alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Viral Honorer Dukcapil Emosi pada Ketua RT, Ditagih e-KTP Warga

Tasmalinda Selasa, 14 September 2021 | 13:00 WIB

Viral Honorer Dukcapil Emosi pada Ketua RT, Ditagih e-KTP Warga
Amran, Ketua RT yang mendapatkan perlakukan tak sopan dari petugas Dukcapil Palembang [Welly JS/Suara.com]

Sebuah video viral memperlihatkan, petugas Dukcapil yang emosi dengan warga. Usut punya usut, warga mempertanyakan e-KTP yang tak kunjung selesai.

SuaraSumsel.id - Sebuah video viral memperlihatkan keributan petugas Dinas Pendudukan dan Catatan Sipil atau Dukcapil kota Palembang. Tampak, petugas yang diketahui pegawai honorer tersebut emosi kepada warga yang datang ke kantornya.

Peristiwa itu diungkapkan terjadi pada Senin (13/9/2021), sekitar pukul 14.00 WIB. Video berdurasi 12 detik tersebut memperlihatkan seorang warga dengan akun @amranwie dan seorang oknum Honorer Disdukcapil.

Akun @amranwie menuliskan narasi, jika ia hendak mengurus e-KTP yang telah didaftarkannya secara online. Amran yang merupakan Ketua RT, menanyakan bagaiamana proses percetakkan Kartu Tanda Penduduk (KTP) yang ia urus secara online.

" Payo kito begojo (Ayo, kita berkelahi)," ajak Amran menantang. Lalu oknum pegawai Disdukcapil berusaha menghindari.

Baca Juga: BMKG: Sumsel Harus Bersiap Bencana Hidrometeorologi hingga 2022

"Sudah sanolah pegila sano (Sudah, pergi semua), kamu tu tuo aku ni masih mudo (kalian sudah tua, aku masih muda)," jawab oknum tersebut dengan nada tinggi.

Usut punya usut, kejadian tersebut memang direkam oleh Amran yang kemudian diunggah ke media sosial pribadinya.  Pada keterangan di media sosialnya, Amran menceritakan jika ia datang ke kantor Dukcapil Palembang guna mengurus KTP yang didaftarkannya secara online melalui aplikasi Whats App.

ILUSTRASI e-KTP untuk Transgender. (Antara)
ILUSTRASI e-KTP . (Antara)

Setelah 10 hari menunggu, Amran mendatangi Disdukcapil guna menanyakan perihal KTP-nya.

" Inilah perilaku yang kurang pantas dilakukan oknum Disdukcapil kota Palembang saat melayani saat melayani masyarakat untuk membuat KTP online 10 hari saya menanyakan kepada oknum yang tadi marah - marah ke saya , saya selaku ketua RT tidak senang kepada oknum tersebut. Mohon kepada bapak wlikota @harnojoto dan Ibu @fitriantiagustinda untuk menindak lanjuti agar tidak terjadi seperti ini lagi kedepannya demikian terima kasih," tulis Amran di caption instagram miliknya. 

Saat dikonfirmasi, Amran membenarkan kejadian tersebut. Dikatakannya, ia datang ke kantor Dukcapil guna mengurus KTP milik wargannya yang sudah 10 hari didaftarkan secara online.

Baca Juga: Lagi, Kepala Dinas ESDM Sumsel Jadi Manajer Sriwijaya FC

Saat datang ke Disdukcapil ia bertanya pada petugas di lantai satu, perihal percetakkan KTP tersebut.

" Tiba di lantai dua saya bertemu oknum honorer Disdukcapil itu, tiba - tiba langsung marah - marah. Saya tidak senang perlakukan dia dan langsung saya ambil video untuk saya viralkan," ujar Amran kepada Suara.com, Selasa (14/9/2021). 

Menurut Amran, saat kejadian hanya keributan mulut, dan sempat ada anggota Pol PP dan petugas yang melerai keributan.

Viral oknum Dukcapil Palembang ribut dengan Ketua RT [instagram]
Viral oknum Dukcapil Palembang ribut dengan Ketua RT [instagram]

" Saya inikan warga dan kebetulan juga menjabat sebagai Ketua RT 42, Kelurahan Karang Anyar Kecamatan Gandus Palembang untuk membantu warga saya mengurus KTP. Saya harus bolak balik lantai satu dan dua tiba - tiba diperlakukan seperti ini saya berharap kejadian ini tidak terulang lagi," ujarnya. 

Meski demikian, Amran pun meminta kepada netizen agar berkomentar baik atas peristiwa tersebut." Saya meminta kepada netizen agar tidak berkomentar dan menghujat  jika tidak tahu pokok permasalahannya," ujarnya. 

Sementara perihal pengurusan e-KTP, ia pun mengaku sudah ada petugas Dukcapil yang akan membantu mengurus e-KTP tersebut.

" Saya tidak mau lagi (mengurus), karena saya sudah sakit hati," cetus Amran.

Menanggapi kejadian ini, Kepala Dinas Disdukcapil Kota Palembang Dewi Isnani menjanjikan akan membina pegawainya lebih baik.

" Terima Kasih infonya. Ini hanya miss (kesalahpahaman) saja. Mohon maaf atas ketidaknyaman ini dan saya akan memberikan pembinaan terus ke seluruh jajaran Disdukpcapil. Mengenai KTP yang diurus, sudah diselesaikan dan dicetak," ujarnya dikonfirmasi Suara, Selasa (14/9/2021).

Kontributor: Welly Jasrial Tanjung 

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait