facebook

Highlight Terpopuler News Lifestyle Indeks

Jangan Menumpuk di Palembang, Ini Regionalisasi Lab Tes COVID 19

Tasmalinda Minggu, 06 Juni 2021 | 10:21 WIB

Jangan Menumpuk di Palembang, Ini Regionalisasi Lab Tes COVID 19
Ilustrasi pemeriksaan spesimen Covid-19. (Dok. BPOM) Jangan Menumpuk di Palembang, Ini Regionalisasi Lab Tes COVID 19

Dinas kesehatan Sumatera Selatan menginginkan agar lokasi pemeriksaan sampel kasus-kasus COVID 19 berdasarkan regional kabupaten/kota.

SuaraSumsel.id - Dinas Kesehatan Sumatera Selatan berencana mengembangkan lokasi pemeriksaan sampel kasus-kasus COVID-19 berdasarkan regional kabupaten/kota. Hal ini dilakukan agar tidak menumpuk dan bertumpu di laboratorium PCR di Kota Palembang.

Kasi Surveilans dan Imunisasi Dinkes Sumsel Yusri di Palembang, mengatakan jauhnya jarak pengiriman dan penumpukan sampel dari 17 kabupaten/kota di Balai Besar Laboratorium Kesehatan (BBLK) Palembang menyebabkan hasil pemeriksaan baru bisa diketahui lebih dari satu hari.

"Harapannya ketika pemeriksaan PCR sudah dibagi maka hasilnya bisa keluar kurang dari 24 jam, supaya orang yang diperiksa bisa langsung cepat diputuskan isolasi atau tidak," ujarnya.

Hal ini akan didiskusikan lebih lanjut pekan ini terutama menyangkut penyerahan bahan baku sehingga diharapkan bisa terealisasi pada Juli. Sejauh ini pihaknya baru memetakan rencana pembagian regional kabupaten/kota.

Baca Juga: Penusuk Polisi di Palembang Mengaku Teroris, Kapolda Sumsel: Tidak Langsung Dipercaya

Pemeriksaan PCR dari Kabupaten Muara Enim , Empat Lawang, dan Pagaralam akan dipusatkan di Kabupaten Lahat, kemudian untuk Kabupaten OKU dan OKU Selatan dipusatkan di Kabupaten OKU Timur.

Pemeriksaan dari Kota Lubuklinggau dan Kabupaten Muratara dipusatkan di Kabupaten Musi Rawas.

Sampel dari Kota Prabumulih, Kabupaten Banyuasin, Ogan Ilir, Ogan Komering Ilir dan Banyuasin tetap diperiksa di Kota Palembang, namun akan terbagi di BBLK Palembang dan BTKL Palembang serta laboratorium lain yang bersedia.

"Khusus Musi Banyuasin bisa periksa sendiri," kata dia.

Yusri menyebut kabupaten/kota yang menjadi pusat pemeriksaan telah memiliki laboratorium yang mumpuni, namun untuk merealisasikan regionalisasi itu diperlukan komitmen penganggaran masing-masing pimpinan.

Baca Juga: Sumsel Pastikan Pembelajaran Tatap Muka Mulai Juli 2021

"Karena mungkin jam kerja petugas perlu ditambah dan itu harus ada insentif, mau tidak kabupaten itu memeriksakan daerah lain tapi mereka yang menganggarkan? Harusnya mau, karena sekarang ini berbicara sistemik menyeluruh di mana semua daerah masuk bagian Satgas Penanganan COVID-19, daerah juga bisa inisiatif menganggarkan bahan bakunya," ujar Yusri.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait