- Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan menargetkan pembangunan fisik Pelabuhan Tanjung Carat dimulai pada September atau Oktober tahun 2026 mendatang.
- Konsorsium pengembang yang melibatkan PT Pelindo, PT SPI, dan PT SEG telah terbentuk untuk mempercepat realisasi megaproyek pelabuhan tersebut.
- Proses pembangunan masih memerlukan penyelesaian administrasi, sertifikasi lahan, serta pembangunan akses jalan tol dan jalur kereta api pendukung.
Di sinilah September 2026 menjadi momentum penting. Apakah target tersebut benar-benar menjadi titik dimulainya pembangunan, atau masyarakat Sumsel masih harus kembali menunggu?
Konsorsium Sudah Terbentuk, Pelindo Pegang Saham Mayoritas
Harapan terhadap percepatan Tanjung Carat menguat setelah konsorsium pengembang terbentuk. Tiga perusahaan terlibat di dalamnya, yakni PT Pelabuhan Indonesia (Persero), PT Samudera Pasai Indonesia (SPI), dan PT Sumsel Energi Gemilang (Perseroda/SEG).
Berdasarkan Head of Agreement (HoA), komposisi kepemilikan saham terdiri atas Pelindo sebesar 51 persen, PT SPI 30 persen, dan PT SEG 19 persen.
Direktur Utama Pelindo Achmad Muchtasyar menyatakan kesiapan perusahaan untuk mempercepat realisasi pembangunan. Namun, ia juga mengingatkan bahwa pelabuhan tidak bisa berdiri sendiri. Keberadaan akses jalan tol dan jalur kereta api dinilai penting agar operasional Tanjung Carat berjalan optimal.
"Dengan terbentuknya konsorsium ini, mudah-mudahan pembangunan pelabuhan bisa dipercepat. Mari kita turunkan sedikit ego masing-masing," kata Achmad.
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa terbentuknya konsorsium menjadi kemajuan penting. Meski demikian, masih ada pekerjaan besar untuk memastikan pelabuhan memiliki konektivitas yang memadai ketika nantinya beroperasi.
Lahan Belum Seluruhnya Tuntas
Di tengah optimisme mengejar target September 2026, persoalan lahan juga menjadi bagian yang patut dicermati. Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setda Sumsel Basyaruddin Akhmad menjelaskan sertifikasi lahan seluas 59,9 hektare telah selesai. Sementara lahan di Mozaik 5 dan 6 seluas 81,88 hektare masih dalam proses pengukuran ulang oleh ATR/BPN.
Baca Juga: Mulai Hari Ini, Isi Solar Subsidi di 10 SPBU Palembang Wajib Ikuti Aturan Baru
Penyelesaian kesepakatan lahan bersama Kementerian Keuangan juga masih terus dipercepat. Pembangunan pelabuhan saja belum cukup. Konektivitas menuju Tanjung Carat menjadi faktor penting yang akan menentukan apakah megaproyek tersebut nantinya mampu beroperasi secara optimal.
Pemerintah berencana mengaktifkan kembali Proyek Strategis Nasional (PSN) pembangunan jalan tol dan memberikan penugasan kepada PT Hutama Karya untuk membangun akses jalan bebas hambatan menuju Pelabuhan Internasional Samudera Tanjung Carat.
Selain tol, akses jalur kereta api juga dinilai penting untuk mendukung arus barang menuju kawasan pelabuhan.
Dengan demikian, tantangan Tanjung Carat bukan semata bagaimana memulai konstruksi pelabuhan pada September 2026. Tantangan yang tak kalah besar adalah memastikan pelabuhan tersebut nantinya terhubung dengan jaringan transportasi yang memungkinkan arus logistik berlangsung secara efisien.
Publik Sumatera Selatan kini tidak hanya menunggu pengumuman, nama baru, ataupun target baru. Setelah penantian panjang, yang paling dinanti adalah bukti konkret bahwa pembangunan fisik benar-benar dimulai di lapangan.
Jika target itu terealisasi, September 2026 bisa menjadi titik balik dari sebuah proyek yang selama bertahun-tahun hidup dalam perencanaan dan harapan.
Berita Terkait
-
Mulai Hari Ini, Isi Solar Subsidi di 10 SPBU Palembang Wajib Ikuti Aturan Baru
-
Herman Deru Cek Langsung Usaha Sultan Muda Sumsel, Sebut Hasilnya Mulai Terlihat
-
12 Kali Raih WTP, Mengapa BPK Masih Minta Sumsel Benahi Sejumlah Hal?
-
Sudah Bertahun-tahun Dibahas, Kapan Pelabuhan Tanjung Carat Benar-Benar Terwujud?
-
Herman Deru Buka Suara soal OTT Bupati Edison, Beri Peringatan untuk Pejabat
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- Menteri Keuangan Purbaya Diganti Hari Ini? Wakilnya Sudah ke Istana Pakai Jas
- 3 Rekomendasi Helm Half Face Rp200 Ribuan yang Paling Dicari Bikers, Nyaman Buat Harian
- Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
- Defisit APBN 'Cuma' 0,91 Persen, Purbaya Khawatir Kementerian-Lembaga Minta Anggaran Tambahan
Pilihan
-
Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor
-
Dilantik Jadi Menkeu, Suahasil Akui Tak Berkomunikasi Dengan Purbaya
-
Purbaya Diganti, Nilai Tukar Rupiah Langsung Loyo ke Level Rp17.699
-
Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
-
Ada Pelantikan di Istana Sore Ini, Pratikno Ngaku Dapat Undangan Mendadak
Terkini
-
Saat Karhutla Mengancam Sumsel, Generasi Muda Lintas Agama Diajak Turun Tangan
-
Besok Sekolah Palembang Masuk atau Masih Daring? Ini Patokan ISPU untuk Tatap Muka
-
Dukung Tumbuh Kembang Anak Sungai Rebo, Kilang Plaju Salurkan PMT di Posyandu Asparagus
-
Suahasil Gantikan Purbaya, Pemprov Sumsel Berharap Kebijakan Fiskal Daerah Kembali seperti Semula
-
Kabut Asap Palembang, KAI Bagikan 2.800 Masker untuk Lindungi Pekerja Operasional