- Hujan mengguyur Kota Palembang dan sekitarnya pada Sabtu sore, 24 Oktober 2026, setelah berbulan-bulan mengalami kemarau panjang.
- BMKG menyatakan hujan terjadi karena dukungan dinamika atmosfer serta pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca menggunakan bahan natrium klorida.
- Sejumlah wilayah di Sumatera Selatan seperti Banyuasin dan Muara Enim turut tercatat mengalami hujan dengan intensitas beragam.
Perbedaan angka tersebut menunjukkan bahwa jumlah air hujan yang terukur dapat berbeda antarlokasi, bahkan dalam periode cuaca yang sama.
Siswanto menjelaskan, hujan yang terlihat pada citra radar belum tentu tercatat oleh alat penakar hujan BMKG. Hal ini dapat terjadi karena hujan tidak selalu turun tepat di lokasi alat pengamatan berada.
Karena itu, data curah hujan dari satu titik tidak dapat langsung digunakan untuk menggambarkan kondisi seluruh Kota Palembang atau seluruh wilayah Sumatera Selatan. Selain Palembang, citra radar cuaca BMKG menunjukkan hujan mengguyur sejumlah wilayah lain di Sumatera Selatan.
Wilayah yang terpantau mengalami hujan meliputi Banyuasin, Musi Banyuasin, Muara Enim, Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Lahat, dan Pagar Alam. Hujan juga terpantau di sebagian wilayah Ogan Komering Ilir (OKI), Ogan Ilir, serta Ogan Komering Ulu Selatan (OKU Selatan).
Meski demikian, cakupan hujan berdasarkan radar perlu dibedakan dari jumlah curah hujan yang benar-benar terukur di permukaan. Untuk mengetahui intensitas hujan di suatu lokasi, data penakar hujan dan pembaruan pengamatan BMKG tetap diperlukan.
Kondisi ini juga menjelaskan mengapa sebagian warga dapat merasakan hujan, sementara kawasan lain yang berdekatan belum tentu memperoleh curah hujan dengan intensitas serupa.
Operasi Modifikasi Cuaca merupakan salah satu upaya yang digunakan untuk memengaruhi proses pembentukan atau pertumbuhan presipitasi ketika kondisi atmosfer mendukung.
Dalam pelaksanaan yang dijelaskan Siswanto, tim menggunakan bahan semai natrium klorida atau NaCl. Tujuannya adalah mendukung proses pembentukan hujan pada kondisi awan dan atmosfer yang memungkinkan.
Namun, efektivitas OMC tidak dapat dinilai hanya berdasarkan satu kejadian hujan. Penilaian yang lebih menyeluruh membutuhkan data kondisi atmosfer sebelum dan sesudah operasi, pelaksanaan penyemaian, distribusi curah hujan, serta evaluasi teknis dari instansi terkait.
Baca Juga: Karhutla Sumsel Terus Berulang, Gambut Mengering dan Kearifan Lokal Kian Terabaikan
Karena itu, hujan yang turun di Palembang pada 24 Oktober perlu dilihat dalam konteks gabungan antara dinamika atmosfer dan pelaksanaan OMC, sebagaimana dijelaskan BMKG. Pernyataan tersebut juga tidak berarti seluruh hujan yang turun pasti disebabkan oleh OMC. BMKG sendiri menyebut kondisi atmosfer turut mendukung pertumbuhan awan hujan pada hari kejadian.
Tag
Berita Terkait
-
Karhutla Sumsel Terus Berulang, Gambut Mengering dan Kearifan Lokal Kian Terabaikan
-
Hampir 4 Bulan Tak Hujan, Palembang Akhirnya Diguyur Hujan di Tengah Kepungan Asap Karhutla
-
Tegur Terduga Pencuri Motor di Palembang, Polisi Ditembak hingga Peluru Nyaris Kena Kepala
-
Karhutla Sumsel Berdampak ke Panggung Hiburan, Bernadya hingga The Adams Batal Tampil di Palembang
-
Kabut Asap Kembali Selimuti Palembang, 4 Wilayah Catat Kualitas Udara Berbahaya
Terpopuler
- Cara Menghilangkan Iklan yang Tiba-Tiba Muncul di Layar HP Android Tanpa Aplikasi Tambahan
- Ajudan Gubernur Kaltim Masuk Desil 1 DTSEN, Mensos Buka Suara
- Wabup Syaefudin Ditahan karena Kasus Korupsi, Bupati Lucky Hakim Minta Maaf ke Pemilih
- Sepasang Sepatu Nike dari Manhattan dan Cerita di Balik Sosok Jenderal Maruli Simanjuntak
- 4 Moisturizer Skintific untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun, Wajah Cerah dan Awet Muda
Pilihan
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
-
Polisi Bunuh Polisi karena Bully, Bharatu Valdo 4 Kali Didor dan Digorok Junior
-
Kamaruddin Simanjuntak Pengacara Brigadir J Meninggal Dunia di RS Pelni
Terkini
-
Palembang Diguyur Hujan Usai Kemarau Panjang, BMKG Ungkap Peran OMC dan Dinamika Atmosfer
-
Napi Tewas di Lapas Muaradua, 4 Tersangka Ditetapkan, Petugas Jaga Ikut Diperiksa
-
DPRD Sumsel Desak Polisi Tindak 20 Korporasi Karhutla, Sejauh Mana Penyidikannya?
-
4 Orang Tewas dalam Kecelakaan Brio vs Fuso di Bangka Tengah, Begini Dugaan Awal Polisi
-
Karhutla Sumsel Terus Berulang, Gambut Mengering dan Kearifan Lokal Kian Terabaikan