- PTBA membukukan pendapatan Rp22,03 triliun dan laba bersih Rp2,65 triliun pada Semester I 2026.
- Perusahaan mencatat produksi 19,45 juta ton dan penjualan 21,10 juta ton batu bara selama periode tersebut.
- Progres proyek jalur angkutan Tanjung Enim-Kramasan telah mencapai sekitar 93 persen pada semester pertama 2026.
Proyek tersebut diarahkan untuk meningkatkan kapasitas angkutan sekaligus memperkuat sistem logistik dan distribusi batu bara PTBA.
Hingga saat ini, progres proyek Tanjung Enim-Kramasan telah mencapai sekitar 93 persen. PTBA juga telah memperoleh komitmen pendanaan melalui Term Sheet bersama bank-bank Himbara untuk fasilitas Senior Term Loan hingga Rp3,56 triliun.
Selain itu, perseroan terus mempercepat pembangunan fasilitas Coal Handling Facility (CHF) dan Train Loading Station (TLS) 6-7 pada jalur angkutan batu bara Tanjung Enim-Kramasan.
Pengembangan infrastruktur tersebut diharapkan memperkuat kapasitas angkutan dan pemuatan batu bara sekaligus meningkatkan efisiensi rantai pasok.
“Penguatan infrastruktur merupakan bagian dari strategi kami untuk meningkatkan efisiensi dan daya saing bisnis. Kami terus mempercepat pengembangan proyek Tanjung Enim-Kramasan serta fasilitas CHF dan TLS 6-7 agar sistem logistik batu bara semakin terintegrasi dan mampu mendukung kebutuhan pelanggan secara optimal,” kata Bambang.
PTBA Dorong Hilirisasi DME, Metanol hingga Kalium Humat
Sejalan dengan penguatan bisnis inti, PTBA juga terus mendorong pengembangan hilirisasi untuk meningkatkan nilai tambah sumber daya batu bara.
Perseroan bersama sejumlah mitra strategis terus mengeksplorasi pengembangan Dimethyl Ether (DME) dan metanol, termasuk dari sisi teknologi, keekonomian, serta skema bisnis.
PTBA juga mengembangkan Kalium Humat, produk hasil pengolahan batu bara yang memiliki potensi untuk mendukung sektor pertanian.
Baca Juga: PTBA Bantu Sediakan Air Bersih Siap Minum untuk Korban Bencana di Manggarai Timur
Saat ini, pilot plant Kalium Humat memiliki kapasitas sekitar 171 ton per tahun. Ke depan, kapasitas tersebut ditargetkan berkembang hingga 10.000 ton per tahun.
“Hilirisasi menjadi salah satu fokus kami untuk menciptakan nilai tambah yang lebih besar. Kami melihat potensi yang luas dari sumber daya yang dimiliki PTBA untuk dikembangkan menjadi produk bernilai tambah, termasuk DME, Metanol, dan Kalium Humat,” jelas Bambang.
Kembangkan PLTS di Lahan Pascatambang
Di sektor energi baru, PTBA juga memperluas portofolio bisnis melalui pengembangan energi terbarukan. Salah satu langkah yang dilakukan adalah menjajaki pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) bersama PT Pertamina New & Renewable Energy atau Pertamina NRE.
Kerja sama tersebut mencakup pengembangan PLTS di lahan pascatambang dan sejumlah area operasional PTBA, termasuk pemanfaatan lahan yang telah direklamasi.
Hingga saat ini, total portofolio PLTS PTBA telah mencapai sekitar 1,2 MWp. Pengembangan energi surya tersebut menjadi bagian dari strategi perseroan dalam mengoptimalkan aset, memperkuat portofolio energi terbarukan, mendukung transisi energi, sekaligus menciptakan sumber pertumbuhan baru.
Berita Terkait
-
PTBA Bantu Sediakan Air Bersih Siap Minum untuk Korban Bencana di Manggarai Timur
-
Anak Usaha PTBA, HBAP Raih Juara 3 Apresiasi EBTKE 2026 dari Kementerian ESDM
-
Dari Menganggur hingga Panen Telur, Amat Rasakan Manfaat Program Ayam Petelur PTBA
-
HUT ke-81 RI, PTBA dan MIND ID Group Salurkan Bantuan untuk Veteran di Sumsel dan Lampung
-
PTBA Borong Empat Penghargaan ISEA 2026, Tegaskan Transformasi Keselamatan Kerja
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- 3 Rekomendasi Helm Half Face Rp200 Ribuan yang Paling Dicari Bikers, Nyaman Buat Harian
- Defisit APBN 'Cuma' 0,91 Persen, Purbaya Khawatir Kementerian-Lembaga Minta Anggaran Tambahan
- Viral Karnaval Mirip Ritual Satanisme di Pekalongan, Ada Penyembelihan Hewan dan Okultisme
- Polisi Sebut Wanita di Video Viral Biksu Thailand Mendadak Kaya Sejak Bolak Balik Masuk Kuil
Pilihan
-
Dilantik Jadi Menkeu, Suahasil Akui Tak Berkomunikasi Dengan Purbaya
-
Purbaya Diganti, Nilai Tukar Rupiah Langsung Loyo ke Level Rp17.699
-
Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
-
Ada Pelantikan di Istana Sore Ini, Pratikno Ngaku Dapat Undangan Mendadak
-
Update Reshuffle Kabinet Hari Ini: Menlu Sugiono Dikabarkan Diganti
Terkini
-
Besok Sekolah Palembang Masuk atau Masih Daring? Ini Patokan ISPU untuk Tatap Muka
-
Dukung Tumbuh Kembang Anak Sungai Rebo, Kilang Plaju Salurkan PMT di Posyandu Asparagus
-
Suahasil Gantikan Purbaya, Pemprov Sumsel Berharap Kebijakan Fiskal Daerah Kembali seperti Semula
-
Kabut Asap Palembang, KAI Bagikan 2.800 Masker untuk Lindungi Pekerja Operasional
-
Taksi Listrik di Palembang Dipersoalkan, Siapa yang Sebenarnya Diuntungkan?