alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Heboh, Warga Rebutan Ambil Air Rendaman Batu Meteor di Lampung

Tasmalinda Senin, 01 Februari 2021 | 10:03 WIB

Heboh, Warga Rebutan Ambil Air Rendaman Batu Meteor di Lampung
Air rendaman batu meteor di Lampung yang diperebutan warga untuk diminum [Istagram]

Belakang media sosial memperbincangkan air rendaman batu yang diduga meteor di Lampung. Air rendaman batu ini direbutin warga untuk diminum.

SuaraSumsel.id - Belakangan, media sosial tengah memperbicangkan air rendaman batu meteor di Lampung. Salah satu akun yang mengunggah video air rendaman batu meteor tersebut @sumsel24jam.

Dalam unggahan ini terlihat bagaimana air rendaman tersebut diperebutkan warga.

Air batu meteor yang jatuh berada di Desa Astomulyo, Punggur, Lampung Tengah. Kejadian bermula saat batu yang diduga meteor tersebut menimpa salah satu rumah warga, Kamis (28/1/2021).

Video itu memperlihatkan sebongkah batu dengan ukuran sedang dimasukkan dalam wadah belapis kaca, mirip aquarium.  Lalu air di dalam tempat itu diambil dengan menggunakan gelas plastik.

Baca Juga: Sumsel Didorong Kembangkan Potensi Wisata Religi, Ini Alasannya

Secara bergantian, gelas dicelupkan dalam wadah tersebut. Memang tidak nampak warga yang meminumnya.

Dalam video itu, warga berharap air batu meteor berkhasiat sebagai obat.

Dilansir dari Suaralampung.id - jaringan Suara.com, aparat kepolisian telah aparat desa untuk tidak memamerkan batu tersebut

Batu itu lalu disimpan oleh aparatur desa agar tidak mengundang perhatian warga. 

"Kita hanya ingin melihat, tapi tidak sempat karena sudah diamankan, takut ada keramaian,” ungkap Lestari, salah satu warga sekitar Desa Mulyodadi saat diwawancarai Suaralampung.id, Jumat (29/1/2021) lalu.

Baca Juga: Palembang Dilanda Hujan, Ini Daerah Sumsel Diprakirakan Diguyur Hujan

Batu yang diduga meteor [Suaralampung.id]
Batu yang diduga meteor [Suaralampung.id]

Hingga kini belum diketahui apakah benar batu itu berasal dari luar angkasa atau bukan.

Pihak Institut Teknologi Sumatera (Itera) sudah menurunkan tim untuk memeriksa asal batu tersebut. 

Dosen Program Studi Sains Atmosfer dan Keplanetan Institut Teknologi Sumatera (ITERA), Robiatul Muztaba mengatakan, ada ciri tertentu dari batu yang berasal dari luar angkasa, salah satunya yakni mengandung magnetik.

Untuk mengetahui apakah batu itu mengandung magnet atau tidak, maka dapat diuji dengan magnet.

"Apakah batuan tersebut mengandung magnet atau tidak, karena pasti ada sedikit sifat magnetiknya," ucap dia.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait