- Warga Desa Tanjung Beringin di Lahat mengelola lahan secara turun-temurun hingga memperoleh izin hutan desa seluas 390 hektare pada tahun 2021.
- Masyarakat mengembangkan komoditas kopi dan karet serta mendirikan kelompok sadar wisata untuk meningkatkan pendapatan ekonomi desa.
- Lembaga HaKI menjajaki pemasangan pembangkit listrik tenaga surya guna mendukung kegiatan wisata dan pengolahan hasil pertanian warga.
Listrik PLN telah masuk sejak 2022. Namun, ketika rencana pengembangan wisata dan pengolahan komoditas mulai tumbuh, kebutuhan energi juga ikut bertambah. Di tengah bentang alam yang selama puluhan tahun dikenal dengan sumber energi fosilnya, warga kini melihat kemungkinan lain dari energi yang tersedia di sekitar mereka. Matahari menjadi salah satu pilihannya.
Matahari untuk hutan dan ekonomi desa
Dalam program Percepatan Transisi Energi dan Transformasi Ekonomi Sumatera Selatan, Hutan Kita Institute (HaKI) mendorong transisi energi yang tidak meninggalkan masyarakat, termasuk warga sekitar tambang, serta kelestarian lingkungan dan keanekaragaman hayati.
Pendekatan ini menempatkan energi bersih sebagai bagian dari perubahan ekonomi yang lebih adil. Di Tanjung Beringin, HaKI tengah menjajaki pemasangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) untuk mendukung pengembangan kopi dan wisata di kaki Bukit Besak.
Field Organizer HaKI, Menik Setyowati, mengatakan kebutuhan energi akan meningkat seiring berkembangnya kedua sektor tersebut. “Kopi membutuhkan proses pengolahan. Wisata membutuhkan fasilitas. Keduanya membutuhkan energi tambahan,” ujarnya.
Pemanfaatan energi surya diharapkan dapat memenuhi sebagian kebutuhan tersebut sekaligus membuka peluang bagi energi terbarukan untuk mendukung kegiatan ekonomi masyarakat desa.
Di tengah lanskap Merapi yang terus berubah, pilihan energi bersih menjadi bagian dari upaya menjawab bagaimana ekonomi desa dapat berkembang tanpa kehilangan ruang hidup yang menjadi fondasinya.
Tag
Berita Terkait
-
Ketika Turbin Kembali Diharapkan Berputar, Rumah Kopi Pelakat Menunggu Energi dari Air
-
Saat Air Menjadi Energi, Hutan Menjaga Nyala di Kawasan Panas Bumi Rantau Dedap
-
Harumkan Nama Indonesia di Kancah Dunia, 6 Pekerja Kilang Plaju Borong 3 Penghargaan
-
Sinergi Kilang Plaju dan R&P Sumatera Dorong Generasi Muda Jadi Agent of Change
-
Sengketa Lahan Bertahun-tahun, Warga Banjarsari Bermalam di Kantor Bupati Lahat
Terpopuler
- Urutan Elemen Shio Paling Terkuat dan Paling Dominan dalam Feng Shui, Kenali 5 Unsurnya
- Transjakarta Resmi Hapus 3 Rute Bus Penghubung Rusun, Warga Diminta Pakai Rute Alternatif
- Guruh Soekarnoputra Sakit Apa? Wafat di Usia 73 Tahun usai Dirawat Intensif
- Urutan Pemakaian Air Mawar, Moisturizer, dan Sunscreen di Pagi Hari yang Tepat
- 6 Sepatu Slip On Tanpa Tali Paling Nyaman untuk Jalan Kaki, Harga Mulai Rp120 Ribuan
Pilihan
-
Hasil Rapat Haji di Istana, Masa Tunggu Jadi 14 Tahun
-
Hasil Investigasi di Lapas Cibinong: Kulkas Berisi Miras hingga Perabotan Mewah Milik Kasi Kamtib
-
Bayi Dua Hari Ditinggalkan dalam Kardus, Tangisnya Bongkar Misteri di Depan Rumah Warga
-
Tanpa Pengacara, WNI Didakwa Edarkan 25 Kg Heroin: Terancam Hukuman Mati di Malaysia
-
Dramatis! Ubed Persembahkan Medali Emas Asian Games 2026 untuk Indonesia
Terkini
-
Prabowo Audit Keuangan Haji, Ada Rp12,98 Triliun Nilai Manfaat Jemaah 2027
-
Hellyana Diberhentikan Sementara, Sampai Kapan Jabatan Wagub Babel Kosong?
-
Kabut Asap Mengepung Sungai Musi, Mereka Tetap Bekerja demi Penghasilan
-
BRI Money Changer Tersedia di Bandara hingga Perbatasan, Tukar Valas Makin Praktis
-
Di Kaki Bukit Besak, Menjaga Hutan di Tengah Lanskap yang Berubah