Tasmalinda
Jum'at, 30 Oktober 2026 | 20:11 WIB
Duduk perkara empat siswi SMA di Muba diminta lepas seragam oleh Wakil Kepala Sekolah.
Baca 10 detik
  • Wakil kepala sekolah berinisial ES menyita seragam putih empat siswi SMAN Musi Banyuasin pada 20 Oktober 2026.
  • Kejadian tersebut mengakibatkan para siswi pulang dalam keadaan menangis dan merasa malu karena hanya mengenakan almamater.
  • Guru ES membantah melakukan pemaksaan, sementara orang tua berencana melaporkan tindakan tersebut secara resmi.

SuaraSumsel.id - Peristiwa yang melibatkan empat siswi kelas X di salah satu SMA negeri di Kecamatan Sanga Desa, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), Sumatera Selatan, menjadi sorotan setelah mereka mengaku diminta melepas seragam putih saat kegiatan belajar mengajar berlangsung.

Guru berinisial ES yang menjabat sebagai wakil kepala sekolah diduga meminta keempat siswi tersebut melepas baju putih lengan pendek yang dikenakan di balik almamater sekolah. Seragam itu kemudian disita sehingga para siswi harus pulang hanya mengenakan almamater.

Peristiwa tersebut disebut terjadi pada Selasa (20/10/2026), sekitar pukul 11.00 WIB, ketika ES sedang mengajar di dalam kelas. Para siswi baru menceritakan kejadian yang mereka alami kepada awak media pada Kamis (29/10/2026), dengan didampingi orang tua masing-masing.

Berdasarkan keterangan para siswi, kejadian bermula ketika mereka mengikuti kegiatan belajar mengajar di kelas yang diampu ES.

Saat pelajaran berlangsung, keempat siswi berinisial T, E, A, dan S mengaku diminta melepas baju seragam putih lengan pendek yang mereka kenakan di balik almamater.

Permintaan tersebut membuat mereka harus melepas seragam putih dan tetap mengenakan almamater sekolah. Para siswi menyebut tidak ada peringatan terlebih dahulu sebelum tindakan itu dilakukan.

Salah seorang siswi menceritakan pengalaman tersebut kepada awak media. “Waktu itu saat jam pelajaran Ibu ES, kami berempat disuruh melepas baju seragam putih kami, hingga kami memakai almet yang ada,” ujar salah seorang siswi.

Menurut pengakuan mereka, seragam putih yang dilepas kemudian disita dan hingga saat memberikan keterangan kepada media masih disimpan oleh guru yang bersangkutan.

Pulang dengan Perasaan Malu, Orang Tua Keberatan

Baca Juga: Nasib Bayi yang Ditemukan di Toilet Tol Terpeka: Sudah Boleh Pulang, 5 Keluarga Berminat Mengadopsi

Dampak kejadian tersebut dirasakan para siswi setelah kegiatan sekolah selesai. Salah seorang orang tua mengaku putrinya pulang dalam keadaan menangis dan merasa malu.

Keluarga mempertanyakan cara penegakan aturan seragam yang diterapkan terhadap anak-anak mereka. Menurut orang tua, penertiban tata tertib sekolah semestinya dilakukan melalui pendekatan yang mendidik tanpa membuat peserta didik merasa dipermalukan.

“Anak saya pulang dengan menangis dan malu. Masa dihukum sampai harus buka baju di sekolah? Kami sebagai orang tua jelas tidak terima,” ujar salah seorang orang tua siswi.

Pihak keluarga menyatakan sedang mempertimbangkan untuk melaporkan kejadian tersebut secara resmi agar memperoleh tindak lanjut. “Kami sudah bicara dengan keluarga. Rencananya akan kami laporkan secara resmi supaya ada tindak lanjut dan kejadian seperti ini tidak terulang kepada siswi lain,” tambahnya.

Menanggapi tudingan tersebut, ES membenarkan bahwa peristiwa meminta siswi melepas seragam putih memang terjadi. Namun, ia membantah telah melakukan pemaksaan terhadap keempat siswi., "Memang kejadian itu benar, tidak ada pemaksaan,” kata ES saat dikonfirmasi awak media.

ES menjelaskan, pihak sekolah sebelumnya telah mengingatkan orang tua mengenai ketentuan seragam yang harus dipatuhi para siswa.

Load More