- Polda Sumatera Selatan melakukan OTT di hotel Palembang pada 17 September 2026 terhadap kasus dugaan pemerasan dana revitalisasi sekolah.
- Dua pegawai berinisial RB dan RD ditetapkan sebagai tersangka pemerasan fee dana revitalisasi dari sejumlah kepala sekolah di Banyuasin.
- Bupati Banyuasin Askolani menyatakan kegiatan bimbingan teknis tersebut bukan merupakan kegiatan resmi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Banyuasin.
SuaraSumsel.id - Pernyataan Bupati Banyuasin Askolani soal kegiatan bimbingan teknis (bimtek) kepala sekolah yang berujung operasi tangkap tangan (OTT) Polda Sumatera Selatan membuka pertanyaan baru dalam kasus dugaan pemerasan dana revitalisasi sekolah.
Askolani menyebut kegiatan yang mengatasnamakan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Banyuasin itu bukan kegiatan resmi dinas. Ia mengaku telah menanyakan persoalan tersebut kepada Kepala Disdikbud Banyuasin dan menyebut kegiatan tersebut tidak diketahui oleh dinas. “Sudah saya tanya, kegiatan itu bukan atas nama dinas yang resmi. Bahkan Kepala Dinas juga tidak begitu tahu,” kata Askolani, dikutip Selasa (22/9/2026).
Pernyataan tersebut menarik perhatian karena kegiatan yang disebut tidak resmi itu justru menjadi lokasi yang dipantau penyidik hingga akhirnya terjadi OTT Polda Sumsel pada Kamis (17/9/2026).
Lantas, apa sebenarnya yang terjadi di balik kegiatan bimtek tersebut?
Berawal dari Pertemuan Kepala Sekolah di Hotel
Kasus ini bermula dari pertemuan sejumlah kepala sekolah penerima program Dana Revitalisasi Satuan Pendidikan yang bersumber dari APBN 2026. Menurut penjelasan Polda Sumsel, penyidik memperoleh informasi masyarakat mengenai adanya pertemuan kepala sekolah dengan oknum staf Dinas Pendidikan Banyuasin di sebuah hotel di Palembang.
Informasi tersebut kemudian tidak langsung berujung penindakan. Tim Subdit III Tindak Pidana Korupsi Ditreskrimsus Polda Sumsel lebih dahulu melakukan serangkaian penyelidikan, termasuk memverifikasi informasi dan memantau pergerakan orang-orang yang berada di lokasi.
Hingga akhirnya pada Kamis (17/9), sekitar pukul 12.20 WIB, penyidik masuk ke salah satu kamar hotel yang telah dipantau. Di sanalah dugaan transaksi ditemukan.
Bukan Sekadar Bimtek, Polisi Temukan Penyerahan Uang
Baca Juga: Rangka Motor di Parit Ungkap Misteri Kakak-Adik Banyuasin yang Hilang 5 Tahun
Penyidik menemukan adanya penyerahan uang antara kepala sekolah dan dua PPPK Dinas Pendidikan Banyuasin. Polda kemudian mengamankan dua PPPK berinisial RB dan RD. Keduanya diduga meminta fee sebesar 1 persen dari pagu dana revitalisasi yang diterima sekolah.
Nilai anggaran yang diterima masing-masing sekolah disebut bervariasi, mulai dari sekitar Rp500 juta hingga Rp2 miliar.
Dari salah satu tersangka, polisi menyita uang tunai sekitar Rp30,99 juta. Selain itu, penyidik juga mengamankan uang sekitar Rp71,2 juta yang masih berada pada sejumlah kepala sekolah dan disebut belum sempat diserahkan. Polisi turut menyita laptop, telepon seluler, serta catatan yang berisi rekapitulasi nama sekolah.
Dengan demikian, titik penting dalam perkara ini bukan semata-mata kegiatan bimtek. Yang sedang didalami polisi adalah dugaan permintaan dan penyerahan fee yang dikaitkan dengan dana revitalisasi sekolah.
Polda Sumsel menyebut para kepala sekolah berkumpul untuk kegiatan bimtek terkait program revitalisasi satuan pendidikan. Namun, penyidik menduga kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari rangkaian permintaan setoran.
Dalam penjelasan polisi, kedua PPPK diduga menawarkan bantuan pembuatan Surat Pertanggungjawaban (SPj) dan pengisian aplikasi belanja daring SIPLAH kepada sekolah penerima dana.
Berita Terkait
-
Rangka Motor di Parit Ungkap Misteri Kakak-Adik Banyuasin yang Hilang 5 Tahun
-
Kronologi Kakak-Adik Banyuasin Hilang hingga Ditemukan Jadi Kerangka Setelah 5 Tahun
-
Ribuan Penyuling Minyak Muba Tuntut Kepastian Hukum, Usaha Puluhan Tahun Terancam
-
Sawit dan Karhutla: Jejak Pembukaan Hutan yang Terus Berulang
-
Kronologi Duel Maut di Sungai Lilin, Pemuda Tewas oleh Egrek Miliknya Sendiri
Terpopuler
- Cara Aktifkan Fitur End-to-End Encryption WhatsApp, Pastikan Obrolan Rahasiamu Bebas Sadap
- 4 Shio yang Tinggalkan Masa Sulit Mulai 5 November 2026, Siap Sambut Kebahagiaan
- Jokowi: Saya Disadap, Tapi Saya Diam Saja
- 5 Sepatu Jalan Lokal Tanpa Tali yang Nyaman dan Anti Jebol Menurut Review
- 9 Sunscreen untuk Wanita Usia 50 Tahun ke Atas agar Kulit Awet Muda
Pilihan
-
Seskab Teddy Dikabarkan Diperiksa POM TNI, Soal Penyadapan Prabowo?
-
Jokowi Tak Banyak Komentar Soal Penyadapan Prabowo: Kita Hormati Proses Hukum
-
Dicecar soal Listyo Sigit Prabowo, Jokowi: Semua Orang juga Sudah Tahu
-
Jokowi Ngaku Lupa Nama 3 Temannya yang Wisuda Bareng di UGM
-
Hakim Potong Omongan Jokowi yang Melebar: Jawab Saja Pertanyaannya!
Terkini
-
Dukung Pendidikan, BRI Private dan BRI Prioritas Hadirkan Keistimewaan di Sequoia School
-
Harga Rp2,6 Jutaan, realme C01 Punya Baterai 6.500 mAh dan Fitur NFC
-
Dari Ruang Kerja, Pekerja Kilang Plaju Lahirkan 180 Inovasi
-
Belajar Mengelola Lahan Tanpa Membakar di Desa Gambut
-
Sidang Roy Suryo, Jokowi Beberkan Riwayat Pendidikan dan Mata Kuliah Pilihan di UGM