Tasmalinda
Minggu, 28 Juni 2026 | 12:22 WIB
Lomba tari kreasi dalam perhelatan GPR x DKG 2026 di Palembang
Baca 10 detik
  • Perhelatan Gemilang Palembang Raya x DKG 2026 di Plaza Benteng Kuto Besak memadukan pelestarian budaya dengan edukasi digital masyarakat.
  • Rangkaian acara diisi berbagai lomba kreatif, kompetisi literasi keuangan, serta edukasi transaksi non-tunai melalui sistem pembayaran digital QRIS.
  • Bank Indonesia bersama Pemerintah Kota Palembang menyelenggarakan kegiatan ini untuk memperkuat ekonomi kreatif dan inklusi keuangan daerah.

SuaraSumsel.id - Memasuki hari ketiga penyelenggaraan, Gemilang Palembang Raya x Digital Kito Galo (DKG) 7th Tahun 2026 di Plaza Benteng Kuto Besak (BKB), Palembang, semakin semarak. Ribuan masyarakat memadati kawasan ikon Kota Palembang tersebut untuk menikmati beragam kegiatan yang memadukan pelestarian budaya, penguatan ekonomi kreatif, edukasi digital, hingga hiburan bagi seluruh kalangan.

Rangkaian kegiatan dibuka dengan Lomba Mewarnai Anak Bertema Ketek Hias yang diikuti ratusan peserta usia dini. Melalui lomba ini, anak-anak diajak mengenal ketek sebagai ikon transportasi tradisional Sungai Musi sekaligus menumbuhkan kreativitas dan kecintaan terhadap budaya lokal sejak usia dini.

Di panggung utama, kompetisi DKG Top Rank kembali digelar sebagai ajang edukasi kebanksentralan bagi pelajar. Dengan konsep yang interaktif dan kompetitif, peserta diuji pengetahuannya mengenai tugas dan fungsi Bank Indonesia, kebijakan moneter, serta sistem pembayaran digital. Kompetisi ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan literasi keuangan dan memperkenalkan peran Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional.

Lomba tari kreasi dalam perhelatan GPR x DKG 2026 di Palembang

Suasana semakin meriah pada siang hari melalui Lomba Tari Kreasi x Digitalisasi yang menampilkan berbagai karya seni tari dengan sentuhan teknologi dan inovasi digital. Pertunjukan ini memperlihatkan bahwa budaya lokal mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa kehilangan identitasnya.

Pelestarian budaya Palembang juga menjadi perhatian melalui kegiatan PaSKi (Bekelakar Palembang) yang diawali dengan pelantikan pengurus dan dilanjutkan lomba bekelakar khas Palembang. Tradisi bertutur yang sarat humor dan kearifan lokal tersebut dihadirkan sebagai upaya menjaga warisan budaya agar tetap hidup di tengah generasi muda.

Pada malam hari, panggung utama menghadirkan Grand Final Banker's Idol 2026 yang mempertemukan enam finalis terbaik dari industri perbankan di Sumatera Selatan. Penampilan grup musik D'Asterix sukses menghangatkan suasana sebelum dewan juri mengumumkan pemenang kompetisi. Sementara itu, Musisi Jalanan di-QRIS-kan Challenge (Busking Competition) menjadi salah satu atraksi yang paling menarik perhatian. Melalui kompetisi ini, para musisi jalanan tidak hanya menampilkan kreativitas bermusik, tetapi juga memanfaatkan QRIS sebagai sarana transaksi digital, sekaligus memperluas akseptasi pembayaran non-tunai di sektor ekonomi kreatif.

Kemeriahan hari ketiga ditutup dengan penampilan komedian Kopral Jono yang berhasil menghibur ribuan pengunjung dengan gaya humor khasnya. Kehadirannya menambah semarak suasana di kawasan Benteng Kuto Besak yang selama tiga hari terakhir menjadi pusat aktivitas masyarakat.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Selatan menyampaikan bahwa penyelenggaraan kegiatan ini merupakan wujud nyata sinergi antara digitalisasi dan pelestarian budaya. “Melalui Gemilang Palembang Raya x Digital Kito Galo, kami ingin mendorong masyarakat untuk semakin akrab dengan transaksi digital seperti QRIS, sekaligus tetap menjaga dan mengembangkan kekayaan budaya lokal. Kegiatan ini juga menjadi ruang bagi pelaku UMKM dan ekonomi kreatif untuk tumbuh dan berdaya saing,” ujarnya.

Bambang juga menambahkan bahwa Bank Indonesia terus berkomitmen memperluas ekosistem pembayaran digital yang inklusif dan aman, sehingga dapat mendukung pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan. “Kami berharap kegiatan ini dapat memberikan dampak positif bagi peningkatan literasi keuangan masyarakat serta memperkuat ekonomi Sumatera Selatan,” tambahnya.

Baca Juga: Ketika Apresiasi Tak Lagi Berbunyi Receh: Cara Kreatif Bank Indonesia Membumikan Ekonomi Digital

Lomba tari kreasi dalam perhelatan GPR x DKG 2026 di Palembang [dok humas BI]

Penyelenggaraan Gemilang Palembang Raya x Digital Kito Galo 2026 membuktikan bahwa transformasi digital dapat berjalan beriringan dengan pelestarian budaya dan penguatan ekonomi kreatif. Melalui kolaborasi Bank Indonesia Provinsi Sumatera Selatan dan Pemerintah Kota Palembang, kegiatan ini menjadi ruang bersama bagi pemerintah, pelaku UMKM, komunitas, seniman, dan masyarakat untuk memperluas penggunaan transaksi digital, memperkuat identitas budaya daerah, serta mendorong pertumbuhan ekonomi Sumatera Selatan yang inklusif dan berkelanjutan.

Rangkaian kegiatan masih akan berlangsung hingga 28 Juni 2026. Masyarakat dapat menikmati Digital Expo, Festival Kuliner Halal Nusantara, Museum Bank Indonesia, pameran UMKM, berbagai kompetisi kreatif, serta beragam aktivitas edukatif lainnya. Sebagai puncak acara, Closing Ceremony Gemilang Palembang Raya x Digital Kito Galo 7th Tahun 2026 dimeriahkan oleh penampilan spesial grup musik Armada, yang diharapkan menjadi penutup semarak perayaan digitalisasi, kreativitas, dan kolaborasi menuju Sumatera Selatan yang semakin gemilang.

Informasi lengkap mengenai seluruh rangkaian kegiatan dapat diakses melalui media sosial resmi @bank_indonesia_sumsel dan @digitalkitogalo.

Load More