Diminta Mundur Karena Gagal Bawa Sriwijaya FC ke Liga I, Hendri Zainudin Ungkap Beban Klub Rp 31 Miliar

Situasi Sriwjijaya FC memang tengah tidak baik-baik saja, pencapaian ke liga I masih belum terwujud pada musim tahun lalu.

Tasmalinda
Kamis, 02 Juni 2022 | 15:02 WIB
Diminta Mundur Karena Gagal Bawa Sriwijaya FC ke Liga I, Hendri Zainudin Ungkap Beban Klub Rp 31 Miliar
Presiden Klub Sriwijaya FC, Hendri Zainuddin [ist]

"Saat kondisi prestasi terpuruk turun kasta ke liga 2 dan juga meninggalkan permasalahan finansial. Alhamdulillah kita berusaha keras, tapi belum berhasil untuk kembali ke liga 1. Apabila Sriwijaya FC terdegradasi ke liga 3, maka kita semua setuju dicap gagal," ujarnya.

"Faktanya, kita ngambil alih pengelolaan tim tahun 2018 dari liga 2 yang terpuruk dengan total utang Rp28 miliar, tunggakan gaji pemain waktu itu Rp3 miliar. Total beban kita waktu itu, Rp 31 miliar. Jadi jelas, kita mengambil alih Sriwijaya FC, dari keterpurukan degradasi dan persoalan keuangan," sambung Hendri.

Pada saat itu, untuk membebaskan finansial SFC agar bisa kembali tampil berkompetisi di Liga 2 2019.

"Manajemen SFC yakni HZ dan Bapak Asfan Fikri Sanap, membantu mencarikan pinjaman sebesar Rp 3 miliar. Kemudian dari sisi prestasi, upaya manajemen dan tim Sriwijaya FC yang berusaha target untuk bisa kembali naik ke Liga 1, ia menyebut dinilai luar biasa maksimal," ujar Hendri.

Baca Juga:Prakiraan Cuaca Sumsel 2 Juni 2022, Palembang Bakal Hujan di Malam Hari

Kemudian lebih dari itu, masyarakat Sumatera Selatan, khususnya para penggemar dan suporter Sriwijaya FC, bahwa kondisi keuangan klub pada tahun 2020 dan 2021 sangat sulit.

"Bayangkan saja, kita defisit hingga Rp 6 miliar pada tahun 2020. Penyebabnya jelas, karena kompetisi dihentikan karena covid. Sehingga para sponsor batal menggelontorkan dananya," ujarnya.

"Luar biasa kita masuk semi final. Kita kalah melawan Persita dan Persiraja. Artinya, semangat untuk masuk Liga 1 itu luar biasa. Semua upaya dilakukan, tidak perlu saya beberkan upayanya secara gamblang. Yang jelas, saran dari suporter dan penggemar, sudah dilakukan semua. Menurut saya, itu faktor takdir saja yang membuat kita belum lolos ke liga 1," imbuh Hendri.


 
"Sekali lagi, saya berterima kasih kepada para penggemar yang memberikan masukan dan kritik. Kita kerja untuk Sriwijaya FC dengan keikhlasan dan kecintaan. Terakhir, mohon doanya, mudah-mudahan Sriwijaya FC dapat segera bangkit ke liga 1, sesuai dengan cita-cita kita bersama. Hasil akhir, Allah SWT yang menentukan.

Hendri juga mengungkapkan mengenai musim 2022 ini. Usai mengikuti Kongres PSSI di Bandung, menyimpulkan semua tim hampir 80 persen belum ada persiapan.

Baca Juga:Harga Telur Ayam di Sumsel Meroket, Tembus Rp28.000 per Kilogram

"Baru ngotak-ngatik. Karena semua tim trauma, karena kompetisinya kapan dan bagaimana bentuknya belum tahu pasti. Semuanya masih kabur, nantinya berapa wilayah. Nah itu sebetulnya sangat menentukan. Kesiapan kita sekarang, masih menunggu pengelola klub ini. Apakah akan bekerjasama dengan pihak luar (investor/akuisisi), ataukah nanti pengurus ini akan dirombak. Kita lihat dalam minggu ini.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini