- Bank Sumsel Babel dan Rumah Sri Ksetra menyelenggarakan pelestarian Wayang Palembang untuk generasi muda.
- Kegiatan tersebut mencakup lomba melukis, pembuatan poster, dan pertunjukan seni di berbagai perguruan tinggi.
- Inisiatif ini bertujuan mengatasi minimnya regenerasi agar identitas budaya Palembang tetap terjaga.
SuaraSumsel.id - Wayang Palembang pernah menjadi salah satu kesenian yang hidup di tengah masyarakat Kota Palembang. Namun, dalam beberapa dekade terakhir, kesenian yang memadukan unsur budaya Jawa dan Melayu Palembang ini semakin jarang dipentaskan.
Di tengah kekhawatiran akan hilangnya salah satu warisan budaya tersebut, upaya memperkenalkan kembali Wayang Palembang kepada generasi muda terus dilakukan melalui berbagai kegiatan kreatif.
Semangat pelestarian itulah yang mendapat dukungan dari Bank Sumsel Babel melalui kegiatan bertajuk “Menyelamatkan Wayang Palembang: Merayakan Wayang Palembang Bersama Generasi Muda” yang digagas Rumah Sri Ksetra.
Kegiatan tersebut menjadi ruang pertemuan antara warisan budaya masa lalu dengan kreativitas generasi masa kini. Tidak hanya menghadirkan pertunjukan dan pengenalan sejarah Wayang Palembang, kegiatan juga melibatkan generasi muda melalui lomba melukis Wayang Palembang bagi pelajar, lomba poster untuk masyarakat umum, promosi kreatif melalui t-shirt, hingga pertunjukan Wayang Palembang di lingkungan kampus dan perguruan tinggi.
Dukungan tersebut menjadi bagian dari semangat bersama untuk memastikan Wayang Palembang tidak hanya tersimpan sebagai cerita masa lalu, tetapi kembali dikenal, dipelajari, dan memiliki ruang di tengah kehidupan generasi muda.
Wayang Palembang yang Pernah Meredup
Wayang Palembang merupakan kesenian hasil akulturasi budaya Jawa dan Melayu Palembang. Keunikan tersebut terlihat dari penggunaan bahasa, pemilihan cerita, bentuk wayang, hingga permainan musik pengiringnya.
Kesenian ini pernah mengalami masa kejayaan hingga sekitar tahun 1970-an. Namun memasuki dekade 1980-an hingga 1990-an, pertunjukan Wayang Palembang semakin jarang diminati masyarakat.
Selama puluhan tahun terakhir, Wayang Palembang bahkan hampir tidak lagi menjadi bagian dari hajatan masyarakat.
Baca Juga: 5G XLSMART Resmi Hadir di Palembang, SMARTFREN Hadirkan Pengalaman Unlimited 5G
Salah satu tokoh yang terus mempertahankan warisan tersebut adalah Kiagus Wirawan Rusdi, penerus Sanggar Sri Wayang Kulit Palembang yang sebelumnya didirikan oleh kakeknya, Kiagus Muhammad Abdul Rasyid atau Dalang Rasyid.
Di tengah minimnya regenerasi dalang dan kelompok musik pengiring, upaya mengenalkan Wayang Palembang kepada generasi muda menjadi semakin penting.
Melalui program pelestarian tersebut, generasi muda tidak hanya diperkenalkan pada bentuk pertunjukan wayang, tetapi juga diajak memahami sejarah, nilai, dan identitas budaya yang terkandung di dalamnya.
Bank Sumsel Babel Dukung Pelestarian Budaya Daerah
Dukungan Bank Sumsel Babel terhadap kegiatan ini mencerminkan pentingnya kolaborasi berbagai pihak dalam menjaga warisan budaya lokal.
Pelestarian budaya dinilai tidak dapat dilakukan sendiri oleh seniman dan komunitas. Dibutuhkan keterlibatan pemerintah, dunia pendidikan, masyarakat, komunitas, media, hingga sektor perbankan agar kebudayaan daerah memiliki ruang untuk terus berkembang.
Tag
Berita Terkait
-
5G XLSMART Resmi Hadir di Palembang, SMARTFREN Hadirkan Pengalaman Unlimited 5G
-
Saat Siswa PJJ akibat Kabut Asap, Mengapa Orang Tua Tetap Ambil MBG di Sekolah?
-
PJJ di Palembang Mulai 9 September, TK hingga SMP Belajar Daring Akibat Kabut Asap
-
TK-SMP PJJ Akibat Kabut Asap, Mengapa SMA-SMK Palembang Belum Belajar Daring?
-
64 Penerbangan Palembang-Jakarta Sempat Batal akibat Anak Krakatau, Kini Kembali Normal
Terpopuler
- Kajian UGM: Durasi Pidato Prabowo Naik Tiga Kali Lipat, Ucapan Tidak Pantas Tercatat 311 Kali
- 3 Sepatu Puma Tanpa Tali yang Nyaman Buat Jalan, Bergaya hingga Lari
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- 5 HP OPPO Terbaru di Indonesia, dari Midrange Tangguh hingga Flagship Superior
- Buntut Panjang RI Pangkas Ekspor Gas, Bahlil Kini Ketakutan Impor Pertalite Distop Singapura
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Mahasiswa Kemah di Kantor Gubernur Sumsel saat Sumpah Pemuda, Desak Transparansi Anggaran Karhutla
-
Sopir Logistik Diminta Setop Masuk Empat Lawang, Ada Cerita Perampokan Pukul 05.00 WIB
-
PBB IGM Palembang Menunggak Rp2,33 Miliar, Bapenda dan Yayasan Beda Pandangan soal Status Nirlaba
-
438 Ribu Kasus ISPA di Sumsel, Siapa Menghitung Kerugian Perempuan dan Anak akibat Karhutla?
-
Edison Didakwa Terima Rp4,67 Miliar dalam Kasus Smart Board, Jaksa Ungkap Dugaan Transaksi Bertahap