- Bank Indonesia memprediksi inflasi di Sumatera Selatan akan meningkat pada Juli 2026 akibat musim kemarau dan aktivitas masyarakat.
- Penurunan produksi hortikultura akibat cuaca kering berisiko memicu kenaikan harga komoditas pangan utama di wilayah Sumatera Selatan.
- BI dan TPID memperkuat pengendalian harga melalui operasi pasar, subsidi ongkos angkut, serta kerja sama antar daerah.
SuaraSumsel.id - Masyarakat Sumatera Selatan (Sumsel) diminta mulai mewaspadai potensi kenaikan harga sejumlah bahan pangan memasuki Juli 2026. Memasuki musim kemarau, produksi komoditas hortikultura diperkirakan akan terganggu akibat curah hujan yang semakin rendah.
Bank Indonesia (BI) Perwakilan Sumatera Selatan memprediksi tekanan inflasi pada Juli cenderung meningkat. Selain dipengaruhi musim kemarau, kenaikan harga juga berpotensi terjadi karena meningkatnya aktivitas masyarakat saat libur sekolah, tahun ajaran baru, serta dampak lanjutan penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Selatan, Bambang Pramono, mengatakan kondisi cuaca yang lebih kering berpotensi memengaruhi produksi komoditas hortikultura sehingga pasokan ke pasar menjadi berkurang.
"Tekanan inflasi pada Juli 2026 diprakirakan meningkat, salah satunya dipengaruhi kondisi musim kemarau yang diperkirakan lebih kering dengan curah hujan rendah sehingga berpotensi mengganggu kestabilan produksi komoditas hortikultura," ujar Bambang Pramono dalam keterangan resminya.
BI mencatat sepanjang Juni 2026 inflasi di Sumsel mencapai 0,36 persen (month to month), lebih rendah dibandingkan Mei yang sebesar 0,61 persen. Meski demikian, sejumlah komoditas pangan sudah menunjukkan tren kenaikan harga.
Komoditas yang paling besar mendorong inflasi antara lain bensin, bawang putih, tomat, bawang merah, dan beras. Kenaikan harga sayuran tersebut terutama dipicu berkurangnya pasokan akibat penurunan produksi.
Di sisi lain, kenaikan inflasi berhasil tertahan karena harga emas mengalami penurunan seiring membaiknya sentimen global. Normalisasi harga daging ayam ras dan telur ayam ras setelah penghentian sementara Program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama libur sekolah juga membantu meredam tekanan harga.
BI dan TPID Perkuat Pengendalian Harga
Untuk menjaga stabilitas harga pangan, BI bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Sumsel terus memperkuat berbagai langkah pengendalian melalui strategi 4K, yakni keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan komunikasi yang efektif.
Baca Juga: Palembang Terasa Seperti Oven? Ini 5 Rahasia Kamar Tetap Dingin Tanpa Harus Pasang AC Baru
Hingga akhir Juni 2026, lebih dari 358 kegiatan operasi pasar murah, Gerakan Pangan Murah (GPM), dan Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) telah digelar di berbagai daerah di Sumsel. Selain itu, puluhan inspeksi mendadak ke pasar juga dilakukan untuk memastikan stok pangan tetap tersedia dan harga sesuai ketentuan.
Tak hanya itu, BI Sumsel juga telah memberikan 77 kali subsidi ongkos angkut untuk distribusi komoditas pangan dengan total hampir 48 ton agar harga kebutuhan pokok tetap terjangkau masyarakat.
Mengantisipasi berkurangnya produksi lokal, Sumsel juga memperkuat kerja sama dengan sejumlah daerah penghasil pangan.
Sepanjang Juni 2026, realisasi Kerja Sama Antar Daerah (KAD) mencatat pasokan 22,67 ton bawang merah dari Sumatera Barat serta 3,68 ton cabai dari Jawa Tengah. Selain itu, bibit bawang merah juga didatangkan dari Kabupaten Demak, Jawa Tengah, untuk pengembangan lahan percontohan di Kota Pagar Alam.
Bambang Pramono menegaskan BI bersama Pemerintah Provinsi Sumsel akan terus memperkuat sinergi pengendalian inflasi dan ketahanan pangan agar stabilitas harga tetap terjaga sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi daerah yang berkelanjutan.
Berita Terkait
-
Palembang Terasa Seperti Oven? Ini 5 Rahasia Kamar Tetap Dingin Tanpa Harus Pasang AC Baru
-
Jangan Tunggu Air Seret, Ini 5 Cara Menghemat Air PDAM Saat Kemarau Melanda Sumsel
-
BI Sumsel Perkuat Pariwisata dan Ekonomi Digital Lewat Gemilang Palembang Raya x DKG 2026
-
BMKG Petakan Kemarau di Sumsel, Sejumlah Daerah Mulai Masuk Zona Kering
-
Festival Kuliner hingga Digital Expo Siap Ramaikan BKB, LRT Palembang Cuma Rp43
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- 4 Sepatu Lari Skechers yang Empuk untuk Jogging hingga Long Run Sesuai Review Pembeli
- Pemain Timnas Terlibat? 3 Kejanggalan Dugaan Pengaturan Skor Piala AFF 2026
- 4 Shio yang Diprediksi Nasibnya Makin Baik pada 15 Agustus 2026, Siapa Saja?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
Pilihan
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
-
Info Terbaru Gempa NTT: 15 Warga Manggarai Tewas, 280 Bangunan Jadi Puing
-
5 Bandara Rusak Diguncang Gempa NTT, Landasan Pacu Sampai Retak
-
Pesona Masjid Pancasila Kediri: Sederhana di Luar, Bikin Pangling di Dalam
Terkini
-
Pantai Viral di Tengah Kota Palembang, One Ilir Beach Ramai Didatangi Warga saat Kemarau
-
Asal-usul Lomba Bidar di Palembang, Tradisi Sungai Musi yang Berawal dari Kisah Cinta
-
Niat Menolong Teman, Remaja 14 Tahun di Palembang Ditemukan Meninggal di Sungai Musi
-
Karhutla Sumsel Pecahkan Rekor 8 Tahun, Luas Terbakar Tembus 1.926 Hektare
-
BRI Pastikan Bantuan BRI Peduli Hadir Cepat Untuk Korban Gempa Bumi Flores