- Warga dua desa di Musi Rawas menolak program MBG akibat video viral dugaan cacing pada sayuran.
- Pemerintah Kabupaten Musi Rawas dan tim pengawas bergerak cepat melakukan investigasi terhadap insiden tersebut.
- Pengelola SPPG membantah kelalaian dan berkomitmen memperketat pengawasan kualitas makanan untuk siswa sekolah.
SuaraSumsel.id - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Musi Rawas menjadi sorotan setelah beredar video yang memperlihatkan dugaan cacing pada sayuran dalam paket makanan yang dibagikan kepada siswa. Video tersebut memicu reaksi warga hingga dua desa menyatakan menolak penyaluran MBG untuk sementara waktu.
Berikut enam fakta yang telah terungkap.
1. Video Diduga Memperlihatkan Cacing di Sayur MBG Viral
Kasus bermula dari video yang beredar di media sosial. Dalam rekaman tersebut terlihat dugaan cacing pada daun selada yang menjadi bagian dari menu MBG. Video itu kemudian menyebar luas dan memicu kekhawatiran masyarakat.
2. Warga Dua Desa Menolak Penyaluran MBG
Dampak dari video tersebut, sejumlah warga di Desa Sukamana dan Desa Sukamerindu, Kecamatan STL Ulu Terawas, Kabupaten Musi Rawas, menyatakan menolak penyaluran Program Makan Bergizi Gratis di wilayah mereka.
3. Pemkab Musi Rawas Langsung Melakukan Investigasi
Pemerintah Kabupaten Musi Rawas melalui tim pengawas Program MBG bergerak cepat menindaklanjuti video viral tersebut. Investigasi dilakukan untuk memastikan kebenaran informasi sekaligus mengevaluasi proses penyediaan makanan bagi penerima manfaat.
4. SPPG Memberikan Klarifikasi
Pihak SPPG Haza Al-Zein membantah adanya unsur kelalaian dalam proses penyajian makanan. Pengelola menjelaskan sayuran telah melalui proses penyortiran dan pencucian sebelum dimasukkan ke dalam paket MBG. Mereka juga menyatakan berkomitmen meningkatkan pengawasan kualitas agar kejadian serupa tidak terulang.
5. Program MBG Tetap Dievaluasi
Kasus ini menjadi bahan evaluasi pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis di Musi Rawas. Pemerintah daerah bersama penyelenggara menyatakan akan memperketat pengawasan mulai dari pemilihan bahan baku, proses pengolahan hingga distribusi makanan kepada siswa.
6. Kasus Jadi Perhatian Publik
Viralnya video tersebut membuat pelaksanaan MBG di Musi Rawas menjadi perhatian masyarakat. Di media sosial, banyak warganet meminta kualitas makanan lebih diperhatikan karena program ini menyasar anak-anak sekolah. Di sisi lain, penyelenggara berharap masyarakat menunggu hasil investigasi sebelum menarik kesimpulan akhir.
Program MBG merupakan salah satu program nasional yang bertujuan meningkatkan pemenuhan gizi peserta didik. Karena itu, kualitas dan keamanan makanan menjadi aspek yang sangat menentukan keberhasilan program sekaligus menjaga kepercayaan masyarakat.
Baca Juga: Sebelum Jadi Deputi BGN, Ini Warisan Penanganan Kasus Ketut Sumedana di Kejati Sumsel
Tag
Berita Terkait
-
Sebelum Jadi Deputi BGN, Ini Warisan Penanganan Kasus Ketut Sumedana di Kejati Sumsel
-
Kajati Sumsel Berganti, Siapa yang Kini Memimpin Kejati Usai Ketut Sumedana ke BGN?
-
Warga Dukung MBG Demo di DPRD Sumsel, Siapa Sebenarnya Massa yang Turun ke Jalan?
-
Program MBG Bermasalah? Sejumlah Dapur di Sumsel Ternyata Berhenti Sementara
-
MBG Bantu Penuhi Gizi Anak-Anak Nelayan dan Petani di Seberang Sungai Musi
Terpopuler
- Sejumlah Jenderal Polri Dikabarkan Diamankan, Satu 'Bintang Empat' Sudah Dilepas
- Cara Aktifkan Fitur End-to-End Encryption WhatsApp, Pastikan Obrolan Rahasiamu Bebas Sadap
- Jokowi: Saya Disadap, Tapi Saya Diam Saja
- Sejumlah Jenderal Diperiksa Propam, Ini Respons Mabes
- Jenderal Listyo Sigit Prabowo Ditetapkan Tersangka Penyadapan Presiden Prabowo
Pilihan
-
Seskab Teddy Dikabarkan Diperiksa POM TNI, Soal Penyadapan Prabowo?
-
Jokowi Tak Banyak Komentar Soal Penyadapan Prabowo: Kita Hormati Proses Hukum
-
Dicecar soal Listyo Sigit Prabowo, Jokowi: Semua Orang juga Sudah Tahu
-
Jokowi Ngaku Lupa Nama 3 Temannya yang Wisuda Bareng di UGM
-
Hakim Potong Omongan Jokowi yang Melebar: Jawab Saja Pertanyaannya!
Terkini
-
Belajar Mengelola Lahan Tanpa Membakar di Desa Gambut
-
Sidang Roy Suryo, Jokowi Beberkan Riwayat Pendidikan dan Mata Kuliah Pilihan di UGM
-
20.980 Prajurit TNI Disiapkan ke Jakarta, TNI AD Ungkap Alasan Pengerahan Pasukan
-
UIN Raden Fatah Gandeng Alunjiva dan Kedutaan Inggris Gelar Workshop AI for Journalism
-
Kebakaran Pabrik OKI Pulp & Paper Berlangsung 4 Jam, Ratusan Karyawan Berhamburan, Ini Faktanya