- PT Pertamina Patra Niaga Kilang Plaju dan Ditpamobvit Polda Sumsel mengevaluasi sistem pengamanan kilang pada Jumat, 23 Oktober 2026.
- Hasil audit menunjukkan nilai Sistem Manajemen Pengamanan internal mencapai 95,04 persen dan eksternal mencapai 94,04 persen.
- Kegiatan evaluasi ini bertujuan untuk mengantisipasi potensi gangguan demi menjaga keberlangsungan pasokan energi nasional secara optimal.
SuaraSumsel.id - PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit Plaju bersama Direktorat Pengamanan Objek Vital (Ditpamobvit) Polda Sumatera Selatan mengevaluasi sistem pengamanan kilang untuk mengantisipasi potensi gangguan terhadap operasional. Evaluasi ini dilakukan melalui Analisa dan Evaluasi (Anev) Perjanjian Kerja Sama Teknis (PKT) periode 2026, Jumat (23/10/2026).
Pengamanan menjadi perhatian penting karena Kilang Plaju merupakan Objek Vital Nasional (Obvitnas) yang telah beroperasi sejak 1904. Gangguan terhadap fasilitas strategis ini tidak hanya berisiko menghambat kegiatan operasional, tetapi juga dapat berdampak pada keberlangsungan pasokan energi.
Direktur Pengamanan Objek Vital Polda Sumsel, Kombes Pol. Michael Ken Lingga, melalui Kasubdit Waster Ditpamobvit Polda Sumsel, AKBP Ali Sadikin, mengatakan evaluasi diperlukan untuk memastikan sistem pengamanan berjalan sesuai prosedur dan mampu mengantisipasi berbagai potensi ancaman.
“Gangguan terhadap kilang sama dengan ancaman bagi negara. Anev ini kami laksanakan untuk mengevaluasi kinerja, memastikan pengamanan sudah sesuai SOP, mengidentifikasi ancaman, dan memperkuat sinergi, karena pengamanan tidak bisa dilakukan sendiri, harus melibatkan semua pihak terkait,” ujar Ali Sadikin.
Kegiatan tersebut diikuti jajaran Ditpamobvit Polda Sumsel, tim Health, Safety, Security, and Environment (HSSE), khususnya fungsi Security Kilang Plaju, serta pihak terkait lainnya.
Dalam evaluasi tersebut, jajaran HSSE Kilang Plaju memaparkan pelaksanaan pengamanan, termasuk capaian Sistem Manajemen Pengamanan (SMP).
Berdasarkan pemaparan perusahaan, audit internal SMP mencatat nilai 95,04 persen, sedangkan audit eksternal atau resertifikasi mencapai 94,04 persen.
Pengamanan kilang dilakukan melalui kombinasi pengawasan langsung, pemantauan kamera pengawas atau CCTV selama 24 jam, serta patroli di sejumlah area kritis.
Polda Sumsel juga mengapresiasi personel pengamanan yang telah menjaga situasi tetap aman dan tertib. Meski demikian, seluruh petugas diingatkan untuk tetap waspada, mematuhi standar operasional prosedur (SOP), dan memahami kondisi area kilang secara menyeluruh.
Baca Juga: Karhutla Sumsel: 20 Korporasi Masuk Penyidikan, Identitas 4 Perusahaan Baru Belum Dibuka
Evaluasi tersebut diharapkan tidak berhenti pada penilaian administratif, tetapi menghasilkan masukan konkret untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan efektivitas pengamanan.
Evaluasi Dilanjutkan dengan Peninjauan Lapangan
Setelah sesi diskusi, kegiatan dilanjutkan dengan peninjauan langsung ke sejumlah area pengamanan di lingkungan Kilang Plaju. Peninjauan ini menjadi bagian dari upaya mencocokkan pelaksanaan pengamanan dengan kondisi di lapangan.
Pjs Manager HSSE Refinery Unit Plaju, Ery Puspiartono, mengatakan pengamanan kilang dilakukan melalui pengawasan rutin, patroli, serta latihan atau drill yang dilaksanakan secara terjadwal maupun insidental.
Menurut Ery, Anev PKT menjadi ruang komunikasi antara perusahaan dan Ditpamobvit Polda Sumsel untuk mengevaluasi pelaksanaan pengamanan sekaligus bertukar masukan.
“Di Kilang Plaju selalu ada kegiatan rutin, termasuk drill. Anev ini penting karena sebagai bentuk komunikasi langsung di lapangan antara pihak RU Plaju dan Ditpamobvit Polda Sumsel, peninjauan pengamanan kilang sekaligus bertukar ide dan masukan dengan tim Polda Sumsel,” ujar Ery.
Tag
Berita Terkait
-
Karhutla Sumsel: 20 Korporasi Masuk Penyidikan, Identitas 4 Perusahaan Baru Belum Dibuka
-
Ngaku Pegawai Kemenkumham, Pria di Palembang Tipu Korban Rp250 Juta demi Lulus CPNS
-
Optimalkan Pengamanan Objek Vital Nasional, Kilang Plaju Perkuat Sinergi dengan Kemhan RI
-
Perkuat Lingkungan Kerja Inklusif dan Ramah Keluarga, Kilang Plaju Raih Apresiasi BKKBN Sumsel lewat
-
Dari Temuan ke Perbaikan, Kilang Plaju Perkuat Budaya Kerja Proaktif dan Keselamatan Operasional
Terpopuler
- Wabup Syaefudin Ditahan karena Kasus Korupsi, Bupati Lucky Hakim Minta Maaf ke Pemilih
- Dingatkan Teddy Segera Akhiri Pidato, Prabowo: Letkol Ngatur Presiden
- Ajudan Gubernur Kaltim Masuk Desil 1 DTSEN, Mensos Buka Suara
- 4 Sunscreen Wardah untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas
- Tak Masuk Skuad Utama Persija, Kualitas Shayne Pattynama di Bawah Standar Shin Tae-yong
Pilihan
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
-
Polisi Bunuh Polisi karena Bully, Bharatu Valdo 4 Kali Didor dan Digorok Junior
-
Kamaruddin Simanjuntak Pengacara Brigadir J Meninggal Dunia di RS Pelni
Terkini
-
Hampir 4 Bulan Tak Hujan, Palembang Akhirnya Diguyur Hujan di Tengah Kepungan Asap Karhutla
-
Tegur Terduga Pencuri Motor di Palembang, Polisi Ditembak hingga Peluru Nyaris Kena Kepala
-
Karhutla Sumsel Berdampak ke Panggung Hiburan, Bernadya hingga The Adams Batal Tampil di Palembang
-
Dituduh Curi Uang, Napi Lapas Muaradua Tewas Dianiaya: 4 Rekan Sekamar Jadi Tersangka
-
Kilang Plaju dan Ditpamobvit Polda Sumsel Evaluasi Kerja Sama Pengamanan Objek Vital Nasional