Gunung Dempo Sumsel Naik ke Status Waspada, Warga Diminta Siaga

Gunung Dempo di Sumsel menunjukkan peningkatan aktivitas menjadi waspada, warga diminta siaga

Tasmalinda
Jum'at, 07 Januari 2022 | 20:52 WIB
Gunung Dempo Sumsel Naik ke Status Waspada, Warga Diminta Siaga
Gunung Dempo. Gunung Dempo mengalami peningkatan status menjadi waspada. (Suara.com/Tasmalinda)

Pada saat cuaca cerah tidak teramati adanya hembusan gas/asap dari arah kawah/puncak.

Pada 3 Januari 2022 teramati hembusan gas dari arah kawah/puncak berwarna putih tebal dengan tinggi sekitar 150 meter dari atas puncak. Hembusan tidak berlangsung menerus, pada 4 - 6 Januari 2022 tidak teramati hembusan gas dari arah kawah/puncak.

Jenis gempa yang terekam selama periode 1 Desember 2021 hingga 6 Januari 2022 yakni Gempa Hembusan, Low Frequency, Vulkanik Dalam, Tektonik Lokal, Tektonik Jauh dan Tremor Menerus. Selain itu, tremor Menerus dengan amplitudo 0.5 – 2 mm (dominan 0.5 mm) mulai terekam pada tanggal 4 hingga 6 Januari 2022.

Pengamatan visual menunjukkan kenaikan aktivitas hembusan gas dari kawah/puncak, seiring dengan kemunculan getaran tremor yang mengindikasikan adanya kenaikan fluida (gas, cairan, batuan padat) ke kedalaman lebih dangkal.

Baca Juga:Catat, Ini 15 Lokasi Operasi Pasar Minyak Goreng yang Digelar Pemprov Sumsel

Hasil spektogram gempa Gunung Dempo dari tanggal 1 hingga 6 Januari 2022 menunjukkan energi gempa frekuensi rendah meningkat sejak tanggal 3 Januari 2022.

Potensi ancaman bahaya saat ini berupa erupsi freatik menghasilkan abu dan hujan lumpur, serta hembusan gas vulkanik konsentrasi tinggi yang sebarannya terbatas di sekitar kawah/puncak.

Erupsi freatik secara tiba-tiba tanpa didahului oleh gejala peningkatan yang jelas. Radius terdampak material jatuhan bisa mencapai 1 Km dari kawah, serta aliran lumpur ke arah 2 Km sektor utara searah bukaan kawah.

Gunung Dempo di Sumsel ini secara geografis mempunyai ketinggian 3.049 meter dari permukaan laut, berada di wilayah Kota Pagaraam, dan dua kabupaten lainnya yakni Kabupaten Lahat dan Kabupaten Empat Lawang di Sumatera Selatan.

Letusan Gunung Dempo tercatat sejak tahun 1818 dan hingga kini telah terjadi 21 kejadian erupsi dengan selang waktu erupsi terpendek satu tahun namun terpanjang 26 tahun.

Baca Juga:Prakiraan Cuaca Sumsel 7 Januari 2022, Hujan Lebat akan Terjadi pada Wilayah Ini

Erupsi terakhir terjadi pada tanggal 1 Januari 2009 pukul 10:45:51 WIB. Pada tahun 2021 terjadi peningkatan kegempaan berupa pemunculan getaran Tremor Menerus selama bulan April sampai September 2021.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini