Pasar Cinde, Pasar Legendaris yang Pembangunan Mangkrak Tiga Tahun

Pada tahun ini, Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan menginginkan pembangunan pasar legendaris ini diambil alih kembali.

Tasmalinda
Kamis, 03 Juni 2021 | 14:30 WIB
Pasar Cinde, Pasar Legendaris yang Pembangunan Mangkrak Tiga Tahun
Tanpak kondisi pasar Cinde Palembang [pemotretan atas] Pasar CInde, Pasar Legendaris yang Pembangunan Mangkrak Tiga Tahun

Dengan struktur menggunakan cendawan atau pedestoel, Pasar Cinde pun disebut-sebut sebagai kembaran pasar Johar Semarang yang merupakan hasil arsitektur Herman Thomas Karsen.

Pada masa perang 5 hari 5 malam 1947, pasar ini pun menjadi sejarah titik pertempuran masyarakat mempertahankan serangan sekutu.

Pasar Cinde memiliki bentuk arsitektur dengan sistem struktur modern dengan kolom seperti jamur tanpa mengawinkan balok yang menopang konstruksi atap dak beton.

Pasar Cinde sebelum dibongkar [ANTARA]
Pasar Cinde sebelum dibongkar [ANTARA]

Di Indonesia hanya dua kota yang memiliki bangunan yang memiliki bentuk kolom seperti ini yaitu Kota Palembang dan Kota Semarang.

Baca Juga:Juli 2021, Sekolah di Sumsel Gelar Pembelajaran Tatap Muka

Pasar ini sangat dikenal dengan beragam barang yang dijual, mulai dari mesin kapal, otomotif kendaraan, pangan, sandang, hingga kuliner khas Palembang.

Pagi ini, masyarakat telah mengenal pasar Cinde sebagai pasar yang menyediakan beragam sarapan khas Palembang, terutama berasal dari olahan ikan.

Saat akan dibangun menjadi pasar modern, penolakan terjadi terutama dari masyarakat sejarah yang menginginkan agar pasar Cinde dipertahankan sebagai cagar budaya.

Sayangnya, pemerintah daerah kala itu lebih memilih melanjutkan kerjasmaa hingga akhirnya meski sudah berniat mengucurkan anggaran investasi hingga Rp 330 miliar, pembangunan pasar Cinde itu pun kini mangkrak.

Belum ada pembangunan lanjutan di pasar legendaris itu.

Baca Juga:Ridwan Kamil Disebut Punya "Utang" untuk Sumsel, Ini Tiga Permintaan Gubernur Herman Deru

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini