Jejak PKI di Palembang, Ada Kamp di Pulau Kemarau Hingga Muktamar Ulama

Partai Komunisme juga meninggalkan kisahnya di Palembang, Sumatera Selatan.

Tasmalinda
Rabu, 30 September 2020 | 14:02 WIB
Jejak PKI di Palembang, Ada Kamp di Pulau Kemarau Hingga Muktamar Ulama
Nobar Film G30S/PKI.

“Saya sangat malu, karena pekerjaan ini dilakukan oleh bangsaku sendiri,” tulis ia.

Pada sub bab lainnya ia menulis soal Pulau Kemarau.

Dikatakannya, terdapat pulau yang menjadi kamp konsetrasi tahanan G30SPKI.

Pulau yang berada di tengah-tengah Sungai Musi, menjadi lokasi pembunuhan massal orang-orang yang dicurigai sebagai bagian dari PKI. Selama tiga tahun,  tahun 1965-1967, lokasi ini padat sisa pembunuhan, baik karena mati kelaparan atau dibunuh.

Baca Juga:Setelah Jembatan Penghubung Pulau, Sumsel Target Pelabuhan Tanjung Carat

Dalam buku itu, Mucthar menulis jika ia sudah dipenjara sampai akhir 1967 dengan pemeriksaan hingga beratus kali namun tidak ada petugas negara pun bisa membuktikan keterlibatannya sebagai bagian dari PKI.

Jaringan PKI di Palembang

Dalam buku Kepialangan Politik dan Revolusi (di Palembang) yang ditulis Mestika Zed, 2003 diketahui jika Partai Komunis Indonesia (PKI) masuk di Palembang sejak 1925.

Jika Serikat Islam dikenalkan oleh Tjokroaminoto dari Pulau Jawa maka PKI dikenalkan oleh broker dari Minang Kabau, Sumatera Barat dan Banten.

Sasaran pokoknya ialah pekerja-pekerja tambang di Muara Enim (hampir semua tokoh PKI di Palembang awalnya bergerak di daerah pertambangan).

Baca Juga:Diangkut Pakai Mobil, Penyelundupan Nyaris 1 Ton Ganja Terhenti di Sumsel

Mereka menjalin komunikasi dengan para propagandis dari Minang Kabau. Setelah terbantuk cikal bakal partai, para propagandis pulang ke daerahnya.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini