Ekonomi Sumsel Terkontraksi saat Pandemi, Pertanian Disebut Penyelamatnya

Ekonomi Sumatera Selatan terkontraksi negatif saat situasi pandemi pada 2020 lalu. Sektor pertanian disebut sebagai penyelamat kondisi ekonomi tersebut.

Tasmalinda
Jum'at, 05 Februari 2021 | 18:31 WIB
Ekonomi Sumsel Terkontraksi saat Pandemi, Pertanian Disebut Penyelamatnya
Pertanian [Pixabay/zcf428526] Ekonomi Sumsel mengalami kontraksi selama pandemi, sektor pertanian disebut menyelamatkan karena masih mampu bertahan.

SuaraSumsel.id - Selama pandemi Covid 19, ekonomi Sumatera Selatan mengalami kontraksi atau mengalami penurunan. Pertumbuhannya pun menyetuh angka yang minus.

Badan Pusat Statistik (BPS) merilis pada kuartal empat tahun 2020, pertumbuhan ekonomi Sumatera Selatan atau Sumsel terkontraksi minus 1,21 persen. Angka ini lebih baik dibandingkan nasional yang terkontraksi 2,19 persen.

Sementara, pertumbuhan ekonomi Sumsel pada tahun 2020 juga terkontraksi (minus) 0,11 persen. Pertumbuhan pada tahun 2020 saat covid 19 mewabah mengakibatkan fenomena di semua kehidupan ekonomi.

Angka ini lebih rendah dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional yang juga tergerus minus akibat situasi pandemi.

Baca Juga:Ternyata Letak Cincin di Jari Punya Makna, Kalian Sudah Benar Pakai Cincin?

"Jika nasional tadi nilainya 2,19 persen. Sumsel masih berada di bawah nasional, kita lebih baik dibandingkan nasional," ujar Kepala BPS Sumsel, Endang Triwahyudi saat rilis perkembangan ekonomi kuartal IV tahun 2020 sekaligus pertumbuhan ekonomi tahunan, Jumat (5/2/2021).

Meski mengalami kontraksi, BPS mengoreksi angka pertumbuhan ekonomi pada kuartal IV dua tahun sebelumnya. Dikatakan Endang, ada perubahan nilai pertumbuhan pada tahun 2018 dan 2019 dengan cangkupan yang lebih lengkap. 

Sehingga, jika dibandingkan dengan dua tahun sebelumnya, pertumbuhan ekonomi Sumsel mengalami kontraksi yang cukup tajam namun tidak setajam pada dua tahun sebelumnya.

"Hal ini karena ada revisi cangkupan data yang masuk lebih lengkap, hingga terjadi perubahan datanya," terang Endang.

Meski demikian, ia menyebut, kondisi ekonomi Sumsel saat pandemi pada tahun 2020 cukup tertolong. Produksi pertanian, hortikultura buah dan sayur termasuk perkebunan cukup membuat ekonomi Sumsel bertahan.

Baca Juga:Kisah Guru Cabul 4 Bocah, Korban Diiming-Iming Kado Ultah

"KIta (Sumsel) tertolong dengan pertanian, horituktura seperti halnya buah durian dan duku. Sektor perkebunan meskipun harganya fluktuatif," terang Endang.

Sumsel juga tertolong dengan tanaman pertanian yang dieskspor seperti lada hitam. Komoditas lada hitam yang banyak dipergunakan bagi tanaman obat dan kuliner ini menyokong pertumbuhan ekonomi yang cukup bertahan di tengah pandemi.

"Sumsel ini ternyata ada sumber daya alam dan non alam yang perlu diperhatikan, bersyukur ekonomi Sumsel cukup baik dibandingkan empat tahun lalu," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Hoki Kamu? Cek Peruntungan Shiomu di Tahun Kuda Api 2026
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Tipe Wanita Alpha, Sigma, Beta, Delta, Gamma, atau Omega?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Motor Impian Paling Pas dengan Gaya Hidup, Apakah Sudah Sesuai Isi Dompetmu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Transformasi Geometri dan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Bisa Ganti Pekerjaan, Apa Profesi Paling Pas Buat Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Tipe Traveler Macam Apa Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Member CORTIS yang Akan Kasih Kamu Cokelat Valentine?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 12 SMA Lengkap dengan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Satu Warna, Ternyata Ini Kepribadianmu Menurut Psikologi
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak