Tasmalinda
Rabu, 23 September 2026 | 20:21 WIB
Antrean solar Sumsel belum reda, kebutuhan 2,8 Juta KL Hhnya dialokasikan 650 Ribu KL
Baca 10 detik
  • Gubernur Herman Deru menyatakan antrean solar subsidi di Sumatra Selatan disebabkan oleh alokasi yang jauh dari usulan.
  • Pemerintah daerah mengusulkan kebutuhan Biosolar sebesar 2,8 juta kiloliter, tetapi hanya mendapat alokasi sekitar 650.000 kiloliter.
  • Pernyataan tersebut disampaikan Gubernur Herman Deru di Kabupaten Empat Lawang pada Selasa, 22 September 2026.

SuaraSumsel.id - Antrean kendaraan untuk mendapatkan solar subsidi masih menjadi persoalan di Sumatera Selatan. Di tengah kondisi tersebut, muncul angka yang menunjukkan besarnya jarak antara kebutuhan yang diajukan daerah dan alokasi yang diterima.

Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru menyebut kebutuhan Biosolar yang diusulkan Sumsel mencapai sekitar 2,8 juta kiloliter (KL) per tahun. Namun, alokasi yang diterima hanya sekitar 650.000 KL. Pernyataan itu disampaikan Herman Deru saat berada di Muara Pinang, Kabupaten Empat Lawang, Selasa (22/9/2026).

“Sumatera Selatan ini Gubernur atas usulan Bupati-Bupati itu memohon kepada BPH Migas 2,8 juta KL per tahun. Tapi nyatanya kita hanya mendapat alokasi lebih kurang 650.000 KL,” kata Herman Deru, belum lama ini.

Angka tersebut menunjukkan adanya selisih sekitar 2,15 juta KL antara kebutuhan yang diusulkan dengan alokasi yang disebut diterima Sumsel.

Namun, angka 650.000 KL merupakan keterangan terbaru yang disampaikan Deru. Sebelumnya, dalam pembahasan antrean BBM pada 8 September 2026, ia menyebut alokasi solar Sumsel sekitar 629.000 KL, sedangkan tahun sebelumnya sekitar 655.000 KL.

Kebutuhan 2,8 juta KL, alokasi sekitar 650 ribu KL

Jika menggunakan angka terbaru yang disampaikan pada 22 September, terdapat perbedaan cukup besar antara jumlah yang diajukan dan alokasi yang diterima.

Kebutuhan yang diusulkan sebanyak 2,8 juta KL per tahun sementara alokasi yang disebut diterima mencapai sekitar 650.000 KL per tahun. Dengan angka tersebut, alokasi yang diterima berada di kisaran seperempat dari kebutuhan yang diajukan.

Kesenjangan inilah yang menjadi salah satu konteks untuk melihat mengapa persoalan solar bersubsidi terus muncul di lapangan.

Baca Juga: Harga Karet Sumsel Tembus Rp43 Ribu, Naik Rp1.199 dalam Dua Hari

Herman Deru sebelumnya juga menyebut antrean BBM, khususnya Biosolar, kembali memanjang di sejumlah wilayah Sumsel. Dalam rapat pembahasan penyaluran BBM pada awal September, ia mengatakan kondisi antrean tersebut tidak bisa diabaikan.

Angka 629 ribu KL dan 650 ribu KL, apa bedanya?

Pada 8 September 2026, Deru menyebut alokasi solar yang diterima Sumsel sekitar 629.000 KL. Ia membandingkannya dengan alokasi tahun sebelumnya yang disebut mencapai sekitar 655.000 KL. Kemudian pada 22 September 2026, saat berada di Muara Pinang, Deru menyebut angka alokasi yang diterima sekitar 650.000 KL.

Keduanya sama-sama merupakan angka yang disampaikan Herman Deru, tetapi berasal dari waktu penyampaian berbeda.

Karena itu, angka tersebut tidak seharusnya diperlakukan sebagai satu data yang sama persis. Untuk kondisi terbaru, angka sekitar 650.000 KL merupakan pernyataan Deru yang lebih baru.

Sementara angka 629.000 KL dapat digunakan sebagai data pembanding dari pernyataannya pada awal September.

Load More