Tasmalinda
Minggu, 06 September 2026 | 21:23 WIB
doa saat melihat Gunung meletus. Ini doa dan sikap yang dianjurkan dalam Islam.
Baca 10 detik
  • Umat Islam dianjurkan membaca doa perlindungan umum saat menghadapi bencana erupsi gunung berapi.
  • Doa-doa tertentu diamalkan untuk memohon keselamatan dari bahaya, musibah berat, dan kabar duka.
  • Warga harus menggabungkan doa dengan ikhtiar nyata seperti mengikuti prosedur evakuasi resmi.

SuaraSumsel.id - Erupsi gunung berapi dapat terjadi tanpa banyak waktu untuk bersiap. Abu vulkanik, awan panas, lava, dan lahar bisa mengancam keselamatan warga di kawasan rawan bencana.

Dalam situasi seperti itu, umat Islam dianjurkan memperbanyak doa dan zikir untuk memohon perlindungan kepada Allah SWT. Namun, perlu diketahui bahwa tidak ada doa khusus yang secara spesifik ditetapkan untuk dibaca ketika gunung meletus.

Doa yang dapat diamalkan adalah bacaan yang berisi permohonan keselamatan dari bahaya, musibah, dan kesulitan. Membaca doa juga harus disertai ikhtiar nyata, seperti mengikuti informasi resmi dan segera mengungsi apabila ada perintah evakuasi.

Gunung meletus merupakan salah satu bentuk bencana alam yang dapat menimbulkan bahaya bagi manusia. Dalam ajaran Islam, tidak terdapat riwayat yang menetapkan satu bacaan tertentu khusus untuk peristiwa erupsi gunung.

Meski demikian, seorang Muslim tetap dapat berdoa dengan bacaan yang bersumber dari hadis atau doa umum untuk memohon perlindungan. Doa tersebut dapat dibaca ketika melihat gunung erupsi, mendengar kabar bencana, atau berada di tengah situasi yang membahayakan.

Bacaan Perlindungan dari Bahaya

Salah satu doa yang dapat diamalkan adalah bacaan berikut:

بِسْمِ اللَّهِ الَّذِى لاَ يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَىْءٌ فِى الأَرْضِ وَلاَ فِى السَّمَاءِ وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ

Bismillahilladzi laa yadhurru ma'asmihi syai'un fil ardhi wa laa fis samaa'i wa huwas samii'ul 'aliim.

Baca Juga: Kabut Asap Makin Pekat, Doa Apa yang Bisa Dibaca Muslim? Ini Bacaan Perlindungannya

Artinya:

“Dengan nama Allah yang dengan nama-Nya tidak ada sesuatu pun di bumi dan di langit yang dapat membahayakan. Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”

Bacaan ini berisi permohonan agar Allah SWT memberikan perlindungan dari berbagai bahaya. Doa tersebut dapat diamalkan pada pagi dan sore hari, maupun ketika seseorang menghadapi keadaan yang mengkhawatirkan.

Doa Berlindung dari Beratnya Bencana

Umat Islam juga dapat membaca doa yang memohon perlindungan dari beratnya ujian dan musibah:

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ جَهْدِ الْبَلَاءِ، وَدَرَكِ الشَّقَاءِ، وَسُوءِ الْقَضَاءِ، وَشَمَاتَةِ الْأَعْدَاءِ

Allahumma inni a'udzu bika min jahdil bala', wa darakisy syaqa', wa su'il qadha', wa syamaatatil a'da'.

Artinya:

“Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari beratnya bencana, kesengsaraan, buruknya ketetapan, dan kegembiraan musuh atas musibah yang menimpa.”

Doa ini tidak hanya berkaitan dengan erupsi gunung, tetapi dapat dibaca ketika menghadapi berbagai bentuk kesulitan. Kandungannya mencakup permohonan agar seseorang dijauhkan dari ujian yang berat dan dampak buruk akibat musibah.

Istirja untuk Menghadapi Kabar Musibah

Ketika mendengar kabar erupsi yang menimpa masyarakat, umat Muslim dianjurkan membaca istirja:

إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ

Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un.

Artinya:

“Sesungguhnya kami milik Allah dan kepada-Nya kami kembali.”

Istirja bukan hanya dibaca ketika seseorang mengalami kehilangan. Bacaan ini juga dapat diamalkan saat mendengar kabar musibah yang menimpa orang lain.

Selain mengingatkan manusia tentang kepemilikan Allah SWT atas seluruh makhluk, istirja juga mengajarkan sikap sabar dan menerima ketetapan-Nya.

Doa untuk Orang yang Tertimpa Musibah

Bagi warga yang terdampak erupsi, kehilangan tempat tinggal, harta benda, atau anggota keluarga, dapat membaca doa berikut:

اللَّهُمَّ أْجُرْنِي فِي مُصِيبَتِي وَاخْلُفْ لِي خَيْرًا مِنْهَا

Allahumma'jurni fi mushibati wakhluf li khairan minha.

Artinya:

“Ya Allah, berilah aku pahala dalam musibahku dan gantilah untukku dengan sesuatu yang lebih baik darinya.”

Doa ini mengandung permohonan agar musibah yang dialami menjadi sumber pahala serta digantikan dengan kebaikan oleh Allah SWT.

Orang yang tidak terdampak langsung juga dapat mendoakan keselamatan, kesehatan, dan kemudahan bagi para korban erupsi.

Selain membaca doa yang bersumber dari hadis, umat Islam dapat memanjatkan doa dengan bahasa yang dipahami. Misalnya:

“Ya Allah, lindungilah kami dan seluruh warga dari bahaya erupsi. Berikan keselamatan kepada masyarakat yang terdampak, mudahkan proses evakuasi, dan kuatkan hati mereka yang sedang menghadapi musibah.”

Doa tersebut dapat disampaikan setelah salat atau pada waktu lain. Hal terpenting adalah memohon dengan penuh ketundukan dan tetap berusaha melakukan langkah keselamatan.

Langkah yang Perlu Dilakukan Saat Erupsi

Doa tidak boleh dipahami sebagai pengganti tindakan penyelamatan. Ketika gunung mengalami erupsi, warga perlu melakukan beberapa langkah berikut:

  1. Mengikuti informasi dari lembaga resmi dan petugas di lapangan.
  2. Menjauhi kawasan yang masuk zona bahaya.
  3. Segera mengungsi apabila ada perintah evakuasi.
  4. Menggunakan masker atau kain untuk mengurangi paparan abu vulkanik.
  5. Melindungi mata dan kulit dari abu serta material vulkanik.
  6. Tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.
  7. Membantu anak-anak, lansia, penyandang disabilitas, dan warga yang membutuhkan pertolongan.

Dalam Islam, menjaga keselamatan jiwa merupakan bagian dari tanggung jawab. Karena itu, berdoa dan mengikuti prosedur evakuasi harus dilakukan secara bersamaan.

Load More