facebook

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Periode Pengetatan Perjalanan, Bandara SMB II Beroperasi 06.00 - 20.00 WIB

Tasmalinda Kamis, 20 Mei 2021 | 13:53 WIB

Periode Pengetatan Perjalanan, Bandara SMB II Beroperasi 06.00 - 20.00 WIB
Ilustrasi bandara.(ANTARA/Khaerul Izan) Periode Pengetatan Perjalanan, Bandara SMB II Beroperasi 06.00 - 20.00 WIB

PT. Angkasa Pura II melakukan pengawalan ketentuan pengetatan perjalanan domestrik selama 18- 24 Mei.

SuaraSumsel.id - PT Angkasa Pura II (Persero) melakukan pengawalan ketentuan pengetatan perjalanan rute domestik pada 18 - 24 Mei 2021 pada seluruh bandara guna menyesuaikan level operasional. Untuk Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II di Palembang, operasional akan berlangsung pada 06.00 - 20.00 WIB 

“Pada periode peniadaan mudik 6 - 17 Mei, lalu lintas penerbangan jelas rendah. Setelah itu, penerbangan mulai merangkak naik, dan ini salah satu faktor yang membuat bandara AP II melakukan penyesuaian level operasional. Pemerintah juga telah menetapkan periode pengetatan perjalanan pada 18 - 24 Mei,” kata VP President Director AP II Muhammad Awaluddin dalam pernyataan pers di Jakarta, Kamis (20/5/2021).

Muhammad Awaluddin mengatakan mulai 18 Mei, setiap bandara AP II melakukan penyesuaian level operasional.

Mayoritas, level operasional dinaikkan 1 tingkat lebih tinggi menjadi di level slowdown operation, dibandingkan dengan sebelumnya yakni Minimum Operation pada periode peniadaan mudik 6 - 17 Mei.

Baca Juga: Kuota Penerimaan CPNS dan PPPK Sumsel 29.937, Rincian Per Kabupaten/Kota

Tiga level operasional ini diperkenalkan AP II sejak pandemi COVID-19 melanda Indonesia

Muhammad Awaluddin memaparkan melalui pilihan level operasional ini, bandara AP II dapat memperkuat aspek operasional untuk memenuhi berbagai prosedur dengan cepat (resilient operation), mengikuti perkembangan di lapangan dengan cepat (agility operation), serta mempertimbangkan penggunaan sumber daya (lean operation).

“Setiap bandara dapat menetapkan level operasional masing-masing, apakah Normal, Slowdown atau Minimum, untuk menciptakan resilient operation, agility operation, dan lean operation guna menghadapi tantangan COVID-19 dan tetap menjaga konektivitas udara Indonesia," ujarnya.

Muhammad Awaluddin mengungkapkan manfaat lain yang dirasakan dari penetapan level operasional antara lain perlindungan kepada karyawan (Workforce Protection) dan efisiensi operasional.

Selain itu, manfaat lainnya adalah bandara-bandara AP II dapat melakukan optimalisasi dan efisiensi secara signifikan seperti di Bandara Soekarno-Hatta yang mampu melakukan efisiensi penggunaan listrik hingga 45 - 51 persen dan penggunaan air yang dihemat berkisar 43 - 49 persen dibandingkan dengan rencana awal.

Baca Juga: Kuota Penerimaan CPNS dan PPPK 2021 Sumsel 29.937, Berikut Cara Daftarnya

“Misalnya, pada Slowdown Operation tidak semua personel harus datang ke bandara, namun dilakukan penataan jam kerja [shift hour] yang selaras dengan lalu lintas penerbangan. Ketika personel berada di rumah, maka itu akan memperkuat aspek Workforce Protection,” pungkas Muhammad Awaluddin.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait