alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Rumah Dijaga Ketat, Polisi Periksa Kejiwaan Anak Akidi Tio

Tasmalinda Kamis, 05 Agustus 2021 | 15:04 WIB

Rumah Dijaga Ketat, Polisi Periksa Kejiwaan Anak Akidi Tio
Polisi dari tim kesehatan Polri memeriksa kesehatan anak Akidi Tio, Heryanty [Fitria/Suara.com]

Anak Akidi Tio, Heryanty masih dalam penjagaan polisi.

SuaraSumsel.id - Polisi menjaga ketat kediaman anak almarhum Akidi Tio, Heryanty (sebelumnya tertulis Heriyanti). Selain itu, polisi pun juga memeriksa kesehatan kejiwaan anak bungsu Akidi Tio tersebut.

Pada pukul 11.12 WIB, di kediaman Heriyanti tampak didatangi tim dokter termasuk, pihak psikolog. Tampak, satu diantaranya Kasubag Psipers Bag Psikolog Ro SDM Polda Sumsel Kompol Jarot Budi Purnomo bersama dua rekannya untuk memeriksa. Tim ini nampaknya memeriksa kejiwaan anak bungsu Akidi Tio tersebut.

Selama satu jam setengah, tim melakukan pemeriksaan. Tim pihak kepolisian dijemput oleh kendaraan jenis Honda CRV dengan nomor polisi BG 1142 IO.

Usai melakukan pemeriksaan, Jarot yang mengenakan pakaian krem dan rekannya pergi meninggalkan kediaman Heriyanti tanpa sepatah katapun menjawab pertanyaan dari awak media.

Baca Juga: Kapolda Sumsel tak Kenal Heriyanti Anak Akidi Tio, Minta Maaf Sudah Buat Gaduh

Sebelum masuk mobil, Djarot hanya memberi isyarat maaf dengan mengatupkan kedua tangannya di hadapan media.

Sementara, Heriyanti maupun anggota keluarganya belum terlihat keluar dari kediamannya sejak pagi.

Pada saat yang bersamaan, Kapolda Sumatera Selatan, Irjen Pol Eko Indra Heri meminta maaf atas kegaduhan donasi Rp 2 triliun Akidi Tio.

Anak Akidi Tio [Antara]
Anak Akidi Tio [Antara]

Kapolda Sumatera Selatan, Irjen Pol Eko Indra Heri menyampaikan permohonan maaf terkait kasus dugaan sumbangan fiktif Rp 2 triliun Akidi Tio.

"Saya memohon maaf kepad seluruh masyarakat Indonesia, terkhusus Kapolri, kepada masyarakat Sumatera Selatan, tokoh agama, tokoh agama, dan terkhusus unsur Muspida," ujar Kapolda, Kamis (5/8/2021).

Baca Juga: Tak Cukup Minta Maaf, Kapolda Sumsel Perlu Dicopot untuk Hindari Konflik Kepentingan

 Kapolda Sumsel juga mengakui jika dirinya salah. Sebagai seorang manusia, ia mengaku memiliki kelemahan, sebagai individu.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait