Tasmalinda
Minggu, 09 Agustus 2026 | 16:50 WIB
kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di Sumatera Selatan
Baca 10 detik
  • BPBD Sumsel mencatat 909 kejadian karhutla yang berdampak pada 664,87 hektare lahan hingga 8 Agustus 2026.
  • Sebanyak 5.967 titik panas terdeteksi sepanjang tahun ini, dengan wilayah Ogan Komering Ilir mencatatkan jumlah terbanyak.
  • BPBD Sumsel bersama Danrem 044/Garuda Dempo melakukan patroli udara serta operasi modifikasi cuaca untuk menanggulangi karhutla.

Patroli dilakukan untuk meninjau langsung kondisi serta lokasi kebakaran hutan dan lahan di sejumlah wilayah Sumatera Selatan.

BPBD Sumsel juga menyebut patroli udara dan tim darat terus dilakukan untuk mendeteksi serta menangani titik-titik yang berpotensi menjadi lokasi kebakaran.

Selain itu, operasi modifikasi cuaca dan pemantauan hotspot juga terus dilakukan sebagai bagian dari upaya penanggulangan karhutla.

Data BPBD menunjukkan ancaman karhutla masih perlu diwaspadai, terutama ketika kondisi cuaca semakin kering. Karena itu, masyarakat diminta tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran lahan.

BPBD Sumsel juga mengimbau masyarakat segera melaporkan apabila menemukan titik api maupun indikasi kebakaran.

Dengan 909 kejadian karhutla dan indikasi luas terdampak mencapai 664,87 hektare, penanganan karhutla di Sumatera Selatan kini tidak hanya membutuhkan respons ketika api muncul.

Deteksi dini, patroli, pencegahan dan partisipasi masyarakat menjadi bagian penting untuk mencegah kebakaran meluas di tengah tingginya risiko karhutla pada periode kemarau 2026.

Load More