, Wartawan Pertama Kali Siarkan Berita Kemerdekaan di Sumbagsel
Ilustrasi. Sosok Meilan, jurnalis yang menyebarluaskan berita Kemerdekaan pertama kali di Sumbagsel. [pinterest]

Sosok jurnalis yang menyebarluaskan berita kemerdekaan Indonesia di Sumatera Bagian Selatan pertama kali.

SuaraSumsel.id - Merayakan sekaligus memperingati hari Kemerdekaan Republik Indonesia setiap 17 Agustus seperti hari ini, tidak luput dari peran para pahlawan terdahulu. Namun ada juga, sosok-sosok yang tidak banyak diketahui padahal berjasa saat Revolusi Kemeredekaan, terutama detik-detik Kemerdekaan RI, tahun 1945.

Muncul sosok Meilan. Sosok jurnalis yang menyebarluaskan berita kemerdekaan Indonesia di Sumatera Bagian Selatan. Sayangnya tidak banyak catatan sejarah yang menjelaskan mengenai sosok ini.

Namun Sejarawan Sumatera Selatan, Syafrudin mengungkapkan Meilan berperan besar dalam menyiarkan berita kemerdekaan bagi masyarakat Sumatera bagian Selatan.

Proklamasi Soekarno dan Mohammad Hatta yang sudah digaungkan di Pulau Jawa tentu tidak mudah disiarkan secara cepat. Dosen mata kuliah Kajian Revolusi Fisik Sumsel pada Senin, (15/8/22) menjelaskan alasan mengapa nama sejumlah tokoh tampak seolah dihapuskan dari sejarah Sumsel.

Baca Juga: Nekat Jual Alat Kesehatan Tanpa Izin, Pria di Palembang Terancam 15 Tahun Bui

“Nama tokoh-tokoh tersebut pernah dikenang  menjadi nama jalan di Palembang, namun tidak berlangsung lama dan kembali diganti seiring bergantinya Presiden. Hal ini karena adanya perbedaan aliran politik dari beberapa tokoh tersebut yang disinyalir menganut ajaran komunisme atau PKI di Sumbagsel,” terangnya.

Meilan merupakan seorang jurnalis surat kabar Jepang untuk wilayah Sumatera Bagian Selatan adalah orang pertama yang mendapat kabar kemerdekaan Republik Indonesia. Kabar ini kemudian disampaikannya ke AK Ghani yang merupakan figur sentral penggerak revolusi kemerdekaan di Sumbagsel.

Menurut Syafrudin, kegigihan Meilan menyebarluaskan berita kemerdekaan membuatnya menjadi seorang pahlawan. Baktinya ditorehkan dengan Pemerintah kala itu memberikan namanya sebagai nama jalan di jantung kota Palembang.

Ilustrasi Perang Kemerdekaan. [Suara.com/Rohmat]
Ilustrasi Perang Kemerdekaan. [Suara.com/Rohmat]

Nama jalan Meilan merupakan nama jalan yang saat ini bernama TP Rustam Efendi. Jalan Mailan pun menjadi saksi bagaimana perang lima hari lima malam berlangsung di Palembang.

Saat pemerintahan orde baru, nama tersebut diganti menjadi TP Rustam Efendi.

Baca Juga: Rayakan HUT RI, 10.000 Bendera Merah Putih Dibagikan Gratis pada Warga Palembang

“Mailan dinilai beraliran politiknya ke kiri atau komunis, sehingga nama Mailan diganti menjadi TP Rustam Efendi. Rustam Efendi ini merupakan anak dari Pasirah Tanjung Sejaro, termasuk korban dari perang lima hari lima malam yang tertembak,” ujarnya.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait