Korban Kekerasan Seksual Unsri Kian Bertambah, WCC: Rektor Harus Nonaktifkan Kaprodi

Lembaga WCC meminta Rektorat mengambil tindakan tegas guna menonaktifkan pelaku yang kini menjabat Kaprodi Manajemen Strata Satu.

Tasmalinda
Minggu, 05 Desember 2021 | 13:16 WIB
Korban Kekerasan Seksual Unsri Kian Bertambah, WCC: Rektor Harus Nonaktifkan Kaprodi
Ilustrasi kekerasan seksual, WCC meminta Rektor harus nonaktifkan Kaprodi, Reza Ghasarma [SuaraJogja.com / Ema Rohimah]

Pada kasus Unsri, Yenni, menambahkan saat para korban telah berani mengungkapkan peristiwa kekerasan seksual yang dialami, namun pihak Rektorat malah terkesan melindungi pelaku.

"Adanya upaya-upaya pemanggilan yang dilakukan kampus, tanpa adanya pendampingan, sekaligus menegaskan jika tidak hadir maka akan memperngaruhi pada masalah-masalah lainnya, maka ini jelas sebuah intimadasi," terang dia.

"WCC mendorong agar para korban kekerasan seksual berani berbicara atas pelecehan seksual yang dialaminya," harap Yenni.

Sampai dengan Minggu (5/12/2021), Polda Sumsel telah menerima empat laporan mahasiswi yang menjadi korban kekerasan seksual di Unsri.

Baca Juga:Waspada, Potensi Cuaca Ekstrem Terjadi di Sumsel Sepekan ke Depan

Empat mahasiswi ini mengadukan dua dosen yang berada di dua fakultas yang berbeda. Satu mahasiswi melaporkan seorang dosen di Fakultas FKIP, tiga mahasiswi melaporkan dosen di Fakultas Ekonomi.

Untuk kasus pertama, polisi telah memeriksa korban dan saksi sekaligus melakukan olah TKP, sedangkan pada kasus kedua, polisi  telah melengkapi laporan korban pelecehan seksual tersebut.

Mulanya, dosen Reza Ghasarma yang diketahui Ketua Prodi Manajemen Fakultas Ekonomi ini dilaporkan oleh dua mahasiswi. Pada Sabtu (4/12/2021) sore, seorang mahasiswi lagi kembali melaporkan dosen tersebut.

Pihak rektorat melalui Wakil Rektor I, Zainuddin Nawawi saat dihubungi mengungkapkan dosen terlapor tiga mahasiswi tersebut tidak mengakui perbuatan pelecehan seksualnya tersebut.

Baca Juga:Sumsel Bakal Jadi Tuan Rumah Pameran Museum Nasional 2022

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini