- PT Bukit Asam Tbk meningkatkan kompetensi karyawan melalui pelatihan pengembangan program masyarakat agar lebih terukur dan berkelanjutan.
- Pelatihan bertujuan membekali staf dengan keterampilan menyusun program berbasis kebutuhan nyata serta prinsip ESG dan SDGs.
- Inisiatif ini dirancang untuk menciptakan kemandirian masyarakat, memperkuat ekonomi lokal, dan memberikan manfaat jangka panjang bagi pemangku kepentingan.
SuaraSumsel.id - PT Bukit Asam Tbk (PTBA) memperkuat strategi pengembangan dan pemberdayaan masyarakat agar program yang dijalankan tak sekadar menjadi kegiatan seremonial, tetapi mampu memberikan dampak nyata, terukur, dan berkelanjutan bagi masyarakat.
Langkah tersebut dilakukan dengan meningkatkan kompetensi insan perusahaan dalam merancang, menjalankan, hingga mengevaluasi Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM).
Melalui In-House Training & Workshop 101: Keterampilan Dasar Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat, perwakilan Divisi Sustainability dan sejumlah unit bisnis PTBA dibekali kemampuan untuk menyusun program berdasarkan kebutuhan nyata masyarakat.
Program pemberdayaan juga diarahkan agar lebih adaptif serta selaras dengan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) dan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs).
Corporate Secretary Division Head PTBA, Eko Prayitno mengatakan, peningkatan kapasitas insan perusahaan menjadi bagian penting dari komitmen PTBA untuk menghadirkan program pemberdayaan yang mampu menciptakan manfaat jangka panjang.
"Sebagai perusahaan yang mengedepankan prinsip keberlanjutan, PTBA terus berkomitmen menghadirkan program-program pemberdayaan masyarakat yang mampu meningkatkan kemandirian masyarakat, memperkuat ekonomi lokal, serta menciptakan nilai bersama bagi seluruh pemangku kepentingan," ujar Eko.
Menurutnya, keberhasilan sebuah program pemberdayaan tidak cukup hanya diukur dari terlaksananya kegiatan. Program harus mampu menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus menghasilkan perubahan yang dapat dirasakan dalam jangka panjang.
Sustainable Economic, Social and Environment Department Head PTBA, Listati, menegaskan bahwa orientasi terhadap dampak menjadi bagian penting dalam pelaksanaan PPM.
"Program PPM berorientasi pada penciptaan dampak yang berkelanjutan. Oleh karena itu, peningkatan kompetensi insan perusahaan menjadi investasi strategis agar setiap program yang dijalankan mampu menjawab kebutuhan masyarakat secara tepat," terang Listati.
Baca Juga: PTBA Cetak Mekanik Muda Siap Industri, Lulusan Basic Mechanic Course Ring 1 Tanjung Enim Dikukuhkan
Program Pemberdayaan Harus Berangkat dari Kebutuhan Masyarakat
Dalam pelatihan tersebut, Dr. Rina Ekawati dari Yayasan Kinarya Anak Bangsa hadir sebagai narasumber utama dengan membawakan materi bertajuk "Cetak Biru Dampak Berkelanjutan".
Para peserta mempelajari prinsip penyusunan program pemberdayaan yang dimulai dari identifikasi kebutuhan masyarakat, penggunaan data sebagai dasar perencanaan, penetapan indikator keberhasilan yang jelas, hingga pengukuran dampak sosial, ekonomi, dan lingkungan.
Pendekatan tersebut menjadi penting agar sebuah program tidak hanya selesai ketika kegiatan berakhir, tetapi mampu menciptakan manfaat yang terus dirasakan masyarakat.
Selain mendapatkan materi, peserta mengikuti workshop interaktif untuk berdiskusi dan berbagi pengalaman. Mereka juga berlatih menyusun rancangan program PPM menggunakan pendekatan yang lebih sistematis dan berorientasi pada dampak.
Bagi PTBA, penguatan kompetensi internal tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan setiap program pemberdayaan masyarakat dapat dilaksanakan secara lebih tepat sasaran sekaligus berkontribusi terhadap peningkatan kemandirian dan penguatan ekonomi lokal.
Berita Terkait
-
PTBA Cetak Mekanik Muda Siap Industri, Lulusan Basic Mechanic Course Ring 1 Tanjung Enim Dikukuhkan
-
PTBA Percepat Flyover Simpang Belimbing dan Ujan Mas, Tingkatkan Keselamatan Masyarakat
-
PTBA Angkut 1,56 Ton Sampah dari Sungai Enim, Tebar Ribuan Benih Ikan Pulihkan Ekosistem
-
PTBA Gandeng Pertamina NRE Sulap Lahan Pascatambang Jadi PLTS, Percepat Transisi Energi Hijau
-
Menembus Lautan, PTBA dan PKBM Pesona Hadirkan Akses Pendidikan di Pulau Tegal
Terpopuler
- Duduk Perkara Gibran Tipu Malaysia, Anwar Ibrahim Buka Suara Parlemen Bakal Usut
- Siapa Chika Yenalovy? Istri Kasespri Prabowo yang Jejak Digitalnya Misterius
- Harga Kulkas Mini 1 Pintu Termurah di Pasaran, Ini 3 Rekomendasinya Mulai Rp400 Ribuan
- Harga Sepeda Lipat Entry Level Terbaik Berapa? Ini 5 Rekomendasinya di Tahun 2026
- 3 HP Infinix Murah dengan Fast Charging 33W, Mulai Rp2 Jutaan
Pilihan
-
Rumor Jadi Kutu Loncat ke PSI, Ini Respon Menohok Dedi Mulyadi
-
Tokyo Diguncang Gempa 5,9 M: 37 Orang Terluka, Transportasi Terganggu
-
Jet Tempur Sukhoi TNI AU Tergelincir Nyaris Hantam Jalan Raya di Maros
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
Terkini
-
Dalam 4 Jam PM2.5 Palembang Melonjak 3 Kali Lipat, Begini Kondisi Terbarunya
-
Bukan Cuma Kabut Asap, 3 Kecamatan Palembang Kini Krisis Air Bersih
-
Sehari Usai Rakor Prabowo, 15 Hektar Lahan Semi Gambut Ogan Ilir Terbakar
-
Situasi Terbaru Bukit Serelo Lahat Terbakar, Karhutla Diperkirakan Capai 350 Hektar
-
Dari Kebab ke QRIS, Cerita Farhan Kebab Tumbuh Bersama Bank Sumsel Babel