Tasmalinda
Minggu, 09 Agustus 2026 | 22:38 WIB
lokasi kabur anak mantan anggota dprd dari yayasan
Baca 10 detik
  • Anak mantan anggota DPRD Muratara berinisial IR kabur dari panti rehabilitasi Lubuklinggau pada Jumat (7/8/2026).
  • IR melarikan diri setelah mengamuk, merusak pintu ruang observasi, serta mengancam petugas dan sesama klien rehabilitasi.
  • Pihak yayasan bersama keluarga dan pihak kepolisian masih melakukan pencarian karena keberadaan IR belum diketahui.

SuaraSumsel.id - Baru dua hari menjalani rehabilitasi narkoba, seorang pria yang diketahui merupakan anak mantan anggota DPRD Musi Rawas Utara (Muratara) justru kabur dari tempat rehabilitasi di Kota Lubuklinggau, Sumatera Selatan.

Pria berinisial IR itu melarikan diri setelah mengamuk dan mendobrak pintu ruang observasi di IPWL Yayasan Karunia Insani, Kelurahan Watervang, Kecamatan Lubuklinggau Timur I.

Peristiwa tersebut terjadi pada Jumat (7/8/2026) sekitar pukul 14.40 WIB. Saat ini, keberadaan IR belum diketahui. Pihak yayasan telah berkoordinasi dengan keluarga dan kepolisian untuk menindaklanjuti peristiwa tersebut.

IR sebelumnya diamankan Satresnarkoba Polres Musi Rawas Utara di Desa Bingin Rupit, Kecamatan Rupit, terkait kasus narkotika.

Setelah diproses sebagai pengguna, ia kemudian direkomendasikan menjalani rehabilitasi di Yayasan Karunia Insani, Lubuklinggau.

Tim pelaksana yayasan, Pras, mengatakan IR baru dititipkan di tempat tersebut pada Kamis (6/8/2026) pagi.

“Baru dua hari dititipkan di sini oleh pihak Satnarkoba Polres Muratara,” kata Pras.

Kejadian bermula ketika ibu IR datang ke yayasan pada Jumat untuk membawa pakaian sekaligus membicarakan rencana perawatan lanjutan. Keluarga disebut sedang mempertimbangkan untuk membawa IR menjalani perawatan di rumah sakit jiwa di Bengkulu.

Menurut pihak yayasan, rencana tersebut dibicarakan karena IR menunjukkan gejala depresi yang dikaitkan dengan penggunaan narkoba.

Baca Juga: Profil Direktur PO ALS yang Jadi Tersangka Kasus Kecelakaan Bus Tewaskan 19 Orang

Ruangan tempat keluarga berdiskusi disebut tidak jauh dari ruang observasi tempat IR berada. IR kemudian diduga mendengar suara ibunya.

Ia disebut beberapa kali meminta bertemu sang ibu. Namun, ibunya memilih tidak menemuinya karena kondisi IR dinilai belum stabil.

Situasi kemudian berubah. IR mengamuk dan menendang pintu ruang observasi hingga rusak.

Tak berhenti di situ, ia juga disebut mengancam klien rehabilitasi lain dan petugas menggunakan potongan kayu dari pintu yang telah dirusaknya.

Pihak yayasan kemudian harus membagi perhatian.

Petugas lebih dulu mengamankan klien rehabilitasi lain agar tidak ikut terdampak oleh situasi tersebut. Dalam kondisi itulah IR berhasil keluar dari tempat rehabilitasi.

Load More