3. Warning! Harga Cabai Rp120.000 Per Kilogram Kerek Inflasi Sumsel Terus Meroket
![harga cabai kerek inflasi Sumsel terus meroket [Pixabay]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2022/06/28/57645-petani-cabai-sumsel-senang-harga-cabai-melejit-pixabay.jpg)
Sumatera Selatan atau Sumsel mengalami inflasi yang meningkat di bulan Juni, hingga menyentuh angka 0,89 persen. Kondisi ini terkerek akibat sumbangsih sektor pengeluaran atas makanan terutama komoditas cabai.
Koordinator Fungsi Statistik Distribusi BPS Sumsel, Sukerik mengungkapkan inflasi di Sumsel jika dibandingkan tahun kalender tahun lalu mengalami peninngkatan 4,36 persen. Kondisi ini menjadi warning (peringatan) bagi pemerintah daerah terutama Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID).
Baca Juga:Cuaca Sumsel Hari Ini, Palembang Diguyur Hujan Lebat di Sore Hari
4. Tata Niaga Bokar di Sumsel Picu Monopoli, KPPU: Dikendalikan Asosiasi
![Petani karet di Sumsel. Tata Niaga Bokar di Sumsel Picu Praktek Monopoli [ANTARA]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2021/08/21/37732-petani-karet-di-sumsel-antara.jpg)
Komisi Pengawas Persaingan Usaha atau KPPU Kantor Wilayah II melakukan Kajian atas dugaan Pelanggaran Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1999 dalam Penjualan Bahan Olah Karet atau Bokar di Sumatera Selatan.
KPPU melakukan penelitian mulai dari anlisis Regulasi Peraturan Gubernur Sumatera Selatan Nomor 4 Tahun 2019 mengenai Petunjuk Pelaksanaan Penyelenggaraan Pengolahan dan Pemasaran Bahan Olah Karet standard Indonesian Rubber yang diperdagangkan.
5. Waduh! 11 Kades dan Kontraktor Ditahan Polda Sumsel, Kasus Korupsi Sarana Olahraga Kemenpora
Baca Juga:Di Sumsel Tak Ditemukan Historis Ganja Untuk Pangan, Sebagai Obat Lebih Mengenal Candu
![Ilustrasi penangkapan. 11 kades dan seorang kotraktor ditahan Polda Sumsel [Suara.com/Eko Faizin]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2020/10/27/31805-ilustrasi-penangkapan-suaracomeko-faizin.jpg)
Mencapai 11 kepala desa atau Kades ditahan Polda Sumatera Selatan, akhir minggu ini. Tidak hanya belasan kades, namun juga seorang kontraktor yang diketahui juga seolah politisi partai PKB berinisial ZA.