- Kilang minyak bersejarah di tepian Sungai Musi, Palembang, kini mulai memproduksi bahan bakar diesel B50.
- Pemerintah Indonesia resmi meluncurkan program B50 pada Juli 2026 guna menekan angka impor solar nasional.
- Penyaluran bahan bakar campuran sawit tersebut melibatkan pengujian ketat serta kesiapan rantai pasok hingga September 2026.
Sejak itu keduanya dikenal sebagai Refinery Unit III Plaju-Sungai Gerong. Struktur organisasi Pertamina kembali berubah, dan pada tahun 2026 kilang ini berada di bawah Pertamina Patra Niaga Refinery Unit Plaju.
Bahan Bakar yang Berubah
Usia panjang tidak membuat Kilang Plaju berhenti mengembangkan produk dan proses pengolahannya. Pada Maret 2022, kilang ini mulai mengekspor marine fuel oil (MFO) rendah sulfur, bahan bakar untuk kapal. Penjualannya mencapai 626 juta dolar AS sepanjang 2022 dan 404 juta dolar AS hingga Agustus 2023. Proyek itu dipresentasikan dalam World Petroleum Congress di Calgary, Kanada, pada September 2023.
Dari Plaju juga keluar Pertalite, solar, Biosolar, Dexlite, avtur, LPG, dan MFO Low Sulphur. Kilang ini disebut menyumbang sekitar 60 persen kebutuhan energi di Sumatera bagian selatan.
Kini Plaju kembali berperan strategis lewat B50, kelanjutan dari kebijakan B40. Porsi FAME naik dari 40 menjadi 50 persen, sedangkan solar turun menjadi 50 persen. Pemerintah memberlakukan B50 pada 1 Juli 2026, dan Presiden Prabowo Subianto meluncurkannya secara resmi pada 9 Juli 2026.
Saat peluncuran, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memaparkan sejumlah proyeksi. Penghematan devisa naik dari Rp133,3 triliun pada skema B40 menjadi Rp170 triliun. Penurunan emisi karbon dioksida meningkat dari 39,66 juta ton menjadi 44,46 juta ton. Nilai tambah industri minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) naik dari Rp20,92 triliun menjadi Rp23,49 triliun.
Untuk distribusinya, Pertamina Patra Niaga menyiapkan penyaluran sekitar 87,27 juta liter bahan bakar per hari lewat 126 terminal BBM sejak 1 Juli 2026.
Kilang Plaju menjadi salah satu titik awal. Pengiriman perdana dilakukan dari Kilang Kasim pada 18 Juli 2026, disusul Kilang Plaju pada 22 Juli. Totalnya 12.830 kiloliter: 8.230 kiloliter dari Kilang Plaju ke Integrated Terminal Palembang, dan 4.600 kiloliter dari Kilang Kasim yang diangkut kapal MT Krasak.
Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Refinery Unit Plaju, Khabibullah Khanafie, mengatakan berbagai persiapan telah dilakukan agar penyaluran B50 memenuhi standar mutu, keselamatan, dan keandalan operasi. Penyaluran ke stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) dilakukan bertahap.
Baca Juga: Nyala Biru di Dapur, Napas Baru di Hulu
Pada 24 Juli 2026, Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi, Eniya Listiani Dewi, menyebut B50 sudah tersedia di 57 persen SPBU Pertamina. Masa transisi berlangsung hingga akhir September. Mulai 1 Oktober 2026, seluruh titik penjualan yang menjadi sasaran kebijakan wajib menjual B50.
Tantangan di Sepanjang Rantai Pasok
Penerapan B50 tidak sebatas menaikkan porsi biodiesel dalam campuran. Ketersediaan bahan baku, mutu FAME, kesiapan fasilitas pencampuran, dan kelancaran distribusi ikut menentukan.
Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Padjadjaran, Yayan Satyakti, menilai B50 langkah penting untuk mengurangi ketergantungan pada impor solar. Dalam kajiannya pada 11 Juli 2026, ia mengingatkan bahwa penghematan devisa harus diikuti perhatian pada produktivitas bahan baku, kepastian aturan, dan lembaga yang mengatur pendanaan serta rantai pasok.
Direktur Eksekutif Center for Energy Security Studies (CESS), Ali Ahmudi Achyak, menilai tantangan B50 ke depan tidak lagi berhenti di proses pencampuran. Ketersediaan biodiesel dan penjagaan mutunya di sepanjang distribusi sama pentingnya.
Ia juga menyoroti kapasitas pabrik biodiesel nasional yang disebut sudah beroperasi di atas 80 persen, sehingga kepastian pasokan bahan baku dan kemampuan memenuhi kebutuhan distribusi perlu terus dipantau.
Tag
Berita Terkait
-
Nyala Biru di Dapur, Napas Baru di Hulu
-
Hari Listrik Nasional ke-81, Pertamina Kilang Plaju Dukung Kemandirian Energi lewat PLTMh
-
Relawan Pertamina Kilang Plaju Salurkan Bantuan Air Bersih untuk Warga di 3 Wilayah
-
Kilang Plaju dan Ditpamobvit Polda Sumsel Evaluasi Kerja Sama Pengamanan Objek Vital Nasional
-
Optimalkan Pengamanan Objek Vital Nasional, Kilang Plaju Perkuat Sinergi dengan Kemhan RI
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- Djarum Digeledah KPK, Publik Ramai Kaitkan dengan Isu Haji Isam dan DBS
- 5 Sunscreen untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- Cara Cek KTP Kita Terdaftar di Pinjol Apa Saja?
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Mantan Ketua DPR RI Marzuki Alie Minta Dialog soal Tunggakan PBB IGM Rp2,33 Miliar
-
Sumsel United Kalah 0-1 dari Semen Padang, Gol Menit Akhir Buyarkan Asa Laskar Juaro Raih Poin
-
Kasus Polisi Diduga Bunuh Ibu Kandung di Siak, Riwayat Skizofrenia Terungkap, Kompolnas Turun Tangan
-
22,4 Juta Batang Rokok Ilegal Disita di Sumsel dan Sekitarnya, Mengapa Peredaran Sulit Diberantas?
-
Dua Kali Kebakaran di Konsesi Sawit OKI, Ini Profil PT Ricky Agrindo Sejahtera yang Disidik Polisi