- Kualitas udara di kawasan Bukit Kecil, Palembang, tercatat tidak sehat dengan nilai ISPU mencapai 114 pada Rabu (12/8/2026).
- Peningkatan konsentrasi partikulat halus PM2,5 dan dugaan asap karhutla di sekitar wilayah tersebut menjadi penyebab utama penurunan kualitas udara.
- Kepala DLH Palembang mengimbau warga agar mengurangi aktivitas luar ruangan serta waspada terhadap potensi gangguan kesehatan.
SuaraSumsel.id - Warga Kota Palembang, Sumatera Selatan, perlu lebih waspada terhadap kualitas udara pada Rabu (12/8/2026). Data pemantauan menunjukkan udara di salah satu kawasan kota masih berada dalam kategori Tidak Sehat, dengan konsentrasi partikulat halus PM2,5 menjadi salah satu perhatian utama.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Palembang Akhmad Mustain mengatakan peningkatan konsentrasi PM2,5 dan PM10 menjadi salah satu penyebab utama menurunnya kualitas udara. Kondisi tersebut juga diduga kuat dipengaruhi asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah sekitar Palembang.
Berdasarkan data Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) Kementerian Lingkungan Hidup yang dipantau melalui ISPUNET, titik pemantauan di kawasan Bukit Kecil, Simpang Icon City, Palembang, menunjukkan nilai ISPU 114 pada Rabu (12/8/2026).
Angka tersebut masuk kategori Tidak Sehat. Dalam ketentuan ISPU, kategori ini berada pada rentang nilai 101 hingga 200 dan menunjukkan kondisi kualitas udara yang dapat merugikan kesehatan.
Parameter yang menjadi perhatian adalah PM2,5 yang tercatat 114 µg/m³. Sementara itu, konsentrasi PM10 berada di angka 28 µg/m³, sulfur dioksida (SO) 15 µg/m³, ozon (O) 23 µg/m³ dan nitrogen dioksida (NO) 28 µg/m³.
Kondisi udara tidak sehat tersebut bukan baru terjadi pada Rabu. Sehari sebelumnya, Selasa (11/8), kawasan Bukit Kecil juga mencatat nilai ISPU 116 sekitar pukul 13.00 WIB.
Dengan demikian, dalam dua hari berturut-turut kualitas udara di titik pemantauan tersebut berada dalam kategori yang perlu mendapat perhatian.
Asap karhutla diduga ikut memengaruhi
Penurunan kualitas udara Palembang terjadi ketika Sumatera Selatan masih menghadapi persoalan kebakaran hutan dan lahan. Asap dari kebakaran di wilayah sekitar kota diduga kuat menjadi salah satu faktor yang memengaruhi meningkatnya partikulat di udara.
Baca Juga: Gugatan Asap Karhutla Mulai Disidang, Tergugat 3 Perusahaan di Sumsel Absen
Namun, kondisi tersebut tidak berarti seluruh penurunan kualitas udara hanya disebabkan oleh karhutla. Data yang disampaikan DLH menunjukkan terdapat sejumlah parameter pencemar yang dipantau secara bersamaan.
Partikel PM2,5 menjadi perhatian karena ukurannya sangat kecil sehingga kualitas udara dengan konsentrasi partikulat tinggi perlu diwaspadai, terutama oleh masyarakat yang memiliki kondisi kesehatan tertentu.
DLH minta warga tidak abaikan kondisi udara
Akhmad mengatakan masyarakat sebaiknya tidak mengabaikan kondisi kualitas udara yang sedang terjadi. Bagi masyarakat yang memiliki asma, DLH mengimbau agar paparan udara luar dikurangi dan mengikuti petunjuk kesehatan. Obat yang diperlukan juga diminta selalu tersedia.
Sementara bagi penderita penyakit jantung, pemeriksaan medis dianjurkan apabila muncul keluhan seperti jantung berdebar, sesak napas atau kelelahan yang tidak biasa.
“Untuk masyarakat umum, DLH mengimbau agar mengurangi aktivitas fisik terlalu lama di luar ruangan,” ujar Akhmad.
Berita Terkait
-
Gugatan Asap Karhutla Mulai Disidang, Tergugat 3 Perusahaan di Sumsel Absen
-
Kesehatan Makin Terancam, 3 Perusahaan Penyebab Asap Digugat Warga Sumsel
-
Kualitas Udara Palembang dan Ogan Ilir Kembali Memburuk Pagi Ini: Berbahaya
-
Sumsel 3 Kali Batal Tuan Rumah Piala Dunia, Publik Makin Geram Akan Asap Karhutla
-
Bela Pembakar Lahan Sampai Viral, Selebgram Palembang Yoan Sandradyta Diperiksa Polda Sumsel
Terpopuler
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- Warga Teror Pekerja Stadion Sudiang, Pembangunan Tribun Selatan Terpaksa Ditinggalkan
- 5 Pilihan HP Samsung RAM 12 GB Agustus 2026, Performa Ngebut Anti Lag
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Telok Abang Palembang Bukan Sekadar Tradisi Agustus, Kini Jadi Ikon Budaya Kota
-
Bukan Tambang, Ini Sektor yang Diam-Diam Dorong Ekonomi Sumsel 5,20 Persen
-
Viral, Fasilitas Perusahaan Sawit PT Bumi Sentosa Abadi Dibakar Massa
-
Kepala KUA Pulau Beringin Tewas Ditikam, Cekcok Berawal dari Jemuran Kopi
-
Udara Palembang Tidak Sehat Hari Ini, PM2,5 114 Diduga Dipengaruhi Karhutla