- Wali Kota Palembang Ratu Dewa menyatakan titik kebakaran lahan turun drastis menjadi lima hingga enam lokasi pada Senin, 28 September 2026.
- Jumlah titik panas atau hotspot di wilayah Sumatera Selatan mengalami penurunan tajam sebesar 63 persen atau menjadi 279 titik pada hari Senin.
- Kualitas udara di Palembang masih berada dalam kategori tidak sehat dengan angka ISPU mencapai 172 akibat kiriman asap dari kabupaten lain.
Angka tersebut juga memperlihatkan bahwa kondisi udara Palembang tidak hanya perlu dilihat dari jumlah hotspot, tetapi juga dari konsentrasi partikulat yang terukur di udara.
Udara kabur diprakirakan terjadi Senin
Di tengah kondisi tersebut, BMKG memang memprakirakan Palembang mengalami udara kabur pada Senin. Prakiraan BMKG menempatkan suhu Palembang pada kisaran 24–33 derajat Celsius dengan kelembapan 55–97 persen. Namun, istilah udara kabur dalam prakiraan cuaca tidak dapat begitu saja disamakan dengan kabut asap.
Data Dinas Perhubungan Sumatera Selatan juga mencatat kondisi udara kabur di Palembang pada pukul 03.00 WIB, dengan suhu 24 derajat Celsius dan kelembapan 95 persen. Kondisi serupa tercatat di kawasan Tangga Buntung.
Dengan demikian, ada dua informasi yang perlu dibaca secara bersamaan: prakiraan cuaca menunjukkan udara kabur, sementara data kualitas udara menunjukkan partikulat masih berada pada level tidak sehat.
Asap tidak hanya berasal dari Palembang
Data penanganan karhutla juga menunjukkan bahwa persoalan asap di Palembang tidak berdiri sendiri. Penanganan kebakaran pada Senin masih difokuskan di enam wilayah Sumsel, yakni Ogan Komering Ilir, Muara Enim, Musi Banyuasin, Banyuasin, Ogan Ilir dan Palembang.
Jumlah kejadian karhutla bahkan sempat naik dari 72 kejadian pada 26 September menjadi 79 kejadian pada 27 September, meski jumlah hotspot turun pada 28 September.
Perbedaan antara angka hotspot, kejadian kebakaran, dan kualitas udara inilah yang membuat kondisi kabut asap tidak bisa dibaca hanya dari satu indikator.
Baca Juga: Di Balik Parkir Liar Palembang: Ada Bos, Setoran, hingga Klaim Ormas Pernah Masuk
Data Senin menunjukkan kondisi udara Palembang membaik dibandingkan sehari sebelumnya, tetapi belum kembali ke kategori sehat. ISPU Palembang masih berada di angka 172 pada pukul 06.00 WIB, sementara pemantauan BMKG juga menunjukkan konsentrasi PM2.5 di dua stasiun Palembang masih berada dalam kategori tidak sehat.
Di sisi lain, pemerintah kota menyebut titik kebakaran di Palembang sudah berkurang. Namun, asap dari wilayah lain di Sumatera Selatan masih menjadi faktor yang memengaruhi kondisi udara kota.
Warga yang beraktivitas di luar ruangan tetap perlu memantau pembaruan kualitas udara dan kondisi cuaca secara berkala, terutama ketika udara kembali terlihat pekat atau jarak pandang menurun.
Tag
Berita Terkait
-
Di Balik Parkir Liar Palembang: Ada Bos, Setoran, hingga Klaim Ormas Pernah Masuk
-
Spesial HUT ke-81 KAI, Pelanggan Cukup Bayar 81 Persen untuk Naik KA Sindang Marga
-
Karhutla Sumsel: 43 Orang Ditahan, 16 Korporasi Disidik, Tapi Hotspot Masih Muncul
-
Banpres Karhutla Rp100 Miliar Sudah Turun, Kenapa Asap Masih Kepung Palembang?
-
Kabut Asap Palembang Makin Pekat, Mengapa Udara Berbahaya Kembali Terulang?
Terpopuler
- 3 Moisturizer Kolagen untuk Kulit Keriput Usia 45 ke Atas, Bikin Wajah Kencang Sesuai Review
- Guruh Soekarnoputra Sakit Apa? Wafat di Usia 73 Tahun usai Dirawat Intensif
- Transjakarta Resmi Hapus 3 Rute Bus Penghubung Rusun, Warga Diminta Pakai Rute Alternatif
- 5 Novel Sejarah untuk Menelusuri Jejak G30S/PKI, Jangan Lupakan Masa Lalu!
- Perbedaan Pompa Air Jet Pump vs Pompa Celup Submersible untuk Sumur Dalam, Mana yang Cocok?
Pilihan
-
Hasil Investigasi di Lapas Cibinong: Kulkas Berisi Miras hingga Perabotan Mewah Milik Kasi Kamtib
-
Bayi Dua Hari Ditinggalkan dalam Kardus, Tangisnya Bongkar Misteri di Depan Rumah Warga
-
Tanpa Pengacara, WNI Didakwa Edarkan 25 Kg Heroin: Terancam Hukuman Mati di Malaysia
-
Dramatis! Ubed Persembahkan Medali Emas Asian Games 2026 untuk Indonesia
-
Massa Buruh Mulai Padati Thamrin, Andi Gani Pimpin Langsung Aksi Tuntut Keadilan RUU Ketenagakerjaan
Terkini
-
Di Balik Parkir Liar Palembang: Ada Bos, Setoran, hingga Klaim Ormas Pernah Masuk
-
Ketika Turbin Kembali Diharapkan Berputar, Rumah Kopi Pelakat Menunggu Energi dari Air
-
Spesial HUT ke-81 KAI, Pelanggan Cukup Bayar 81 Persen untuk Naik KA Sindang Marga
-
Karhutla Sumsel: 43 Orang Ditahan, 16 Korporasi Disidik, Tapi Hotspot Masih Muncul
-
Banpres Karhutla Rp100 Miliar Sudah Turun, Kenapa Asap Masih Kepung Palembang?