- Kualitas udara Palembang pada Kamis (17/9/2026) mencapai kategori berbahaya akibat polutan PM2.5 yang sangat tinggi.
- Peningkatan konsentrasi polutan tersebut disebabkan oleh kabut asap dari ribuan titik kebakaran hutan dan lahan di Sumatera Selatan.
- Warga diimbau untuk membatasi aktivitas fisik di luar ruangan dan menggunakan masker demi menghindari paparan polusi berbahaya.
SuaraSumsel.id - Kualitas udara di Palembang, Sumatera Selatan, berada dalam kondisi yang perlu diwaspadai pada Kamis (17/9/2026). Bukan hanya kabut asap yang terlihat di sejumlah kawasan, konsentrasi partikel halus di udara juga sempat mencapai angka sangat tinggi.
Pemantauan IQAir pada pukul 08.00 WIB menunjukkan AQI US Palembang mencapai 425, yang masuk kategori berbahaya. Polutan utama yang terdeteksi adalah PM2.5 dengan konsentrasi 288 mikrogram per meter kubik (µg/m³).
Namun, angka tersebut bukan konsentrasi PM2.5 tertinggi yang tercatat di Palembang hari ini.
Berdasarkan pemantauan Stasiun PM2.5 Musi 2 Palembang, konsentrasi PM2.5 bahkan sempat mencapai 681,6 µg/m³ pada pukul 04.00 WIB. Di Stasiun Talang Betutu, konsentrasi PM2.5 juga mencapai 493,9 µg/m³. BMKG menyebut kondisi kualitas udara tersebut berada pada kategori berbahaya atau hitam.
Apa Arti Angka PM2.5 yang Sangat Tinggi?
PM2.5 adalah partikel udara berukuran sangat kecil. Karena ukurannya, partikel ini dapat ikut terhirup ketika seseorang bernapas dan masuk jauh ke dalam saluran pernapasan. Sederhananya, semakin tinggi konsentrasi PM2.5, semakin banyak partikel halus yang berada di udara yang kita hirup.
Itulah sebabnya kondisi udara seperti Kamis hari ini perlu mendapat perhatian, terutama bagi masyarakat yang harus beraktivitas di luar rumah.
Ketika kualitas udara berada pada kategori berbahaya, menghabiskan waktu lama di luar ruangan bukan pilihan yang ideal. Aktivitas fisik berat di ruang terbuka juga sebaiknya dikurangi karena tubuh membutuhkan lebih banyak udara ketika seseorang berjalan cepat, berlari atau berolahraga.
Kondisi udara Palembang saat ini berkaitan dengan kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan di Sumatera Selatan. BMKG menyebut buruknya kualitas udara di Palembang terjadi di tengah asap karhutla yang menyelimuti wilayah Sumsel.
Baca Juga: Ratu Dewa Berang di Rapat Banjir, PPPK Diusir, Nasib Kadis hingga Kabid Disorot
Pada saat yang sama, jumlah titik panas di Sumsel juga meningkat. Data yang dilaporkan pada Kamis menunjukkan terdapat 3.039 hotspot, naik dari 2.545 titik sehari sebelumnya.
Asap dari kebakaran tersebut kemudian dapat terbawa dan menyebar mengikuti kondisi atmosfer serta arah angin. Karena itu, kualitas udara di satu wilayah tidak selalu sama dari waktu ke waktu.
Satu hal penting yang perlu dipahami adalah kualitas udara tidak selalu bisa dinilai hanya dari apa yang terlihat oleh mata.
Langit yang terlihat sedikit lebih cerah bukan berarti konsentrasi PM2.5 otomatis sudah aman. Sebaliknya, perubahan kondisi angin dan atmosfer dapat membuat konsentrasi polutan berubah dalam beberapa jam.
Pada Kamis pagi saja, data pemantauan menunjukkan perubahan konsentrasi PM2.5 yang sangat tinggi di beberapa titik Palembang. Karena itu, masyarakat sebaiknya melihat data kualitas udara terbaru, bukan hanya kondisi langit ketika hendak keluar rumah.
Apa yang Sebaiknya Dilakukan Warga?
Tag
Berita Terkait
-
Ratu Dewa Berang di Rapat Banjir, PPPK Diusir, Nasib Kadis hingga Kabid Disorot
-
Antrean Solar Kembali Mengular di Palembang, Mengapa Belum Tuntas Usai Rakor Pemprov?
-
Karhutla Tak Pilih Korban, 4 Tokoh Lintas Agama Bicara Soal Menjaga Alam
-
5 Jurnalis Hilang di Krakatau, Jurnalis Sumsel Gelar Doa dan Ingatkan Pesan Saling Jaga
-
ISPU Palembang Belum Stabil, Kapan Anak TK-SMP Boleh Kembali ke Sekolah?
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- Menteri Keuangan Purbaya Diganti Hari Ini? Wakilnya Sudah ke Istana Pakai Jas
- Status Terbaru Anak Purbaya: Mafia Ancam Presiden Dibalik Pemecatan Bapak, Ada Foto Raja Juli
- Update Reshuffle Kabinet Hari Ini: Menlu Sugiono Dikabarkan Diganti
- Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
Pilihan
-
Dari Aceh hingga Nusa Tenggara, Membaca Peta Ancaman Megathrust Indonesia
-
Kabar Buruk dari Italia: Jay Idzes Cedera 30-35 Hari Absen Bela Timnas Indonesia
-
Purbaya Ogah Bicara Panjang Saat Sertijab Menkeu ke Suahasil: Terima Kasih Semua
-
Apa Salah Purbaya hingga Dipecat Lewat Panggilan Telepon?
-
Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor
Terkini
-
Udara Palembang Hari Ini Berbahaya, PM2.5 Sempat Tembus 681,6 g/m
-
Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat
-
Karhutla Sumsel Capai 6.552 Hektar, Kenapa Masih Ada 84 Hektar Belum Padam?
-
Bukan Cuma Rp13 Miliar, Begini Jejak Aliran Uang Kasus Korupsi Chromebook Muara Enim
-
Ratu Dewa Berang di Rapat Banjir, PPPK Diusir, Nasib Kadis hingga Kabid Disorot