alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Aa Gym Mau yang Pertama Disuntik Vaksin Covid 19, Asalkan Penuhi Syarat Ini

Tasmalinda Jum'at, 04 Desember 2020 | 15:15 WIB

Aa Gym Mau yang Pertama Disuntik Vaksin Covid 19, Asalkan Penuhi Syarat Ini
Pendakwah Aa Gym. (YouTube/Aagym Official)

Pendakwah AaGym bersedia di suntik vaksin covid 19, asalkan halal.

SuaraSumsel.id - Pendakwah kondang Abdullah Gymnastiar atau Aa Gym memastikan ia bersedia disuntik vaksin Covid-19.

Namun, Aa Gym meminta jaminan kalau vaksin tersebut sudah dipastikan halal.

Awalnya, Aa Gym diminta oleh Kepala Staf Presiden Jenderal TNI Moeldoko mau menjadi yang pertama disuntikan vaksin covid-19.

"Kalau sudah ada sertifikat halal, apa yang memberatkan saya?" kata Aa Gym di Eco Pesantren Daarut Tauhid, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Jumat (4/12/2020).

Baca Juga: Tiga Mantan Presiden AS Bersedia Disorot TV Saat Suntik Vaksin Covid-19

Sebelumnya Moeldoko berharap agar Aa Gym dan tokoh lainya mau disuntik vaksin Covid-19.

"Iya, saya harapkan beliau bisa (ikut disuntik vaksin)," kata Moeldoko.

Kepala Staf Presiden Moeldoko bertemu Aa Gym di Eco Pesantren Daarut Tauhid, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Jumat (4/12/2020). (ANTARA/Bagus Ahmad Rizaldi)
Kepala Staf Presiden Moeldoko bertemu Aa Gym di Eco Pesantren Daarut Tauhid, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Jumat (4/12/2020). (ANTARA/Bagus Ahmad Rizaldi)

Dalam menjalankan penyuntikan vaksin Covid-19, ia berharap ada tokoh-tokoh masyarakat yang juga turut mengikuti hal tersebut.

Sehingga, kata dia, masyarakat dapat yakin bahwa tidak ada masalah dalam vaksin tersebut.

"Kami harap ada tokoh-tokoh ya, nanti, saya membayangkan kalau nanti dari pemerintahan, dan dari tokoh-tokoh bisa berkumpul, menjalankan vaksin yang pertama, agar masyarakat semakin yakin," kata dia.

Baca Juga: IDI Makassar Dukung Dokter Anak: Sekolah Tidak Buka Sampai Ada Vaksin Covid

Kasus Covid-19 terus meningkat di Indonesia, ia berharap para tokoh agama bisa kembali lantang menyuarakan pentingnya protokol kesehatan. Pasalnya, ia menilai peningkatan kasus itu karena masyarakat yang mulai abai.

"Ada kecenderungan masyarakat sekarang sudah mulai abai ya, kita khawatirkan ya, masyarakat mulai abai, petugasnya mulai jenuh, ini bahaya," kata Moeldoko.

(Antara)

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait