alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Sekolah Tatap Muka di Pangkalpinang Hendaknya Diawasi Ketat

Tasmalinda Selasa, 27 Juli 2021 | 06:15 WIB

Sekolah Tatap Muka di Pangkalpinang Hendaknya Diawasi Ketat
Siswa berdoa usai pengenalan lingkungan sekolah pada hari pertama pembelajaran di SDN 1 Lhokseumawe, Aceh, Senin (12/1/2021). ANTARA FOTO/Rahmad

DPRD Pangkalpinang, meminta pemerintah mengawasi secara ketat sekolah yang sudah melaksanakan ujicoba belajar tatap muka.

SuaraSumsel.id - Pemerintah Kota Pangkalpinang diminta mengawasi secara ketat terhadap sekolah-sekolah yang melaksanakan uji coba kegiatan belajar tatap muka mengingat jumlah kasus Covid-19 masih tinggi.

"Kami minta Pemkot melalui Dinas Pendidikan Pangkalpinang untuk mengawasi secara ketat SD dan SMP yang sudah melaksanakan pembelajaran tatap muka mengingat kasus positif COVID-19 di kota itu masih tinggi," kata anggota DPRD Pangkalpinang, Rio Setiady, di Pangkalpinang, Senin.

Ancaman pandemi Covid-19 sampai saat ini masih berlangsung dan Pangkalpinang masih menjadi zona risiko tinggi.

Meskipun belum ditetapkan sebagai daerah PPKM level 4, namun tambahan kasus masih terjadi 100 orang positif per hari.

Baca Juga: Ini Alasan Akidi Tio Berdonasi Rp 2 Triliun Penanganan COVID 19 di Sumsel

"Dengan pertimbangan masih tingginya tambahan kasus per hari, kami minta Pemkot mempertimbangkan kembali kebijakan pembelajaran tatap muka. Saat ini kita dalam kondisi kondisi darurat, keselamatan jiwa adalah hal yang utama," ujarnya.

Menurut dia, penularan virus tidak bisa diprediksi sehingga diharapkan seluruh masyarakat meningkatkan kewaspadaan dan meminimalkan risiko penularan.

"Hari ini bisa jadi Covid-19 varian baru sudah ada di sekitar kita. Tentu kita tidak ingin ada klaster di sekolah manapun, baik tenaga pendidik maupun siswa-siswi," kata ia.

Ia mengpresiasi kepada Dinas Pendidikan Pangkalpinang, belum mewajibkan siswa siswi mengikuti pembelajaran tatap muka.

"Kami cukup maklum ada kegelisahan dari beberapa pihak yang mengkhawatirkan pembelajaran jarak jauh atau pembelajaran daring, karena evaluasi pendidikan kita satu tahun terakhir banyak catatan karena kurangnya interaksi siswa dengan tenaga pendidik, namun dalam hal ini kesehatan dan keselamatan menjadi faktor utama yang harus didahulukan," katanya. (ANTARA)

Baca Juga: Sampai 2 Agustus, Ini Target Testing COVID 19 saat PPKM Empat Wilayah di Sumsel

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait