Tasmalinda
Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:45 WIB
Kilang Plaju konsisten lestarikan keanekaragaman hayati
Baca 10 detik
  • Pertamina Patra Niaga Kilang Plaju melakukan konservasi 12 rusa sambar dan ikan belida untuk melindungi keanekaragaman fauna.
  • Kilang Plaju mengembangkan area penghijauan seluas 212,8365 hektare serta menanam 21.000 bibit mangrove di Kabupaten Banyuasin.
  • Berbagai upaya konservasi lingkungan tersebut dilaksanakan secara konsisten guna menjaga keseimbangan ekosistem dan mendukung prinsip ESG.

SuaraSumsel.id - Menjaga kelestarian alam di tengah aktivitas industri dilakukan Pertamina Patra Niaga Refinery Unit Plaju atau Kilang Plaju melalui berbagai upaya konservasi. Mulai dari merawat satwa, menjaga keberadaan ikan lokal, memperluas ruang hijau, hingga memulihkan ekosistem pesisir menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam menjaga keseimbangan lingkungan.

Semangat tersebut sejalan dengan peringatan Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN) 2026 yang diperingati pada 10 Agustus dengan tema “Konservasi Alam: Kerja Bersama Merawat Alam Indonesia”. Bagi Kilang Plaju, momentum tersebut menjadi pengingat bahwa aktivitas industri dan kelestarian alam dapat berjalan berdampingan melalui komitmen dan upaya yang dilakukan secara konsisten.

Salah satu upaya konservasi dilakukan melalui penangkaran rusa sambar di kawasan Sungai Gerong. Saat ini terdapat 12 ekor rusa yang terdiri atas empat jantan, enam betina, dan dua ekor yang belum diketahui jenis kelaminnya. Satwa tersebut memiliki status Vulnerable atau rentan.

Penangkaran tidak hanya ditujukan untuk menjaga keberadaan rusa sambar, tetapi juga menjadi sarana meningkatkan kepedulian pekerja dan masyarakat terhadap pentingnya perlindungan keanekaragaman fauna.

Upaya serupa dilakukan melalui konservasi ikan belida di Kampus C PGRI Palembang. Kilang Plaju turut menjaga dua jenis belida, yakni belida lopis dengan lima ekor induk dan 40 ekor benih serta belida jawa dengan 22 ekor induk.

Belida lopis tercatat berstatus Extinct atau punah, sementara belida jawa berstatus Least Concern atau berisiko rendah.

Konservasi ikan belida tidak hanya diarahkan untuk menjaga populasi ikan lokal. Program tersebut juga menjadi ruang pembelajaran bagi masyarakat mengenai keterkaitan ekosistem perairan dengan kehidupan sehari-hari.

Kilang Plaju juga terus mengembangkan peluang budidaya dan pengolahan hasil perikanan yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar.

Jaga Ruang Hijau hingga Pesisir

Baca Juga: Kilang Plaju Gandeng Kemenkum Sumsel, Perkuat Legalitas UMKM dan Perlindungan Merek

Selain konservasi satwa, Kilang Plaju menjaga lingkungan melalui pengembangan ruang hijau. Hingga saat ini, area penghijauan mencapai 212,8365 hektare yang tersebar di kawasan Kilang Plaju, Kilang Sungai Gerong, Kompleks Pertamina, serta Lapangan Golf Bagus Kuning.

Penghijauan tersebut dilakukan untuk menjaga kualitas lingkungan sekaligus mempertahankan ruang tumbuh bagi berbagai jenis flora dan fauna.

Komitmen terhadap lingkungan juga diperluas ke kawasan pesisir. Bersama RDMP Project Sumatera, Kilang Plaju telah menanam 21.000 bibit mangrove sejak 2023 di kawasan Perhutanan Sosial Hutan Desa Sungsang IV, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan.

Upaya tersebut tidak berhenti pada penanaman. Pertumbuhan mangrove terus dipantau untuk memastikan ekosistem yang dibangun dapat memberikan manfaat jangka panjang, mulai dari membantu melindungi kawasan pesisir, menyediakan habitat bagi berbagai biota, hingga mendukung penyerapan karbon.

Area Manager Communication, Relations & CSR Kilang Plaju, Siti Fauzia, mengatakan konservasi membutuhkan kesabaran dan konsistensi karena manfaatnya tidak selalu dapat dirasakan dalam waktu singkat.

“Merawat alam pada dasarnya adalah menjaga keseimbangan. Karena itu, konservasi bagi kami bukan sekadar menjalankan sebuah program, tetapi memastikan apa yang sudah dilakukan dapat terus memberikan manfaat dalam jangka panjang. Kami ingin apa yang dilakukan hari ini menjadi bagian dari lingkungan yang lebih baik untuk generasi berikutnya,” ujarnya.

Load More