facebook

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Mantan Sekda Sumsel Dituntut Penjara 10 Tahun di Korupsi Masjid Sriwijaya

Tasmalinda Rabu, 08 Desember 2021 | 19:28 WIB

Mantan Sekda Sumsel Dituntut Penjara 10 Tahun di Korupsi Masjid Sriwijaya
Sidang korupsi kasus masjid Sriwijaya Palembang, mantan Sekda dituntut penjara 10 tahun [Suara.com/Welly Jt]

Dua terdakwa kasus masjid Raya Sriwijaya, Mukti Sulaiman dan Ahmad Nasuhi dituntut penjara 10 tahun dan 15 tahun.

SuaraSumsel.id - Mantan Sekda Sumsel, Mukti Sulaiman dituntut 15 tahun penjara dalam dugaan kasus korupsi dana hibah Masjid Raya Sriwijaya selama 15 tahun penjara.

Selain mantan Sekda Sumsel,  mantan Plt Kabiro Kesra pemprov Sumsel Ahmad Nasuhi kurungan penjara 15 tahun.

JPU Kejati Sumsel dalam tuntutan yang dibacakan  di hadapan majelis hakim Tipikor Palembang yang diketuai Abdul Aziz SH MH, keduanya terbukti melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama.

"Sebagaimana diatur dan diancam dalam dakwaan primer melanggar Pasal 2 ayat (1) Jo Pasal 18 UU nomor 20 tahun 2001 tentang tindak pidana korupsi Jo Pasal 55 ayat 1 ke (1) KUHP Jo Pasal 64 ayat 1 KUHP," ujar JPU Iskandar saat bacakan tuntutan, Rabu (8/12/2021). 

Baca Juga: BMKG Minta Warga Sumsel Waspada, Potensi Bencana Hidrometeorlogi Meningkat

Hal yang memberatkan perbuatan terdakwa yakni  perbuatan kedua  terdakwa tidak mendukung program pemerintah dalam  memberantas korupsi, serta selaku pejabat Pemerintah harusnya memberikan contoh yang baik kepada masyarakat.

"Selain itu hal yang memberatkan lainnya, yang menjadi objek dalam perkara ini terjadi pada masjid yang merupakan rumah ibadah," ujar JPU Iskandar.

Hal yang meringankan sambung yakni kedua terdakwa bersikap sopan selama persidangan.

Tidak hanya mengganjar pidana penjara, JPU Kejati Sumsel yang ketuai  Roy Riady, SH, MH juga menuntut keduanya masing-masing dengan pidana denda sebesar Rp750 juta dengan subsider enam bulan kurungan penjara.

Atas tuntutan pidana tersebut, kedua terdakwa yang dihadirkan secara virtual,  masing-masing diberikan waktu sembilan hari oleh majelis hakim, untuk menyusun nota pembelaan, baik secara tertulis maupun secara pribadi oleh masing-masing terdakwa.

Baca Juga: Soal Pembatalan PPKM Level 3, Sumsel Masih Tunggu Surat Edaran

Dana pembangunan Masjid Raya  Sriwijaya menggunakan dana hibah dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumsel tahun anggaran 2015 dan 2017, dengan total Rp130 miliar.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait