alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Palembang Belum Zona Hijau, Pembelajaran Daring Diperpanjang Lagi

Tasmalinda Rabu, 24 Februari 2021 | 17:24 WIB

Palembang Belum Zona Hijau, Pembelajaran Daring Diperpanjang Lagi
Siswi di Palembang tengah belajar secara daring [Fitria/suara.com] Pembelajaran daring di Palembang diperpanjang lagi.

Pemerintah memutuskan belum akan menyelenggarakan sekolah tatap muka di Palembang pada jenjang pendidikan sekolah dasar dan sekolah lanjutan pertama.

SuaraSumsel.id - Rencana pembalajaran tatap muka di Palembang kembali ditunda. Hal ini merupakan hasil kesepakatan rapat yang digelar Pemerintah Kota Palembang bersama dengan unsur terkait.

Diungkapkan Kepala Dinas Pendidikan kota Palembang, Zulinto, pihaknya telah menggelar rapat bersama dengan Dinas Kesehatan, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) kota Palembang, satuan tugas penanganan covid 19 serta pihak terkait lainnya, Selasa (23/2/2021).

“Hasil rapatnya memutuska untuk tidak menyelenggaran sekolah tatap muka, atau langsung dating ke sekolah. Prinsipnya, kita memutuskan belum mengizinkan sekolah menggelar pembelajaran offline,” ujarnya kepada Suarasumsel.id, Rabu (24/2/2021).

Pertimbangan utama belum menyelenggarakan pembelajaran tatap muka, ialah status zona penularan covid 19. Saat ini, Palembang masih berzona oranye, yang diartikan dalam katagori tingkat penyebaran virus covid 19 yang sedang.

Baca Juga: Capai Harga Tertinggi, Karet Sumsel Tembus Rp 20.000/Kg

“Karena belum zona hijau. Itu pertimbangannya,” terang ia.

Selain itu, ketika tetap memaksakan untuk menggelar pembelajaran tatap muka, maka akan banyak yang perlu dipersiapkan sekolah.

“Sekolah harus tertib dan disiplin menjalankan protocol kesehatan. Selain itu, sekolah pun harus menyediakan tempat isolasi, jika kemungkinan terjadi penyebaran dengan kluster sekolah bersangkutan,” tegas Zulinto.

Ruangan isolasi yang dimaksud juga bisa memanfaatkan ruangan atau bangunan Unit Kesehatan Sekolah (UKS).

“Misalnya pun sekolah tatap muka, maka metodenya bisa dengan mengurangi jumlah siswa yang hadir dengan menggunakan sistem sift, atau mengurangi waktu siswa berada di sekolah, mengurangi waktu belajar,” terang ia.

Baca Juga: Ini Penyebab Produktivitas Padi Sumsel Masih Rendah

Siswa menyimak materi pelajaran yang disampaikan guru sambil mengenakan masker saat hari pertama dimulainya kembali pembelajaran tatap muka di SDN 82/I Serasah, Batanghari, Jambi, Senin (22/2/2021). ANTARA FOTO/Wahdi Septiawan
Siswa menyimak materi pelajaran yang disampaikan guru sambil mengenakan masker saat hari pertama dimulainya kembali pembelajaran tatap muka di SDN 82/I Serasah, Batanghari, Jambi, Senin (22/2/2021). ANTARA FOTO/Wahdi Septiawan

Menanggapi keinginan sekolah untuk bisa belajar online, Kepala SMA Muhammadiyah 1 Palembang Fatra menyatakan jika Pemerintah sudah memberikan lampu hijau, maka sekolah juga akan berusaha memaksimalkan menjalankan protokol kesehatan.

Meski jejang sekolah tingkat atas bukan berada di Dinas Pendidikan kota Palembang, namun ia mengungkapkan pihak sekolah sebenarnya sudah bersiap jika memang harus belajar tatap muka pada situasi pandemi ini.

“Kita sudah ada persediaan hand sanitizer yang banyak, masker, pembuatan beberapa wastafel, thermometer, serta membuat kerjasama dengan puskesmas,” katanya, Rabu (23/2/2021)

Dengan segala kesiapannya, Ia pun berharap jika pembelajaran daring bisa segera berakhir mengingat para siswa akan menghadapi ujian semester dan ujian akhir sekolah.

“Ujian sekolah secara daring itu kurang efektif karena tidak bisa dinilai secara objektif,”pungkasnya.

Reporter: Fitria.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait