- Tiga mahasiswa di Palembang menggugat ayah kandungnya ke pengadilan agama dengan tuntutan nafkah sebesar tujuh ratus juta rupiah.
- Gugatan tersebut merupakan tuntutan nafkah masa lalu yang belum dipenuhi sejak kedua orang tua mereka bercerai enam tahun silam.
- Upaya mediasi gagal mencapai kesepakatan, sehingga proses hukum berlanjut ke tahap pembuktian di persidangan pengadilan agama.
Hakim nantinya akan mempertimbangkan dalil para pihak, bukti yang diajukan serta ketentuan hukum sebelum menjatuhkan putusan.
Ayah Tetap Memiliki Tanggung Jawab
Perceraian orang tua tidak serta-merta menghilangkan persoalan tanggung jawab terhadap anak. Ketentuan mengenai perkawinan dan hukum keluarga pada prinsipnya tetap mengatur tanggung jawab biaya pemeliharaan dan pendidikan anak setelah perceraian, dengan mempertimbangkan kemampuan pihak ayah dan kebutuhan anak.
Namun, setiap perkara memiliki kondisi dan fakta berbeda.
Karena itu, tidak bisa disimpulkan bahwa setiap anak yang sudah menjadi mahasiswa otomatis dapat memenangkan gugatan nafkah terhadap orang tuanya.
Sebaliknya, status mahasiswa juga tidak serta-merta membuat seluruh persoalan nafkah masa lalu gugur. Fakta inilah yang nantinya akan diuji dalam perkara yang kini bergulir di Pengadilan Agama Palembang.
Upaya mediasi dalam perkara tersebut sebelumnya belum menghasilkan kesepakatan antara para pihak. Perkara kemudian berlanjut ke tahap persidangan. Berdasarkan informasi perkembangan perkara yang disampaikan kuasa hukum penggugat, agenda selanjutnya dijadwalkan memasuki tahap pembuktian.
Dalam tahap tersebut, para pihak memiliki kesempatan untuk mengajukan bukti guna memperkuat dalil masing-masing.
Kasus tiga mahasiswa menggugat ayah kandungnya ini pun menjadi perhatian karena bukan hanya melibatkan tuntutan Rp700 juta, tetapi juga membuka pertanyaan lebih luas mengenai hak anak, tanggung jawab orang tua setelah perceraian, biaya pendidikan hingga nafkah masa lalu.
Baca Juga: Karhutla Sumsel Belum Usai, Ini 4 Harapan Publik untuk Herman Deru di Tengah Kabut Asap
Putusan Pengadilan Agama nantinya akan menjadi penentu apakah tuntutan yang diajukan para penggugat dapat dikabulkan seluruhnya, sebagian, atau ditolak.
Hingga kini, perkara tersebut masih berjalan dan belum terdapat putusan berkekuatan hukum tetap.
Berita Terkait
-
Karhutla Sumsel Belum Usai, Ini 4 Harapan Publik untuk Herman Deru di Tengah Kabut Asap
-
Sumsel Kembali Menengadah ke Langit, Doa Hujan di Tengah Karhutla yang Belum Usai
-
Ratu Dewa Mendadak Lantik Sekda Palembang, Ada Apa dengan Aprizal Hasyim?
-
Polemik Universitas PGRI Palembang Makin Meluas, Ijazah Mahasiswa Kini Ikut Dipertanyakan
-
Titik Api Masih Muncul di Tol Palindra, Seberapa Cepat Karhutla Bisa Dikendalikan?
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- 5 Lipstik Wardah yang Tahan Lama Saat Hujan dan Tidak Mudah Luntur Saat Makan
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Mantan Ketua DPR RI Marzuki Alie Minta Dialog soal Tunggakan PBB IGM Rp2,33 Miliar
-
Sumsel United Kalah 0-1 dari Semen Padang, Gol Menit Akhir Buyarkan Asa Laskar Juaro Raih Poin
-
Kasus Polisi Diduga Bunuh Ibu Kandung di Siak, Riwayat Skizofrenia Terungkap, Kompolnas Turun Tangan
-
22,4 Juta Batang Rokok Ilegal Disita di Sumsel dan Sekitarnya, Mengapa Peredaran Sulit Diberantas?
-
Dua Kali Kebakaran di Konsesi Sawit OKI, Ini Profil PT Ricky Agrindo Sejahtera yang Disidik Polisi