alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Pindang Patin Sumsel Kini Dikembangkan Berkemasan Kaleng, Lebih Tahan Lama

Tasmalinda Jum'at, 06 November 2020 | 07:10 WIB

Pindang Patin Sumsel Kini Dikembangkan Berkemasan Kaleng, Lebih Tahan Lama
Paket pindang pegagan (jepretan instagram pindang pegagan H Abdul Halim)

Pindang Patin dikembangkan dalam bentuk kemasan kaleng.

SuaraSumsel.id - Makanan khas Sumatera Selatan, pindang ikan patin kini bisa dinikmati dengan lebih praktis. Pemerintah daerah mengenalkan inovasi pengembangan pengalengan ikan patin pada kesempatan pemberian penghargaan Innovative Goverment Award (IGA) 2020, (4/10/2020).

Penerapan Inovasi Daerah yaitu Inovasi Teknologi Pengalengan Pindang Patin ditujukan guna peningkatan daya saing produk IKM.

"Sumsel penghasil ikan patin, lebih dari 137 ribu ton per tahun. Olahan ikan patin paling populer di Palembang adalah pindang patin," kata Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru saat presentasi di kesempatan tersebut.

Selama ini, ikan patin masih diproduksi secara tradisional sehingga tidak tahan lahan. Selama satu tahun terakhir, pengalengan ikan patin dikembangkan sebagai inovasi teknologi pangan. Dalam pengembangan teknologinya memang membutuhkan biaya yang besar, akan tetapi jika Industri Kecil Menengah (IKM) berani untuk memproduksi maka nilai tambahnya akan juga sebanding.

Baca Juga: Kuartal III, Ekonomi Indonesia Tepuruk Resesi Minus 3,49 Persen

Pengembangan teknologi ini juga meningkatkan ekonomi daerah, misalnya saja sebanyak 71 rumah makan di kota Palembang menerapkan teknologi ini, maka setiap rumah makan mampu menjual 10.000 kaleng/bulan, maka omset penjualannya bisa mencapai Rp3 miliar per tahun.

Untuk 71 rumah makan maka nilainya bisa menyentuh Rp213 miliar per tahun.

“Terdapat potensi besar bagi kondisi ekonomi Sumsel, atas teknologi ini. Apalagi di situasi pandemi saat ini, di mana IKM memang harus lebih inovatif menjawab tantangan ekonomi,” terang Herman Deru.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait