alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Setelah Guru Divaksinasi, Disdik Pertimbangkan Sekolah Tatap Muka

Tasmalinda Rabu, 03 Maret 2021 | 20:11 WIB

Setelah Guru Divaksinasi, Disdik Pertimbangkan Sekolah Tatap Muka
Pembelajaran daring di Sumsel [Fitria/Suara.com] Sekolah tatap muka baru akan dilaksanakan setelah vaksinasi guru.

Dinas Pendidikan mempertimbangkan sekolah tatap muka dapat digelar

SuaraSumsel.id - Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan mempertimbangkan akan menggelar sekolah tatap muka setelah pemberian vaksin pada para guru.

Hal ini diungkapkan Kepala Dinas Kesehatan, Reza Pahlevi, Rabu (3/3/2021).

Dikatakan ia, meski nantinya proses pembelajaran tatap muka sudah dilaksanakan namun seluruh sekolah masih wajib melaksanakan protokol kesehatan, 3M yakni mencuci tangan, memakai masker dan menjaga jarak.

Pengawasan terhadap siswa dengan meningkatkan kesadaran pada orang tua dan masyarakat, juga mutlak dilaksanakan.

Baca Juga: Setelah Vaksinasi Pedagang, Guru di Sumsel Bersiap Disuntik Vaksin Covid 19

“Sekolah di Sumsel, pada dasarnya siap melakukan pengawasan terhadap siswa mulai dari masuk sekolah hingga pulang,” katanya Rabu (3/3/2021).

Pertimbangan lainnya mengapa sekolah di Sumatera Selatan belum juga dilaksanakan tatap muka akibat status penyebaran virus covid 19 yang masih berada di zona oranye.

“Jika guru sudah divaksin, dan zona covid 19 sudah hijau, maka pertimbangan agar sekolah tatap muka,” terang ia.

Ia pun mengungkapkan jika sekolah tatap muka sudah sangat dinanti, mengingat pembelajaran daring memang kurang efektif berdasarkan kurikulumnya.

“Ada yang tidak tergantikan, misalnya interaksi guru dan siswa saat belajar online dan offline. Secanggih apapun teknologi, maka tidak bisa menggantikan hal tersebut,” terang ia.

Baca Juga: Status Siaga Ditetapkan Lebih Cepat, Desa Rawan Karhutla Sumsel Menurun

Sebelum pembelajaran tatap muka dimulai, maka sekolah harus mendapatkan persetujuan dari orang tua dan komite sekolah.

Selain itu, proses pembelajaran baru dapat dilaksanakan dengan kapasitas 50 persen di setiap kelas.

“Jika ada orang tua yang masih khawatir, maka tetap kita layani untuk sekolah secara daring,” pungkas ia.

Reporter: Fitria

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait