- Pemerintah Kota Palembang mengundur jam masuk sekolah menjadi pukul 08.00 WIB akibat kabut asap karhutla.
- BMKG mencatat konsentrasi PM2.5 di Palembang sempat mencapai 180,8 mikrogram per meter kubik pada Rabu (26/8/2026).
- Dinas Pendidikan tetap mewajibkan pembelajaran tatap muka dan melarang seluruh kegiatan luar ruangan sekolah.
SuaraSumsel.id - Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mulai mengubah aktivitas sekolah di Kota Palembang. Pemerintah Kota Palembang mengundur jam masuk siswa menjadi pukul 08.00 WIB, tetapi kegiatan belajar mengajar tetap berlangsung secara tatap muka.
Kebijakan tersebut berlaku bagi siswa TK, SD dan SMP sederajat sebagai langkah antisipasi terhadap kualitas udara yang masih berada dalam kategori tidak sehat.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Palembang M. Affan Prapanca mengatakan penyesuaian jam sekolah dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi pencemaran udara yang cenderung lebih intens pada malam hingga pagi hari.
“Dengan mempertimbangkan kesehatan dan kenyamanan peserta didik, pendidik dan tenaga kependidikan di lingkungan sekolah, maka dilakukan penyesuaian jam kegiatan sekolah,” kata Affan.
Perubahan ini bukan berarti sekolah diliburkan.
Siswa tetap mengikuti pembelajaran secara luring atau tatap muka, hanya waktu masuknya digeser menjadi pukul 08.00 WIB. Kegiatan sekolah ditetapkan berakhir paling lambat pukul 15.00 WIB.
Sekolah juga diminta tidak menggelar kegiatan luar ruangan seperti upacara, olahraga dan kegiatan ekstrakurikuler selama kondisi udara belum membaik.
Penggunaan masker juga diwajibkan bagi warga satuan pendidikan.
PM2.5 sempat mencapai 180,8 µg/m³
Baca Juga: Rp100 Juta per Jam, Berapa Uang Negara Habis untuk Water Bombing Karhutla Sumsel?
Keputusan tersebut diambil ketika kualitas udara Palembang masih berfluktuasi. Pemantauan BMKG di Stasiun PM2.5 Musi 2 pada Rabu (26/8/2026) menunjukkan konsentrasi PM2.5 sempat mencapai 180,8 mikrogram per meter kubik pada pukul 04.00 WIB, masuk kategori sangat tidak sehat.
Pada pagi hari, konsentrasinya turun menjadi sekitar 81,6 µg/m³, tetapi masih berada dalam kategori tidak sehat.
Kepala Stasiun Klimatologi Kelas I Sumatera Selatan Wandayantolis menjelaskan kondisi udara dapat berubah mengikuti pergerakan dan penyebaran asap. Konsentrasi partikulat juga cenderung meningkat pada malam hingga pagi ketika kondisi atmosfer mendukung penumpukan asap.
BMKG justru sarankan sebagian siswa belajar dari rumah
Di tengah kondisi tersebut, BMKG memberikan rekomendasi yang perlu diperhatikan. Wandayantolis menyarankan siswa TK dan SD melakukan pembelajaran daring dari rumah ketika paparan PM2.5 berada pada kategori tidak sehat hingga sangat tidak sehat.
Sementara itu, kebijakan Pemkot Palembang saat ini masih mempertahankan pembelajaran tatap muka dengan penyesuaian jam masuk.
Tag
Berita Terkait
-
Rp100 Juta per Jam, Berapa Uang Negara Habis untuk Water Bombing Karhutla Sumsel?
-
Dalam 4 Jam PM2.5 Palembang Melonjak 3 Kali Lipat, Begini Kondisi Terbarunya
-
Sehari Usai Rakor Prabowo, 15 Hektar Lahan Semi Gambut Ogan Ilir Terbakar
-
Situasi Terbaru Bukit Serelo Lahat Terbakar, Karhutla Diperkirakan Capai 350 Hektar
-
Bukan Water Bombing, Prabowo Dorong 'Ubi Bombing' dari Singkong Atasi Karhutla
Terpopuler
- Survei: 55 Persen Pemilih Prabowo Tidak Akan Memilihnya Kembali pada Pilpres 2029
- Selundupkan 1.689 Burung Liar ke Jakarta, Bus Sinar Jaya Dicegat di Pelabuhan Bakauheni
- KPU Bisa Tindaklanjuti Putusan MK dengan Menyatakan Syarat Pendidikan Gibran di Pilpres 2024 Tak Sah
- Rekonsiliasi Politik, Anies Baswedan Jadi Menteri Prabowo?
- Pelembap Viva Hijau vs Kuning, Apa Bedanya? Ini Manfaat Keduanya untuk Wajah
Pilihan
-
Inilah 5 Menteri yang Kinerjanya Paling Buruk Menurut Survei CELIOS
-
Polri Gerebek Sarang Narkoba Kampung Boncos dan Ambon! Operasi Masih Berlangsung
-
Prabowo Mau Ganti Panglima TNI dan Jaksa Agung Pekan Ini, Tapi...
-
Polisi Dalami Dugaan Pemalsuan Suket Pendidikan Gibran
-
PDI Perjuangan: Gibran Lebih Baik Mundur dari Wapres
Terkini
-
ISPA di Sumsel Tembus 52.483 Kasus, September Jadi yang Terburuk dan Kian Mengkhawatirkan
-
Indeks Udara Palembang Masih Berbahaya, Ribuan Titik Panas Masih Terdeteksi di Sumsel
-
8 Anak Diduga Jadi Korban Pembina Pramuka di Palembang, Kasus Terungkap Setelah 5 Tahun
-
Ratu Dewa Bilang Enjoy saat Kabut Asap, Publik Bandingkan dengan Sikap Leonardo DiCaprio
-
Dari Tari Tanggai hingga Lukisan Presiden 2045, Seniman Suarakan Kritik Karhutla