- Kemhan RI dan TNI melakukan monitoring serta evaluasi pengamanan objek vital nasional di Kilang Plaju pada Rabu, 21 Oktober 2026.
- Kegiatan evaluasi tersebut membahas mekanisme pengamanan, kecepatan respons ancaman, dan pemanfaatan teknologi bersama jajaran manajemen Kilang Plaju.
- Rangkaian kegiatan ditutup dengan peninjauan langsung fasilitas pengamanan guna memastikan keandalan operasional dan mendukung ketahanan energi nasional.
SuaraSumsel.id - Pengamanan kilang minyak menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga kelancaran operasional dan keberlangsungan pasokan energi. Untuk memperkuat upaya tersebut, PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit Plaju meningkatkan koordinasi dengan Kementerian Pertahanan (Kemhan) RI dan TNI melalui kegiatan monitoring dan evaluasi pengamanan objek vital nasional (Obvitnas).
Penguatan koordinasi ini dilakukan saat Kilang Plaju menerima kunjungan Direktorat Jenderal Strategi Pertahanan (Ditjen Strahan) Kemhan RI pada Rabu (21/10/2026). Kegiatan tersebut diikuti 31 peserta dari Ditjen Strahan Kemhan RI, Kodam II/Sriwijaya, dan Pertamina RU Plaju.
Sebagai salah satu objek vital nasional, Kilang Plaju memerlukan sistem pengamanan yang terkoordinasi untuk mengantisipasi potensi gangguan yang dapat memengaruhi keselamatan dan keberlangsungan operasional. Hal ini menjadi bagian dari upaya menjaga keandalan fasilitas pengolahan energi yang mendukung kebutuhan masyarakat.
Kemhan Evaluasi Sistem Pengamanan Kilang
Kasubdit Pengerahan Komponen Pertahanan Militer Direktorat Rahkomhan Ditjen Strahan Kemhan RI, Kolonel Inf. Emir Zulkarnain Mokodompis, mengatakan kunjungan tersebut menjadi kesempatan untuk mengevaluasi pengamanan kilang sekaligus menghimpun masukan terkait mekanisme pelibatan pengamanan oleh TNI dalam kerangka Operasi Militer Selain Perang (OMSP).
“Melalui diskusi ini, kami ingin mengevaluasi pengamanan kilang sekaligus menampung masukan dan saran terkait Obvitnas. Sejauh ini pengamanan bersama pihak terkait sudah berjalan baik. Harapan kami, tim dapat segera meninjau kondisi lapangan dan bersama-sama merumuskan langkah antisipasi ke depan,” ujar Emir.
Setelah berdiskusi, rombongan melanjutkan kegiatan dengan meninjau sejumlah fasilitas pengamanan Kilang Plaju. Lokasi yang dikunjungi meliputi Control Room CCTV Puskodal serta Pos 1 dan Pos 7.
Peninjauan tersebut dilakukan untuk melihat langsung kondisi pengamanan dan mendukung evaluasi terhadap kesiapan fasilitas dalam mengantisipasi potensi gangguan keamanan.
Pembahasan juga mencakup kecepatan respons terhadap ancaman, langkah pencegahan, pemanfaatan teknologi pengamanan, serta aspek legalitas pelibatan pengamanan oleh TNI. Dalam kesempatan itu, fungsi Security Kilang Plaju memaparkan pengelolaan pengamanan objek vital nasional dan penerapan Sistem Manajemen Pengamanan (SMP).
Baca Juga: Perkuat Lingkungan Kerja Inklusif dan Ramah Keluarga, Kilang Plaju Raih Apresiasi BKKBN Sumsel lewat
Pjs Manager HSSE Refinery Unit Plaju, Ery Puspiartono, menyambut baik kegiatan monitoring dan evaluasi tersebut. Menurutnya, pengamanan merupakan bagian penting dari upaya menjaga operasional kilang tetap berjalan tanpa gangguan.
“Perlindungan objek vital nasional merupakan kewajiban perusahaan, sehingga pengamanan terus kami jalankan agar potensi ancaman dapat diantisipasi dan proses operasional tidak terganggu,” ujar Ery.
Bagi Kilang Plaju, penguatan pengamanan tidak hanya berkaitan dengan perlindungan fasilitas, tetapi juga mendukung kelangsungan proses pengolahan energi. Koordinasi dengan instansi pertahanan dan TNI menjadi bagian dari upaya memperkuat kesiapsiagaan serta menyelaraskan langkah antisipasi terhadap potensi risiko.
Melalui kegiatan monitoring, evaluasi, dan peninjauan lapangan, Kilang Plaju berharap koordinasi antarpemangku kepentingan dapat terus ditingkatkan. Upaya ini menjadi bagian dari dukungan perusahaan terhadap keandalan operasional kilang dan ketahanan energi nasional.
Tag
Berita Terkait
-
Perkuat Lingkungan Kerja Inklusif dan Ramah Keluarga, Kilang Plaju Raih Apresiasi BKKBN Sumsel lewat
-
Dari Temuan ke Perbaikan, Kilang Plaju Perkuat Budaya Kerja Proaktif dan Keselamatan Operasional
-
Kilang Plaju Produksi 295 Ribu Barel Avtur, Jaga Mutu untuk Dukung Penerbangan
-
PHR Zona 4 Sukses Terapkan Batch Drilling di Prabumulih, Perkuat Pasokan Energi Nasional
-
Pertamina Patra Niaga Kilang Plaju Perkuat Ketangguhan Petani Rawa Lebak Sungai Rebo Lewat Mina Padi
Terpopuler
- Mudah, Ini Cara Menghentikan Spam Call di HP Android dan iPhone
- Pengamat Nilai Manuver KSP Listyo Bongkar Hambatan Birokrasi Jadi Investasi Jangka Panjang
- Pengacara Kamaruddin Simanjuntak Sakit Apa? Meninggal Dunia di Usia 52 Tahun
- 5 Rekomendasi Sepatu untuk Jalan Kaki 20 Ribu Langkah, Empuk dan Tidak Cepat Pegal
- Cara Menggunakan Minyak Zaitun Mustika Ratu untuk Wajah dan Rambut
Pilihan
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
-
Polisi Bunuh Polisi karena Bully, Bharatu Valdo 4 Kali Didor dan Digorok Junior
-
Kamaruddin Simanjuntak Pengacara Brigadir J Meninggal Dunia di RS Pelni
Terkini
-
Sumsel Bidik Perdagangan Karbon di Tengah Krisis Karhutla, Sejauh Mana Kesiapannya?
-
WALHI Sumsel Soroti Dry Ice di Palembang, Minta Biaya dan Hasil Evaluasi Dibuka ke Publik
-
Kembali Mahasiswa Demo Tuntut Herman Deru Mundur karena Gagal Atasi Karhutla
-
Viral Mobil Damkar Tertahan Portal di Banyuasin, Petugas Sempat Adu Argumen hingga Membongkarnya
-
Karhutla Sumsel Tak Kunjung Usai, Ekoteologi Ditawarkan untuk Mengubah Perilaku terhadap Alam