Cek Sri mengatakan disaat Ramadan ini jumlah pembelinya tidak seramai hari-hari biasa. Bahkan, dirinya pun mengurangi jumlah produksi pempek dari yang biasanya 20 kilogram perhari jadi 10 kilogram.
"Lebih sepi dari hari biasa jadi untuk bulan puasa ini dikurangi. Lokasi kami ini kan di bawah, jadi yang kesini pastinya sekalian mau ngabuburit atau jalan-jalan sore," imbuhnya.
Walaupun omset selama Ramadan tidak sebanyak hari biasa, Cek Sri memilih untuk tetap membuka warung apung miliknya.
"Agak santai bulan puasa ini, kalau kami gak jualan banyak yang tanya. Makanya walau sepi kami tetap jualan. Libur itu kalau mau renovasi kapal, sebulan full itu libur," pungkasnya.
Kotributor: Melati Putri Arsika