Nilai Ekspor Pertanian Sumsel Naik Tajam di Februari 2021

Nilai ekspor pertanian Sumsel itu mengalami kenaikan cukup signifikan hingga 74,80 persen

Wakos Reza Gautama
Senin, 15 Maret 2021 | 14:07 WIB
Nilai Ekspor Pertanian Sumsel Naik Tajam di Februari 2021
Ilustrasi Kelapa. Ekspor pertanian Sumsel meningkat salah satunya ditopang ekspor kelapa ke Tiongkok. (Pixabay/nipananlifestyle)

Sumsel juga mengembangkan ekowisata di sejumlah lokasi, seperti air terjun di KPH Bukit Nanti yang memiliki potensi air terjun dan air panas.

Pemerintah terus mendorong pengembangan HHBK ini karena dapat menyumbang pendapatan bagi negara, seperti produk madu hutan yagn dapat memberikan pendapatan negara bukan pajak (PNBP) sebesar 6 persen dari setiap kilogram penjualannya.

Pemprov juga sedang membuat aturan berupa Peraturan Gubernur (Pergub) tentang pengelolaan hasil hutan. Dalam aturan tersebut nantinya, pemerintah akan mendapatkan bagian dari hasil hutan yang digarap oleh masyarakat.

"Seperti di Lakitan Bukit Sokong itu ada potensi tanaman durian Bawor lebih kurang 5 Hektare. Nanti dari hasil penjualan tersebut, 20 persennya akan masuk ke kas daerah. Sebab, penanaman pohon durian itu menggunakan dana APBD," kata dia.

Baca Juga:Ekspor Februari 2020 Meroket 8,56 Persen, Kini jadi 15,27 Miliar Dolar AS

Dana tersebut nantinya akan dikelola kembali untuk melestarikan tanaman hutan. Hasilnya juga nanti bisa dinikmati masyarakat. Apalagi Perda-nya sudah ada, yakni Perda No 6 Tahun 2020 tentang Bangunan Hutan Produksi dan Hutan Lindung.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini