- BPBD Sumsel mencatat 909 kejadian karhutla yang berdampak pada 664,87 hektare lahan hingga 8 Agustus 2026.
- Sebanyak 5.967 titik panas terdeteksi sepanjang tahun ini, dengan wilayah Ogan Komering Ilir mencatatkan jumlah terbanyak.
- BPBD Sumsel bersama Danrem 044/Garuda Dempo melakukan patroli udara serta operasi modifikasi cuaca untuk menanggulangi karhutla.
Patroli dilakukan untuk meninjau langsung kondisi serta lokasi kebakaran hutan dan lahan di sejumlah wilayah Sumatera Selatan.
BPBD Sumsel juga menyebut patroli udara dan tim darat terus dilakukan untuk mendeteksi serta menangani titik-titik yang berpotensi menjadi lokasi kebakaran.
Selain itu, operasi modifikasi cuaca dan pemantauan hotspot juga terus dilakukan sebagai bagian dari upaya penanggulangan karhutla.
Data BPBD menunjukkan ancaman karhutla masih perlu diwaspadai, terutama ketika kondisi cuaca semakin kering. Karena itu, masyarakat diminta tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran lahan.
BPBD Sumsel juga mengimbau masyarakat segera melaporkan apabila menemukan titik api maupun indikasi kebakaran.
Dengan 909 kejadian karhutla dan indikasi luas terdampak mencapai 664,87 hektare, penanganan karhutla di Sumatera Selatan kini tidak hanya membutuhkan respons ketika api muncul.
Deteksi dini, patroli, pencegahan dan partisipasi masyarakat menjadi bagian penting untuk mencegah kebakaran meluas di tengah tingginya risiko karhutla pada periode kemarau 2026.
Tag
Berita Terkait
-
Karhutla Sumsel Terus Meluas, Mengapa Muba dan Ogan Ilir Jadi Titik Terparah?
-
Bom Waktu Lingkungan di Sumsel: 3 Bencana Ekologis yang Mengintai Hingga 2030?
-
Kesehatan Makin Terancam, 3 Perusahaan Penyebab Asap Digugat Warga Sumsel
-
Janji Pj Gubernur Elen Setiadi Atasi Karhutla Sumsel: Butuh Sinergi dan Dukungan
-
Beralih ke Musim Kemarau, Belasan Titik Panas Hanguskan Lahan di Sumsel
Terpopuler
Pilihan
-
Dramatis! Ubed Persembahkan Medali Emas Asian Games 2026 untuk Indonesia
-
Massa Buruh Mulai Padati Thamrin, Andi Gani Pimpin Langsung Aksi Tuntut Keadilan RUU Ketenagakerjaan
-
Bawa Kentongan Hingga Kenakan Topi Caping, Massa Hari Tani Nasional Mulai Padati Depan Gedung DPR
-
Hukuman Lebih Ringan, Pengadilan Tinggi DKI Jakarta Vonis Nadiem Makarim 9 Tahun Penjara
-
Dugaan Keracunan MBG Hantam Batang, 276 Orang Jadi Korban
Terkini
-
Dua Pulau Baru Muncul di Dekat Anak Krakatau, Apakah Ini Pusat Erupsi Baru?
-
Karhutla Sumsel Tak Kunjung Padam, Bisakah Perusahaan yang Diduga Lalai Digugat?
-
Enam Dekade Menunggu, UU Reforma Agraria Disahkan: Akankah Tanah Kembali ke Petani?
-
Prabowo Setuju Badan Baru Kelola Gambut, Apa Bedanya dengan Lembaga Restorasi Dulu?
-
Wabup Iwan Tuaji Segera Disidang, Terungkap Lagi Perkara Rp872,5 Juta dari Proyek PALI