- Dua jurnalis mengalami intimidasi dan pemukulan saat meliput demonstrasi karhutla di depan Polda Sumsel pada Selasa (13/10/2026).
- AJI Palembang serta Redaksi Tribun Sumsel dan Sriwijaya Post mengutuk keras kekerasan dan mendesak polisi mengusut tuntas pelakunya.
- Kedua korban menderita luka-luka dan harus menjalani perawatan medis di Rumah Sakit Bhayangkara Palembang.
Kedua redaksi juga menyatakan akan melaporkan perkara tersebut secara resmi kepada kepolisian.
AJI minta pelaku ditangkap dan diadili
AJI Palembang menyampaikan empat tuntutan atas kekerasan yang menimpa kedua jurnalis. Pertama, meminta kasus kekerasan terhadap wartawan di depan Polda Sumsel diusut hingga tuntas. Kedua, mendesak aparat menangkap dan mengadili seluruh pihak yang terbukti melakukan intimidasi serta kekerasan.
Ketiga, AJI meminta proses penyelidikan dan penyidikan dilakukan secara transparan. Keempat, organisasi tersebut menegaskan aparat keamanan wajib melindungi jurnalis yang sedang bertugas, baik dalam situasi kondusif maupun ketika terjadi kericuhan.
Sementara itu, Redaksi Tribun Sumsel dan Sriwijaya Post meminta pengusutan dilakukan secara menyeluruh dan objektif. Mereka juga mengajak komunitas pers serta organisasi jurnalis untuk bersama-sama mendorong penanganan perkara.
Hingga pernyataan tersebut disampaikan, belum ada informasi terkonfirmasi dalam materi yang tersedia mengenai identitas orang-orang yang diduga melakukan pemukulan maupun perkembangan penyelidikan kepolisian.
Kekerasan terhadap jurnalis tidak hanya berdampak pada keselamatan korban, tetapi juga berpotensi menghambat masyarakat memperoleh informasi mengenai peristiwa di ruang publik.
Dalam kasus ini, jurnalis sedang meliput demonstrasi terkait karhutla dan kabut asap, persoalan yang berdampak pada kesehatan, lingkungan, dan aktivitas masyarakat Sumatera Selatan.
Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers mengatur perlindungan terhadap kemerdekaan pers. Karena itu, dugaan kekerasan terhadap wartawan yang sedang menjalankan tugas perlu ditangani secara serius, dengan tetap mengedepankan proses hukum dan pembuktian.
Baca Juga: Karhutla Sumsel: 43 Orang Ditahan, 16 Korporasi Disidik, Tapi Hotspot Masih Muncul
AJI Palembang serta Redaksi Tribun Sumsel dan Sriwijaya Post mendesak agar perkara ini diusut secara transparan dan para pelaku yang terbukti bersalah diproses sesuai ketentuan hukum.
Penanganan kasus tersebut diharapkan dapat memberikan kepastian hukum bagi korban sekaligus menjamin jurnalis dapat menjalankan tugas peliputan tanpa intimidasi maupun kekerasan.
Tag
Berita Terkait
-
Karhutla Sumsel: 43 Orang Ditahan, 16 Korporasi Disidik, Tapi Hotspot Masih Muncul
-
Bupati Askolani Sebut Bimtek Kepsek Ilegal, Kok Bisa Berujung OTT Polda Sumsel?
-
Saat Kabut Asap Selimuti Sumsel, 455 Hotspot Terpantau di Area Izin Perusahaan Hutan
-
623 Titik Panas Terpantau di Sumsel, 317 Masih Diverifikasi Polda
-
Kilang Plaju dan Polda Sumsel Perkuat Pencegahan Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak
Terpopuler
- Survei: 55 Persen Pemilih Prabowo Tidak Akan Memilihnya Kembali pada Pilpres 2029
- Rapor Prabowo-Gibran dan Para Menteri Anjlok, Purbaya yang Dicopot Justru Jadi Menteri Terbaik
- Pelembap Viva Hijau vs Kuning, Apa Bedanya? Ini Manfaat Keduanya untuk Wajah
- 5 Sabun Cuci Muka Retinol untuk Atasi Penuaan: Bikin Wajah Halus, Cerah, dan Kencang
- Riset CELIOS: Purbaya Jadi Menteri Kinerja Terbaik, Bahlil Paling Buruk
Pilihan
-
KPK Kembali Gelar OTT: Amankan Sejumlah Pihak di BNPB
-
Ungkap Banyak Kasus Besar, Dirtipideksus Bareskrim Brigjen Ade Safri Justru Diganti
-
Inilah 5 Menteri yang Kinerjanya Paling Buruk Menurut Survei CELIOS
-
Polri Gerebek Sarang Narkoba Kampung Boncos dan Ambon! Operasi Masih Berlangsung
-
Prabowo Mau Ganti Panglima TNI dan Jaksa Agung Pekan Ini, Tapi...
Terkini
-
Kronologi Wartawan Tribun dan PalTV Dikeroyok Saat Liput Demo Karhutla di Polda Sumsel
-
Ultimatum 5x24 Jam Berakhir, Mahasiswa UIN Desak Herman Deru Mundur sebagai Gubernur Sumsel
-
2 Wartawan Dikeroyok Saat Liput Demo Karhutla di Polda Sumsel, Sempat Diintimidasi Hapus Video
-
Pantau Api, Website Berbasis AI Buatan Dosen MDP Palembang untuk Prediksi Kabut Asap Sumsel
-
Mandatalam Earth Run 2026 1 BIB 1 Bibit: Hadir di 3 Kota, Satu Langkah untuk Bumi yang Lebih Hijau