- Gubernur Sumsel Herman Deru meninjau antrean panjang solar subsidi di SPBU Kebun Bunga Palembang pada Selasa (15/9/2026).
- Herman Deru langsung menghubungi Pertamina Patra Niaga untuk meminta pengiriman pasokan BBM segera dinormalkan demi mengatasi antrean.
- Petugas SPBU belum dapat memastikan penyebab pasti tersendatnya pasokan yang membuat para sopir menunggu berjam-jam.
Kejadian di Kebun Bunga juga bukan muncul dalam ruang kosong. Sebelumnya, Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan telah menyiapkan langkah untuk mengatasi antrean solar subsidi di sejumlah SPBU.
Pada 9 September 2026 bahwa Pemprov Sumsel telah berkomunikasi dengan Pertamina Patra Niaga untuk mencari solusi atas antrean solar yang dalam beberapa hari sebelumnya semakin panjang, termasuk di Palembang.
Artinya, kejadian 15 September kembali menempatkan persoalan distribusi solar subsidi sebagai perhatian pemerintah daerah.
Namun, untuk mengetahui apakah persoalan di SPBU Kebun Bunga disebabkan keterlambatan pengiriman, penyesuaian distribusi, tingginya permintaan, atau faktor lain, diperlukan penjelasan dari pihak Pertamina.
Bukan Sekadar Soal Antrean
Bagi sopir truk, waktu yang habis dalam antrean bukan sekadar persoalan menunggu giliran mengisi BBM. Ketika kendaraan angkutan harus berhenti berjam-jam, aktivitas pengiriman barang juga berpotensi ikut tertunda.
Di sisi lain, antrean yang memanjang hingga badan jalan dapat mengganggu lalu lintas di sekitar SPBU.
Karena itu, persoalan di SPBU Kebun Bunga membutuhkan jawaban yang lebih spesifik: berapa pasokan yang seharusnya diterima SPBU, berapa kebutuhan hariannya, kapan pengiriman terakhir dilakukan, dan apa penyebab pasokan kembali tidak mencukupi pada malam hari.
Pertanyaan tersebut belum terjawab dari penjelasan yang tersedia saat Gubernur Herman Deru melakukan peninjauan.
Baca Juga: Karhutla Tak Pilih Korban, 4 Tokoh Lintas Agama Bicara Soal Menjaga Alam
Pemerintah Provinsi Sumsel kini berharap koordinasi dengan Pertamina menghasilkan solusi agar pasokan solar dan Pertalite kembali tersedia secara normal dan antrean panjang tidak kembali terjadi.
Yang masih menjadi pertanyaan adalah apakah persoalan ini berhenti pada satu SPBU atau merupakan bagian dari persoalan distribusi BBM subsidi yang lebih luas di Palembang.
Berita Terkait
-
Karhutla Tak Pilih Korban, 4 Tokoh Lintas Agama Bicara Soal Menjaga Alam
-
5 Jurnalis Hilang di Krakatau, Jurnalis Sumsel Gelar Doa dan Ingatkan Pesan Saling Jaga
-
ISPU Palembang Belum Stabil, Kapan Anak TK-SMP Boleh Kembali ke Sekolah?
-
Saat Karhutla Mengancam Sumsel, Generasi Muda Lintas Agama Diajak Turun Tangan
-
Besok Sekolah Palembang Masuk atau Masih Daring? Ini Patokan ISPU untuk Tatap Muka
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- Menteri Keuangan Purbaya Diganti Hari Ini? Wakilnya Sudah ke Istana Pakai Jas
- Status Terbaru Anak Purbaya: Mafia Ancam Presiden Dibalik Pemecatan Bapak, Ada Foto Raja Juli
- Update Reshuffle Kabinet Hari Ini: Menlu Sugiono Dikabarkan Diganti
- Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
Pilihan
-
Dari Aceh hingga Nusa Tenggara, Membaca Peta Ancaman Megathrust Indonesia
-
Kabar Buruk dari Italia: Jay Idzes Cedera 30-35 Hari Absen Bela Timnas Indonesia
-
Purbaya Ogah Bicara Panjang Saat Sertijab Menkeu ke Suahasil: Terima Kasih Semua
-
Apa Salah Purbaya hingga Dipecat Lewat Panggilan Telepon?
-
Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor
Terkini
-
Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat
-
Karhutla Sumsel Capai 6.552 Hektar, Kenapa Masih Ada 84 Hektar Belum Padam?
-
Bukan Cuma Rp13 Miliar, Begini Jejak Aliran Uang Kasus Korupsi Chromebook Muara Enim
-
Ratu Dewa Berang di Rapat Banjir, PPPK Diusir, Nasib Kadis hingga Kabid Disorot
-
Antrean Solar Kembali Mengular di Palembang, Mengapa Belum Tuntas Usai Rakor Pemprov?